Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder

Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder
Chapter 61. Keterkejutan Jeon


__ADS_3

Atha bersama Daddy Arya dan Mike membawa langkah kaki mereka memasuki sebuah rumah kumuh tempat biasanya yang mereka jadikan penyekapan. Disana juga terdapat beberapa bawahan Daddy Arya menjaga.


“Dad, mereka gimana?” Tanya Mike karena tidak menemukan kedua adik sepupunya.


“Disana” jawab Daddy Arya. Mike hanya mengangguk tanda mengerti.


Sesampai di depan pintu bercat hitam abu-abu, Atha paling pertama membuka pintunya dan masuk diikuti Daddy Arya dan kedua abangnya. Saat pertama kali masuk mereka sudah disungguhkan pemandangan sulit diartikan, bagaimana tidak disana sudah terikat tuan besar Jeon beserta keluarganya termasuk Monalisa hanya Harley, Tirta dan Max yang terlihat santai menatap mereka berlima yang masih dalam keadaan pingsan.


“Bangunkan mereka!” titah Daddy Arya dengan suara datar dan dinginnya. Tirta menyuntikkan cairan kepada mereka berlima yang mana membuat mereka berangsur-angsur tersadar.


Pertama kali Jeon tersadar, saat kesadaran nya benar-benar pulih, dia melotot lebar sesaat menyadari keberadaan nya, apalagi dengan keadaan nya terikat.


“A-arya k-kau...!” Tenggorokan nya terasa kering saat ingin melanjutkan perkataannya, sungguh dia tidak menyangka akan terjadi seperti ini.


Arya dan ketiga putranya hanya tersenyum sinis, “Kenapa? Kau kaget!” Arya menyeringai seraya berjongkok tepat didepan Jeon.


“Tidak perlu lama-lama Dad, dua jam lagi aku mau meeting!” kata Mike tidak ingin bertele-tele. Mendengar itu Atha menyenggol pelan lengan abangnya, “gak seru terlalu cepat bang, mending Lo diam aja deh, lagian masih lama juga”


“Ck, serah dah” Mike memilih duduk di kursi kayu yang telah tersedia disana.


Monalisa yang tersadar terakhir kali tampak kebingungan, dia memandang kedua abangnya dan Max makin bingung, “b-bang, M-max, apa maksudnya ini!” tanya Monalisa dengan suara sedikit pelan.


“Pa, ma, bang Zex...” Ia juga melirik yang lain meminta jawaban, sungguh ia tidak mengerti.  Wulan hanya bisa menangis sedangkan Alfredo hanya diam dengan tatapan kosongnya, Zex jangan ditanya ia juga ikut bingung tapi tidak seperti Monalisa karena di pikirannya hanya masalah itu.


“Apa ini sudah waktunya keluarga ku hancur tapi kenapa Tirta dan Harley tidak seperti kami, sebenarnya ada masalah apa lagi yang tidak aku ketahui!” batin Zex bertanya-tanya dalam hati nya.


“Anton jelaskan semuanya biar mereka tau kebusukan tuan Jeon dan putranya Alfredo Georgio!” titah Arya setelah mendudukkan bokongnya diatas kursi.


“Baik tuan” Anton mengeluarkan sebuah berkas dalam map yang sudah dipegangnya dari awal dan perlahan membacakan semua isi nya.

__ADS_1


“Dari bukti selama ini dinyatakan bahwa Tuan Jeon Georgio telah melakukan pembunuhan berencana terhadap tuan Andreas Albert dan pembunuhan terhadap tuan muda pertama Albara Ziant Albert bersama istrinya Cintya Bella...”


Monalisa, Wulandari dan Zex terbelalak mendengar nya.


“Masih belum cukup disana, tuan Alfredo juga telah melakukan hal sama kepada tuan muda kedua Leon Gional Georgio”


Jeon ikut terkejut mendengarnya, dia tidak menyangka ternyata putra kesayangannya tiada karna ulah putra nya juga.


“A-apa maksudnya? Al, apa semuanya benar, apa benar kau yang telah membunuh adik mu sendiri!” Jeon menatap tajam putra pertama nya.


Alfredo hanya tersenyum remeh tanpa ada rasa takut, walaupun dalam hati merasa sangat takut sekali, “kenapa? Ayah mau marah, silakan aja...lagian dia udah mati” kata nya sangat santai. Yang mana membuat Jeon marah.


“Hiks...mas L-oen!” Wulan kembali merasakan saat pertama kali melihat dengan mata kepala nya sendiri suaminya disiksa habis-habisan sampai merenggang nyawa. Monalisa yang berada di sebelah sang mama ingin sekali memeluk mamanya namun tertahan karena ikatan tersebut.


“Arya, tidak disangka ternyata kau mencari semuanya bahkan berhasil menangkap ku seperti ini...Ckck... memang seorang Arya Albert sangat pintar!” Alfredo tertawa gila. Arya hanya diam dengan tatapan datarnya untuk sekarang bukan dirinya yang akan turun tangan karena sudah ada yang lebih tepat memberi pelajaran kepada dua human itu.


“Diam bajingan!” Tirta yang sudah tidak tahan langsung saja mengangkat tangannya menampar papanya, ets... bukan papa kandung maksudnya karena tidak akan sudi lagi dia memanggil orang yang telah membunuh ortu nya sebagai papa lagi. Sebelumnya itu hanya terpaksa.


“ternyata selama ini kalian hanya berpura-pura, saya pikir kalian lebih percaya omongan saya... ternyata tidak, akting yang sangat bagus!” Alfredo tertawa bodoh, dia benar-benar merasa dibodohi selama ini, kedua anak kecil yang dudu masih lugu dan polos sekarang sudah besar dan lebih tak disangka semua omong kosong yang ia katakan tidak berguna.


“Cuih...” Harley meludahi muka Alfredo, “kau pikir kami bodoh, tidak semudah itu kami percaya kepada orang asing dari pada keluarga kami sendiri, jangan kau pikir karena kami masih kecil akan sebodoh itu percaya!” kata Harley dengan senyuman sinis nya, sungguh dia senang sekali saat melihat tatapan marah Alfredo. Begitupun Jeon, disisi lain dia sangat marah terhadap putranya tapi di lain sisi dia juga sama, dia juga tidak bisa terlalu marah karena semua itu bermula karna dirinya sendiri sebagai seorang ayah yang sangat buruk bahkan paling terburuk se-dunia.


“Bagaimana rasanya menikah dengan orang yang telah meregut kebahagiaan tante sendiri, sakit bukan!” Atha menghampiri Wulan yang hanya menunduk menangis dari tadi.


“Bang, lepasin ikatan mereka!” titah Atha pada Mike yang kebetulan berada didekat-Nya. Sebenarnya kesal diperintah sang adik tapi tetap melakukan nya. Karena ikatannya telah lepas Monalisa segara memeluk mamanya sambil bertanya, sedangkan Zex memilih diam, “M-ma...jelasin pada Lisa, sebenarnya ada apa? Apa maksud meregut kebahagiaan mama?” Wulan tidak tega mendengar pertanyaan putrinya, dia merasa sangat bersalah karena telah membohongi putrinya, apalagi putranya.


“M-maafin mama sayang, hiks...m-mama udah bohongin kalian selama ini!”  Atha dan Mike sedikit menjauh membiarkan mereka bertiga dan beralih kearah Jeon dan Alfredo yang sedang ditangani oleh Tirta dan Harley.


Jangan salah, Harley dan Tirta hampir sama kejamnya dengan Daddy Arya, Sean, Mike dan Atha, mereka akan menyiksa secara perlahan-lahan karena sangat puas melihat mangsanya menjerit kesakitan dan memohon ampunan.

__ADS_1


“Dad, lebih baik aku ke kantor saja karena tidak akan dapat jatah juga!” ujar Mike merasa bosan kalau hanya menonton tapi tidak dapat melakukannya. Arya hanya melirik sang putra sekilas, “Hmm...”  lagian dia juga tidak meminta Mike untuk ikut tadi.


“Ck... terserah lo bang, lagian siapa juga yang nyuruh Lo ikut!” cetus Atha males. Abangnya yang satu ini sering kali membuat orang kesal.


Mike memutar bola matanya melas, “Sewot amat lo, dasar bocah!” seraya membawa langkahnya keluar.


Atha tentu saja tidak terima dikata bocah, enak saja dia aja udah mau jadi bapak masih dibilang bocah, “bocah pantat lo!” Sewot nya.


“Bahasamu Son!” tegur Arya tidak suka mendengar bahasa  putranya. Atha hanya cengengesan saat mendapatkan tatapan tajam Daddy nya.


“Max, lebih baik kau bawa mereka keluar!”


“Anton” merasa dipanggil Anton segera membantu Max membawa Wulan, Zex dan Monalisa keluar dari ruangan tersebut.


“Mau dibawa kemana lagi!” pekik Monalisa tampak menolak.


“Diamlah baby, ini demi kebaikan kamu” kata Max dengan lembut. Monalisa tampak masih belum menerima Max, “Ck...” dia menatap Max kesal.


“Mau kalian apakan kakek dan papa saya!” Zex akhirnya bersuara, Wulan tampak menggeleng kuat, “Dia bukan papa mu nak!” namun Zex tetap berteriak saat melihat kakek dan papanya disiksa. Namun, Anton dan Max tak lupa dibantu bawahan Daddy Arya lainnya membawa paksa mereka keluar.


“SIALAN! LEPASIN GUE!!”


 


BERSAMBUNG...


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT


 

__ADS_1


__ADS_2