
Pagi harinya.
Terlihat seorang wanita cantik masih terlelap dalam tidurnya tanpa terusik oleh cahaya matahari menembus jendela kamar. Namun, lama-kelamaan terusik juga.
“Eughh...” lenguhnya, menggeliat seraya membuka matanya perlahan walaupun masih terasa mengantuk berat.
Lalu menoleh kearah jam dinding yang terpampang jelas, disana telah menunjukkan jam delapan pagi.
“Hoaaam...Kesiangan lagi” Luna menguap lebar sambil bergerak duduk. Ia juga tak melihat suaminya berada dalam kamar.
Luna mengerucut kan bibir nya, “Isshh...dasar suami, istri ketiduran gak di bangunin” sebal tau. Malah ia tidur dini hari karena ulah nganu semalam, jelas ngantuk lah.
Kemudian, turun dari tempat tidur dan mengambil handuk pergi ke kamar mandi.
Berselang 15 menit, Luna keluar dengan handuk putih melilit di tubuhnya dan pergi ke walk in closet dan mengambil baju kaos oblong putih polos serta celana longgar hitam panjang. Selesai ia duduk di meja rias memakai beda baby dan lipbam karena Luna suka natural dan sederhana dari pada make-up berlebihan.
“Udah cantik” puas memuji dirinya, ia keluar dari kamar. Ia mencari keberadaan suami nya.
Pertama, ia pergi ke ruangan makan ternyata di sana telah tersaji beberapa makanan, namun tidak ada keberadaan suaminya. Akhirnya Luna bertanya pada salah maid disana,
“Bi...liat suami aku gak”
“Eh...nyonya muda, barusan tuan muda pergi keluar” jawab maid tersebut ramah dan sopan.
“Apa dia udah makan bi?”
“Udah nyonya”
“Terus dia bilang mau ngapain atau urusan apa gitu” tanya Luna lagi setelah duduk di salah satu kursi disana.
“Tidak nyonya...tuan muda hanya bilang pergi sebentar”
“Oh gitu bi...ya udah” Luna mengangguk mengerti, siap akan menyantap sarapan pagi nya.
“Bibi sama yang lain udah makan apa belum? Kalo belum kita makan sama-sama”
“sudah nyonya, kami sudah pada makan”
“Oh yaudah”
“kalo gitu saya lanjut kerja nyonya” ucapnya sedikit menunduk.
“Iya bi” sahut Luna yang sedang menikmati sarapan nya.
...
Beberapa jam kemudian, Luna pergi menemani Atha ke RS ke tempat Dok. John.
“Syukurlah semua berjalan dengan baik, mungkin dalam dua mingguan lagi ingatan kamu akan segera pulih sempurna” ucap Dok. John sambil tersenyum, ia ikut senang.
“Makasih om, ini semua juga berkat om kalo tidak belum tentu akan seperti ini”
__ADS_1
“Iya om, Luna ikut senang”
John hanya tersenyum seraya geleng-geleng kepala mendengar kedua pasangan muda tersebut.
“Kalian ini...ya sudah bagaimana setelah ini kita makan bareng... kebetulan jadwal kerja om lagi kosong”
“ayuk aja om... kebetulan kita juga belum makan siang” sahut Luna semangat 45, ia benar-benar tak sabaran ingin makan.
Atha hanya mengikuti saja karena tidak mungkin ia menolak.
Setelah keluar dari ruangan tersebut, John membawa mereka ke arah resto terdekat.
15 menit berlalu, sekarang mereka sedang menikmati makanan yang telah di hidangkan oleh pelayan resto.
“Gimana kamu udah isi belum Lun..”
Uhuk...Uhukk...
Luna langsung saja tersedak mendengar pertanyaan Om John. Atha dengan cepat memberikan segelas air putih dengan satu tangan mengusap punggung istrinya.
“Aduh maaf...kok kaget gitu sih” John hanya menggaruk tengkuknya karena tak bermaksud membuat istri ponakan nya itu tersedak.
“Lagian om sih nanya nya gak ingat tempat” Atha mendelik.
“Lebay kamu... Jadi gimana? Udah apa belom”
“Belum om masih proses” Jawab Atha dengan cepat saat melihat istrinya terdiam.
Tanpa di sadari mereka di meja bagian pojok belakang terlihat seorang wanita memandang ke arah mereka tepatnya Atha dan Luna dengan pandangan tak diartikan. Wanita itu juga memakai masker dan kaca mata hitam makanya tidak terlalu jelas wajahnya.
“Siapa wanita itu? Ada hubungan apa mereka...apa mungkin kekasih nya!” wanita itu terus bertanya-tanya, entah kenapa hatinya terasa tak tenang. Padahal selama ini ia tidak memiliki perasaan tulus terhadap dia, tetapi kenapa saat melihat dia bersama wanita lain hatinya bergejolak.
“Gue harus cari tau” kemudian ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang namun tatapan masih terpaku pada objek sebelumnya.
...
Tak terasa telah tiga minggu lebih mereka di London dan tepat hari ini mereka akan melakukan penerbangan kembali ke tanah kelahiran yaitu Indonesia.
Soal pengobatan Atha telah selesai karena rutin menjalankan terapi dan mengkonsumsi obat pemberian Dok. John, ingatan nya akhirnya pulih kembali.
Atha telah mengingat semua nya, awalnya Atha sangat kecewa dan marah saat mengingat kenangan buruk apalagi tentang mantan kekasih nya Monalisa. Ia benar-benar kecewa dan membenci wanita licik itu.
...
“Welcome back Indonesia” seru Luna dengan senyuman lebar setelah keluar dari pesawat diikuti Atha yang sekarang berada di belakangnya.
“Mari tuan muda...nyonya muda” Dia adalah Anton yang di perintahkan untuk menjemput mereka. Sambil menyeret kedua koper nyonya muda dan tuan mudanya menuju mobil.
Atha dan Luna hanya mengangguk, lalu mengikuti pria tersebut memasuki mobil.
...
__ADS_1
“Kita langsung kerumah orang tua aku kan” tanya Luna yang sekarang masih dalam mobil.
“Ke mansion Daddy...mulai sekarang kita tinggal disana...aku juga udah minta bawahan Daddy mengambil barang-barang penting kamu di rumah..”
“gitu ya” Sebenarnya Luna sedikit keberatan karena harus meninggalkan rumah peninggalan orang tuanya, tapi ia juga tidak bisa membantah suaminya.
“Kenapa? Kamu keberatan” Atha sadar pasti istrinya itu tidak rela pindah dari rumah yang ia tinggali selama ini.
“Gak papa...cuman agak berat aja”
“aku tau...kamu tenang aja nanti aku bakal minta seseorang buat design ulang rumah itu biar lebih bagus... setelah itu kita juga bisa tinggal lagi disana”
Luna tercengang, ia juga senang mendengar nya, “benaran”
“Iya”
“tapi jangan terlalu mewah dong...cukup sederhana aja”
“iya istri” sebagai suami sayang istri Atha bakal menuruti sesuai keinginan istrinya.
“Sayang kapan ada debay nya disini sih... padahal kita udah sering bercocok tanam lho” Ucap Atha beralih mengusap perut rata istrinya.
Plak
“ck...kamu pikir kayak buat adonan kue...gak secepat itu juga kali” Degus Luna sambil menepis tangan Atha yang lagi mengusap perut nya itu.
“Ya bisa aja kan” Atha cemberut.
“Nanti ma-Hmpp...” Luna langsung membekap mulut lemas suaminya tersebut karena sudah menebak apa yang akan di katakan nya.
“Isshh...jangan ngomong begituan dong... Kamu pikir cuman kita berdua disini” omel Luna kesal.
“Hehe...maaf sayang hampir aja keceplosan... lagian om Anton bakalan ngerti kok dia kan juga pernah ngerasain...udah punya dua lagi”
“Benar kan om” Anton yang di tanya menjawab, “benar tuan muda”
“Dengarkan” Atha melirik istrinya yang terlihat sedang menatap nya jengkel.
“Serah kamu deh...aku mah bomat” kata Luna dengan nada males sambil bersedekap dada dan mengalihkan pandangannya kearah luar.
Atha tertawa dan mendekap tubuh montok sang istri.
Dari depan Anton hanya geleng-geleng kepala mendengar dan melihat mereka lewat kaca.
“syukurlah akhirnya tuan muda bisa bahagia... semoga saja wanita itu tidak merusak kebahagiaan tuan muda” batin Anton.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT