Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder

Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder
Chapter 57. ternyata hamil


__ADS_3

“Huek...huek...” Sudah hampir lima menit Luna mual-mual namun tidak ada yang mau keluar, Atha terus mengusap tengkuk istrinya. Sudah sejak dua hari ini Luna terus mual-mual di pagi hari membuat Atha terkadang bingung.


“Udah” tanya saat melihat sang istri beralih memeluk nya seraya mengendus-endus di dada bidangnya yang masih tertutup piyama tidur. Karena sudah berencana tidak ke kantor hari ini tidak ingin meninggalkan istrinya dalam keadaan seperti ini.


“Mau bobok lagi” lirih Luna sambil memejamkan matanya. Atha langsung saja mengangkat istrinya ala koala dan membawa nya kembali ketempat tidur. “Sayang bentar ya aku ambil minum” Luna hanya membalas dengan anggukan.


Keluar dari kamar dan pergi ke dapur, berselang kemudian Atha kembali membawa segelas air putih hangat untuk istrinya.


“Diminum dulu sayang” Luna mengangguk dan minum dengan dibantu suaminya.


“Kayaknya kamu harus diperiksa, enggak mungkin sekedar masuk angin” kata Atha.


“Kamu ingat nggak waktu itu aku juga pernah kek gini dan itu hasil nya apa, ternyata karena kamu hamil dan sekarang...” Atha tampak membulatkan matanya dengan tersenyum memandang istrinya yang terlihat kebingungan.


“Kamu yakin, tapi kalo enggak gimana?” tutur Luna sedikit pesimis.


“Jangan pesimis gitu dong belum juga di pastiin” Atha tidak suka mendengar ucapan keraguan istrinya.


“Enggak usah periksa dulu kak, pakai tespek aja” kata Luna.


“Emang kamu punya sayang, udah beli” tanya Atha yang mana dapat anggukan dari si empu.


“Ada kak Ana kasih waktu itu” sahut Luna bangkit dari tidurnya mengambil alat tes kehamilan itu dalam tas nya, lalu pergi ke kamar mandi.


Di luar Atha beberapa kali merapalkan doa, ia berharap apa yang diinginkan nya terwujud, sedangkan dikamar mandi Luna sangat gugup sekali bahkan wajahnya ikut pucat.


“Kok lama banget sih” Atha yang sudah tak sabaran terus berjalan bolak-balik di depan pintu kamar mandi, ini sudah sepuluh menit, istrinya ngapain sih di dalam lama banget, apa buang selama itu untuk melihat hasilnya.


“Aaaaa...kak ATHAAA!”


Atha yang sedang misuh-misuh sendiri itu tiba-tiba saja terlonjak panik mendengar suara teriakan istrinya.


“Kenapa sayang!” Atha yang sudah terlanjur panik langsung menerobos masuk ke dalam yang ternyata pintunya memang di kunci.

__ADS_1


“K-kenapa! Apa dugaan ku salah?” tanya nya saat mendapatkan istrinya yang sedang terdiam kaku sambil memegang sebuah benda yang tak lain ialah tespek. Karena tak mendapat respon, ia memilih mengambil alat itu ingin memastikan sendiri.


Dan, Eh... tunggu!


Tiba-tiba saja mata Atha melotot saking lebarnya seperti mau keluar dari tempatnya dan memekik girang.


“Sayaaang, kamu benaran hamil!” tanpa aba-aba ia menggendong sang istri dengan wajah gembiranya sambil berputar-putar, sedangkan Luna hanya terkikik awalnya ia ingin mengerjai suami tapi malah jadi begini.


“Udah kak, turunin aku!” pinta Luna yang sekarang sudah berada diluar kamar mandi masih dalam gendongan suaminya. Suaminya ini kalo sudah senang berlebihan sekali nanti kalo dia jatuh gimana, bisa gawat!


“Kabar gembira ini harus diketahui Daddy dan yang lain” oceh Atha, membuat Luna geleng-geleng segitu bahagiakah yang hamil kan dia napa suaminya yang heboh banget sih. Tapi tak dipungkiri juga ia merasa sangat bahagia, apa-apa yang mereka nantikan akhirnya terkabulkan juga.


“Bunda gak tau kamu disana cowok apa cewek tapi yang jelas kamu bakal punya adek Lo! Dan bunda janji, bunda pasti bakal jaga adek kamu dengan baik bahkan dengan nyawa bunda sendiri!” Luna meneteskan air mata mengingat anak pertama nya yang harus pergi sebelum melihat dunia luar. Bahkan mereka saja tidak tau jenis kelaminnya karena memang sengaja biar jadi kejutan tapi apa? Semuanya sirna dan harus menerima kenyataan pahit.


Atha yang awal sibuk berbicara dengan Daddy nya lewat telepon terkejut saat melihat istrinya menangis.


“Udahan dulu dad, yang jelas besok Daddy harus kesini” setelah mendengar balasan dari Daddy nya, Atha mematikan ponselnya dan mendekati istri tercinta nya.


“Ih...bukan gitu” apaan coba pertanyaan suaminya ini siapa juga yang tidak senang dengan kehamilan nya.


Menggaruk kepalanya karena merasa salah mengajukan pertanyaan itu, “Maaf sayang, aku cuman heran aja kamu kenapa nangis, padahal tadi aku enggak ada masalah tuh”


Buk


Saking kesalnya Luna memukul bahu lebar suaminya, “ini tuh tangis kebahagiaan bukan sedih tau, gitu aja kagak ngerti!” sewotnya dengan bibir mengerucut sebal.


“Gitu toh, aku pikir ada apaan” kekeh Atha tak lupa mencuri satu kecupan di bibir manis istrinya membuat si empu mendegus.


Cup


“Nggak usah cium-cium”


“eleh...gaya nggak mau di cium biasanya juga nyosor duluan” sindir Atha mencibir dan itu tentu saja membuat Luna tak terima.

__ADS_1


“Enak aja, bukan nya kamu tuh yang begitu, dasar nggak sadar diri”


“Dah ah malas ngomong sama aku” Luna beranjak pergi keluar meninggalkan Atha menggerutu dengan bibir monyong.


“Makin lama istri gue makin ngeselin aja deh, heran gue” ocehnya sambil membawa langkahnya memasuki kamar mandi, dia harus mandi biar segar dan wangi.


🌼🌼


Di sisi lain, tampak Monalisa mengamuk-ngamuk tidak jelas sambil menggusar rambut panjangnya acak-acakan, bahkan matanya sudah sembab saking lamanya menangis.


Awalnya Monalisa merasa senang karena pernikahan dengan Max ditunda sebulan lagi karena dengan begitu ia memiliki kesempatan untuk kabur dan membuat rencana lain, namun semuanya harus sirna dalam tiga hari berturut-turut ia mengalami gejala aneh seperti muntah-muntah di pagi hari dan anehnya setiap makanan yang tidak disukainya malah membuat nya berselera dan menginginkan nya.


Semua itu membuat Mona menerka-nerka pada hal-hal yang negatif, apalagi ia juga telat datang bulan. Karena itu ia pergi ke dokter kandungan untuk memastikan nya dan berharap apa yang dipikirkan nya tidak benar.


Dan detik-detik setelah pemeriksaan dan mendengar penjelasan sang dokter, dunia nya terasa akan runtuh, ternyata dia benaran hamil.


...


“Aaarrghh...Max sialan! Max bangsat! Bajingan!” Segala umpatan kasar ia lontarkan kepada si pelaku. Ya dia sangat ingat terakhir ia berhubungan intim hanya dengan Max, lalu anak siapa lagi bukan Max bajingan itu. Apalagi samar-samar malam itu ia sempat mendengar gumaman Max yang begitu meyakinkan.


“Hikss...hikss...g-gue nggak mau hamil! M-ax...” Monalisa terlihat sangat kacau sekali, sudah terlihat seperti orang gila.


Sekarang dia berada di apartemen miliknya jadi tidak yang mengetahui apa yang terjadi padanya bahkan orang tuanya saja belum diberi tau.


Kecuali seseorang yang melihat semuanya yang terjadi.


“Sayang, maafkan aku, aku terlalu dalam mencintaimu dan salah juga dirimu yang begitu keras kepala, aku pikir ini adalah hal terbaik untuk kita...Ah maksudnya untuk ku!” seseorang itu yang tak lain ialah Max, terkekeh pelan namun tak dipungkiri dia juga tidak tega melihat kondisi wanita nya.


 


BERSAMBUNG...


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT

__ADS_1


__ADS_2