Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder

Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder
Chapter 74. Mendatangi kediaman Kusuma


__ADS_3

“jadi ini kediaman keluarga Kusuma!” ujar Santi yang sekarang telah sampai di depan kediaman milik keluarga Kusuma, dia tidak sendirian tapi bersama suami.



Sandi mengangguk dengan tatapan masih tertuju pada kediaman mewah tersebut, “Iya ma, gimana bagus kan bahkan lebih mewah dari rumah kita! Dari luar saja udah keliatan mewah nya apalagi dari dalam”


“Kamu benar Pa, walaupun nggak sebanding dengan milik keluarga Albert” Dasar kere seperti tidak pernah melihat yang mewah saja, katanya orang kaya.


“Yuk masuk Pa!” namun saat mobil mereka akan melewati gerbang langsung ditahan oleh satpam.


“Maaf pak, jika boleh tau bapak ini siapa?” mendengar pertanyaan itu entah kenapa membuat Santi kesal, Sandi yang melihat raut istrinya dengan cepat menggelengkan.


“Mending mama diam saja, biar apa yang urus”


“Ah...maaf pak, saya Sandi Regantara, ada hal penting yang harus saya katakan dengan bapak Kusuma” Ucap nya dengan seramah mungkin padahal dalam hati juga sama kesalnya dengan istrinya, tinggal dipersilahkan masuk apa susahnya sih.


Satpam tersebut tampak menghubungi seseorang yang mungkin si tuan Kusuma.


“Baik pak” Satpam tersebut mengangguk lalu mempersilahkan mobil Sandi masuk karena sudah mendapatkan izin dari si tuan rumah.


Selesai memakirkan mobilnya, mereka keluar dari mobil.


“Yuk buruan masuk Pa, panas nih”


“Sabar ma” Setelah itu, mereka berjalan kearah pintu utama tersebut. Di sana mereka sudah ditunggu seorang pelayan wanita, “silakan masuk, bapak dan nyonya sudah ditunggu tuan” Kata si pelayan dengan ramah. Santi hanya berdecak dirumah nya tidak ada seperti ini.


“Ah...baik”


“Mari Pak” Si pelayan menghantar kedua tamunya tersebut ke ruangan tamu. Disana tampak sudah menunggu seorang pria paruh baya yang tak lain ialah Renaldy.


“Silakan duduk” ucap Renaldy setelah meletakkan koran ditangannya tak lupa membuka kaca mata nya.


“Binah, buat kan minuman untuk tamu saya” kata nya pada pelayan tadi.


“Baik tuan” lalu Binah pamit undur diri, sedangkan kedua pasangan suami istri itu hanya diam dengan perasaan sedikit canggung.


Renaldy kembali mengalihkan pandangannya kearah kedua pasangan tersebut, “Jika boleh saya tau ada kepentingan apa bapak Sandi secara pribadi menemui saya!” tanya nya.


“Maaf jika kedatangan saya dan istri saya mengganggu waktu bapak! Tapi saya dan istri saya kesini karena perlu membicarakan hal penting”


Renaldy hanya mengangguk, “tidak masalah, saya juga tidak terlalu sibuk. Jadi hal penting apa yang ingin bapak katakan!”


“Ah...begini pak, ini berhubungan dengan putra anda Reno!” Mendengar nama putranya di sebut tentu saja membuat Renaldy cukup kaget, apa yang dilakukan putranya itu sampai Sandi sendiri mendatangi nya.


“Putra saya!” Renaldy merubah raut wajah nya dengan serius.


Sandi mengangguk beda lagi Santi malah terus memandang liar setiap sudut dan isi ruangan tersebut.

__ADS_1


“Begini pak, saya kesini hanya ingin putra bapak bertanggung jawab atas apa yang dilakukan nya terhadap putri saya!”


“Memang apa yang dilakukan putra sampe anda meminta pertanggung jawaban!” Itu suara Renata yang baru saja masuk dari pintu utama sembari menjinjing tas nya habis arisan dari tempat teman-teman nya.


Pandangan mereka seketika beralih kearah ibu dua anak itu.


“Tentu saja karena putra anda telah mengambil sesuatu berharga bagi putri saya!” bukan Sandi tapi Santi menjawab.


“Oh... benarkah!” Renata hanya memandang remeh, mana percaya dia putranya se brengsek itu.


“Duduk bun” titah Renaldy yang langsung dituruti Renata.


“Sejak kapan mas?” Renaldy yang tau maksud istrinya menjawab, “barusan bun” Renata mengangguk lalu kembali mengalihkan pandangannya kearah Sandi dan Santi.


“Kalian yakin karna putra saya!” tanyanya sekali lagi sembari menaik-turunkan alisnya.


Sedangkan Sandi dan Santi tentu saja tidak suka mendengar pertanyaan nyonya Kusuma yang terkesan meremehkan.


“Maksud anda apa nyonya? Anda pikir putri saya berhubungan dengan lelaki lain selain putra anda”


“Iya bisa saja kan, jadi anda tidak bisa meminta pertanggungjawaban pada putra saya!” Renaldy memilih diam karena tau istrinya bisa menyelesaikan tanpa dirinya ikut campur.


“Anda jangan menuduh sembarangan, putri hamil gara-gara perbuatan putra anda!” Santi sudah emosi langsung saja mengatakan yang sebenarnya, muak juga ia mendengar tuduhan wanita ini.


Seketika Renata dan Renaldy terkejut mendengarnya, apa tadi hamil, mereka tidak salah dengar kan.


“Anda jangan sembarang, tidak mungkin putra saya menghamili wanita murahan seperti putri anda!” Mulut Renata sangat tajam sekali. Bahkan Renaldy sebagai suaminya sering dibuat kicep.


“Apa kalian yakin dengan ucapan kalian itu?” Wajah Renaldy berubah semakin datar, jika mereka hanya ingin mengada-ngada karna ingin putra nya tidak akan sudi ia menerima nya.


“Yakin, anda pikir omongan kami hanya omong kosong, saya tidak terima putri saya setelah dibuat menderita dan putra anda malah tidak mempertanggungjawabkan perbuatannya! Orang tua mana yang tidak sakit hati!” Bahkan Santi menitikkan air matanya mengatakan hal menyakitkan tersebut.


“tenang ma” Sandi merangkul istrinya, dia juga merasakan hal sama.


“Gimana bisa tenang Pa, putri kita...putri kita pa hiks...” Tangisan Santi semakin menjadi saat berada dalam pelukan suaminya.


Sedangkan Renata dan Renaldy tampak terdiam, “bagaimana ini mas? Tidak mungkin kan kita langsung percaya gitu aja! Apalagi dari ucapan Jihan waktu itu wanita itu tidak wanita baik-baik” bisik Renata pada suaminya.


Raut wajah Renaldy tidak bisa diartikan sekarang, jika benar itu perbuatan putranya, ia benar-benar sangat kecewa sekali.


“Kita harus tunggu Reno kembali dari Singapura, untuk sekarang kita tidak bisa menentukan nya”


Mendengar perkataan suaminya, Renata tidak bisa membantah nya.


“Yaudah, suruh mereka pergi aja mas” Renaldy hanya menghela nafas dari nada nya ia sudah tau istrinya ini tidak suka dengan mereka.


“Baiklah. Kalian tenang saja putra pasti akan bertanggungjawab jika memang benar itu anaknya...”

__ADS_1


“Memang begitu seharusnya” potong Santi dengan cepat. Renata tampak mendegus mendengar perkataan suaminya.


“Tapi untuk sementara waktu saya harus berbicara dengan putra saya karena putra saya sedang tidak berada di rumah!” Renaldy melanjutkan kata-katanya yang sempat terpotong oleh Santi.


“Tuh dengarin, dan kalo seandainya bukan perbuatan putra saya, saya sendiri yang akan melaporkan kalian karena sudah memfitnah putra saya!” cetus Renata dengan sinis.


Sandi dan Santi tampak saling pandang, “gimana pa? Apa kita setujui saja!”


Sandi tampak berpikir lalu menoleh kearah Renaldy, “apa anda dapat dipercaya!” tanya nya terkesan tidak percaya.


“Tentu saja” sedang kan Renata memandang Sandi garang, “Hehh...jangan sama kan suami saya dengan anda dan istri anda, Cih...pendusta!”


“Maksud situ apa hah!” sentak Santi.


“Apa!”


“Sudah bun” Renaldy menggeleng kan, istrinya ini sungguh garang sekali.


“Apa sih mas, aku itu masih kesal. Dah...ah males aku lama-lama disini” lalu beranjak pergi meninggalkan Renaldy yang hanya mendesah pelan.


“Jadi!” Renaldy menjeda ucapan saat kembali menoleh kearah Sandi dan Santi.


Mereka tampak mengangguk setuju, “baiklah kami setuju, tapi saya harap jangan terlalu lama karena ini bersangkutan dengan kondisi putri kami!” kata Sandi.


Renaldy mengangguk, “anda tenang saja”


“Baiklah, kalo begitu kami permisi” setelah saling berjabatan Sandi dan Santi beranjak keluar.


“Hah...apa lagi ini ya tuhan!” Desah Renaldy mengusap wajah nya dengan kasar.


...


Didalam mobil Santi terlihat menggerutu sedari tadi, “papa liat kan, wanita itu terlihat banget gak suka kedatangan kita, dan lebih parahnya lagi malah menuduh yang tidak tidak , dia pikir putri kita se murahan itu”


“Iya ma, papa juga sama tapi kita harus sabar dulu”


“Iya iya, bahkan sampe mama rela nangis palsu!” Degus nya.


“Siapa juga minta mama nangis”


“harus lah biar keliatan banget tersakiti gitu”  


“Iya iya terserah mama”


“Memang!” Sedetik kemudian mereka memilih diam.


 

__ADS_1


BERSAMBUNG...


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT


__ADS_2