
Setelah cukup lama, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, yaitu London.
Saat keluar dari pesawat mereka telah di tunggu oleh beberapa bawahan Daddy Arya.
“Untuk hari ini kalian ikut Daddy ke mansion...besok baru kita temui Dok. John” ucap Arya pada putra dan menantunya.
“Baik Dad”
Kemudian, mereka memasuki mobil yang di kendarai bawahan Daddy Arya. Saat mobil tersebut jalan juga langsung di ikuti oleh beberapa mobil sport hitam di belakang tanpa sepengetahuan Atha dan Luna kecuali Arya tentunya karena atas perintah nya sendiri.
Sejak pesawat landas tadi, Luna terlihat sangat antusias sekali karena baru pertama kali baginya menginjakkan kaki di negara asing selain negara kelahirannya.
“Cerah banget tuh muka...senang banget ya” Atha terkekeh karena sejak tadi pandangan tak pernah lepas dari istrinya.
Luna yang awalnya memandang keluar beralih menoleh kearah Atha yang duduk di sebelahnya.
Dan mengangguk cepat, “iya dong... soalnya ini pertama kalinya gue kesini jadi wajar dong”
Atha ikut senang melihat Luna senang, lalu tanpa aba-aba memeluk istri buntal nya itu dengan gemas.
“Mulai sekarang Lo tenang aja, gue pasti bakal sering bawa Lo liburan...jadi Lo jangan sungkan bilang apapun sama suami Lo ini...selagi gue bisa pasti bakal gue turutin, Hmm...”
Luna yang di peluk tidak menolak seperti biasanya, apalagi mendengar semua kata-kata Atha barusan ia jadi terhura.
“Benaran nih bakal diturutin?” tanya Luna memastikan takutnya nanti Atha hanya asal ngomong saja.
“Iya dong...emang kapan gue pernah bohong” Atha mengangguk mantap membuat Luna tersenyum lebar.
“Berarti kalo gue minta pisah mau dong” ucap Luna dengan enteng tanpa beban membuat pelukan itu terlepas.
Pria yang tak lain bawahan Arya yang menyetir di depan ikut was-was. Di dalam mobil itu yang ada mereka bertiga sedangkan Arya sendiri berada di mobil paling depan.
“Lun...gue gak suka Lo ngomong begitu, gue emang bakal turutin kemauan lo tapi tidak untuk itu!” Atha berubah dingin bahkan nada bicaranya sangat datar sekali dengan sorotan mata tajam.
Luna terkejut, ia tak menyangka reaksi Atha akan ucapan, awalnya ia hanya bercanda tidak serius.
“Tha...g-gue gak bermaksud begitu g-” namun langsung di potong oleh Atha.
“Gue tau, gak usah di jelasin” ucap Atha datar bahkan ia juga sudah bergeser menjaga jarak duduk nya dengan Luna.
__ADS_1
Bahkan menoleh kearah Luna saja tidak, kata-kata Luna tadi membuat hatinya sakit ia tak menyangka Luna akan berkata seperti itu.
“Gue tau kita cuman nikah terpaksa dan kesalahpahaman tapi gue gak nyangka Lo bakal bilang kata pisah semudah itu” batin Atha tatapan sendu.
Sedangkan Luna sendiri merasa bersalah sekali, ia juga tak bermaksud berkata seperti itu tujuannya sebenarnya hanya bercanda dan mengerjai Atha dan tak di sangka Atha malah menganggap serius.
Mulai detik itu hanya keheningan terjadi dalam mobil tersebut sampai tiba di mansion milik Daddy Arya di negara London tersebut, dan mungkin tidak hanya ada satu bahkan bisa saja lebih.
Mansion tersebut tak kalah megahnya dari yang di Indonesia. Pertama kali masuk mereka juga di sambut beberapa maid dan beberapa pria berjas hitam rapi.
“Baiklah kalian istirahat saja dulu, Daddy ingin menyelesaikan urusan penting” ucap Arya tak lupa meminta para maid menghantarkan putra bungsu dan menantu nya ke kamar yang memang telah di siap untuk mereka.
“Dad, apa aku boleh ikut” Atha menatap Daddy penuh harap.
Namun, Arya menolak dan menjawab, “tidak untuk sekarang, Daddy hanya ingin melakukan pertemuan dengan salah satu rekan bisnis Daddy jadi kau tidak perlu ikut... untuk hari ini kau istirahat saja atau mau bawa istrimu keluar biar tidak bosan...”
“Ya sudah Dad pergi”
Atha hanya mengangguk pasrah, dan berjalan kearah kolam renang yang berada di tengah-tengah mansion tersebut.
Beda dengan Luna pergi ke kamar di antar oleh salah satu maid.
“Hah...apa saja” jawab Atha singkat sedikit menoleh kearah maid tersebut.
“Baik tuan muda” sebenarnya maid tersebut ingin bertanya sekali lagi tapi saat melihat raut tuan mudanya ia urungkan dan pergi menuju dapur.
...
Tak terasa hari sudah malam. Sebenarnya Atha ingin mengajak Luna dinner di luar tapi saat mengingat perkataan Luna tadi siang ia urungkan.
Bahkan semenjak di mansion tadi ia tidak pernah berbicara sepatah kata pun pada Luna, walaupun terkadang Luna seperti ingin mengajak bicara namun ia acuhkan.
Seperti sekarang...
“Tha... dengarin gue, gue gak maksud begitu” Luna memandang punggung lebar Atha yang akan melangkah keluar dari kamar bahkan ia juga melihat Atha berpakaian rapi mungkin akan keluar.
Akhirnya, Atha menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Luna terlihat memandang nya dengan tatapan bersalah.
__ADS_1
“terus maksudnya seperti apa Hah! Dari awal gue sadar kok Lo tuh emang gak pernah menerima pernikahan kita...itu benar gue pun sama tapi semakin kesini Lo tetap sama bahkan Lo selalu menolak mentah-mentah keinginan gue...di situ aja gue udah yakin...”
“tapi kalo emang mau Lo kita pisah, Lo tenang aja bakal gue turutin...”
Greb
Ucapan Atha langsung terhenti mendapatkan pelukan mendadak dari Luna.
“Huwaaaa...maafin gue, gue gak bermaksud gitu...gue cuman bercanda doang kok...hiks... jangan bilang gitu dong!” pekik Luna menangis histeris setelah memeluk Atha dengan erat.
Atha terkejut ia tak menyangka Luna akan seperti ini bahkan badan anak itu bergetar hebat karena menangis.
“Hiks...jangan marah, gue gak bakal gitu lagi” kata Luna lagi disela-sela menangis bahkan kepalanya telah mendusel-dusel di dada bidang Atha yang tertutup Hoodie hitam.
Yang mana membuat hati Atha menghangat dan lega, bibirnya melengkung membentuk senyuman dan merengkuh tubuh istrinya seraya mengusap lembut surai hitam tersebut.
“yakin gak bakal gitu lagi...janji harus berubah lagi... gak boleh asal ngomong dan terutama harus nurut sama suami... enggak boleh jadi istri durhaka!”
Dan langsung dapat gelengan heboh dari Luna lalu mengangguk, “iya janji” sahut Luna masih sesenggukan tanpa melepaskan pelukannya.
Terdengar kekehan dari Atha, “ya udah sekarang lepas dulu dong pelukannya”
Luna tak menjawab dan langsung melepaskan pelukannya ia benar-benar refleks melakukan nya. Sekarang ia jadi malu karena telah menangis histeris dengan kepada menunduk.
Atha semakin terkekeh melihat Luna, lalu menangkup kedua pipi tembam Luna dengan kedua telapak tangannya.
Astaga, istrinya itu benar-benar mengemaskan dengan pipi memerah, mata sembab dan hidung memerah.
Cup
Dan mencium kedua pipi tembam tersebut dan terakhir di bibir merah muda nan lembut itu.
Si empu hanya diam.
“udah gak usah mewek lagi” ujar Atha kemudian membawa tubuh mungil ke dalam pelukan hangatnya.
Luna hanya tersenyum dan senang. Ia juga merasa menyesal atas sifatnya selama ini, bahkan ia tak pantas di sebut seorang istri karena tidak memberikan hak suaminya.
__ADS_1
BERSAMBUNG...
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT