Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder

Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder
Chapter 73. Kekesalan Atha


__ADS_3

Keesokan harinya.


“APA!!”


Santi seketika langsung berdiri dari duduknya mendengar yang dikatakan suaminya barusan.


“Tenang ma, jangan sampe penyakit lama mama sampe kambuh” kata Sandi membantunya istrinya untuk kembali ketempat duduknya.


Mendengar nya malah membuat Santi kesal, “Penyakit apa maksud kamu Pa, kamu pikir aku penyakitan kaya kamu!”


Sandi malah cengengesan, “maaf ma, jangan marah-marah gitu dong papa kan cuman bercanda”


“sudah, tidak usah banyak bacot kamu. Yang kamu bilang tadi nggak salah kan!” tanya nya sekali lagi, bisa saja ia salah dengar kan atau  suaminya ini yang lagi bercanda.


Sandi mengangguk mantap, “benar ma, buat apa juga papa bercanda. Papa sendiri yang bayar seseorang buat cari tau dan ternyata memang benar Reno itu dari keluarga kaya dan kalo nggak salah dari keluarga Kusuma!” jawab Sandi.


Membuat Santi tercengang, apa tadi Keluarga Kusuma siapa yang tidak tau keluarga kaya itu, “Jadi selama ini kita di bohongin dong. Kalo seandainya dari awal mama tau dia dari keluarga itu pasti udah mama restu in!” Menyesal, iya itu yang wanita beranak dua itu rasakan.


“Salah mama juga nggak nanya sama orangnya” saut Sandi membuat Santi terdiam. Tapi tetap saja bukan salah nya, kenapa anak itu tidak memperkenalkan nama kepanjangan nya dan kenapa juga pas ketemu dirinya berpenampilan seperti orang miskin jadi mana bisa ia tau.


“Sudahlah, tidak perlu saling menyalahkan lagi... yang terpenting kita harus secepatnya menemui keluarga dia biar kita bisa meminta dia buat nikahin Dona yang sudah dibuat hamil gitu!”


Santi hanya mengangguk tapi entah kenapa ia merasa kecemasan, “gimana kalo seandainya dia tidak mau pa, terus kita harus bagaimana?!”


“Kamu jangan sebodoh itu ma, kalo dia nggak mau kita bisa lapor polisi, mau gimana pun tetap salah si Reno Reno itu karena udah jebolin anak kita!” Memang benar yang dikatakan putranya, istrinya ini kelewat bodoh.


Tentu saja Santi tidak terima di bilang bodoh, “Tidak usah mengatakan aku bodoh, kamu juga harus tau kalo kamu itu bahkan lebih bodoh!” cetus nya.


“Terserah kamu” Sandi yang tidak ingin berdebat lagi memilih pergi.


“Mau kemana kamu Pa?” teriak Santi dengan nada kesalnya.


“Cari madu”


Seketika mata Santi melotot lebar, “awas kalo kamu berani macam-macam di belakang aku Pa!” pekik Santi membuat Sandi yang mendengar nya tertawa seperti orang bodoh.


Davin yang sedang bersantai hanya geleng-geleng kepala mendengar keributan itu sedang kan Dona berdecak beberapa kali.


“Dasar orang tua!” ucap dengan males.

__ADS_1


...


Di Kantor utama perusahaan ALBERT'S GROUP.


Di ruangan CEO.


Arya memandang tajam sebuah rekaman yang di perlihatkan Anton padanya. Terserat sebuah kemarahan besar disana.


“Kenapa selama ini kau tidak memberitahu ku, Anton!” suara Arya sangat dingin sekali membuat Anton ikut merinding.


Dengan gugup ia menjawab, “M-maaf tuan! Bukan saya tidak mau tapi bukannya taun sendiri yang meminta untuk membiarkan dia bermain-main sementara waktu!”


Alis Arya menukik bingung, “apa kau yakin saya pernah mengatakan hal itu?” Tanyanya karena tidak mengingatnya.


“Yakin tuan, itu terjadi sudah beberapa bulan yang lalu”


“Aish...” Arya memijit keningnya, mungkin faktor umur ia jadi melupakan perkataan nya sendiri.


“Baiklah, kau simpan rekaman itu untuk sementara waktu. Biarkan dia bersenang-senang dalam beberapa hari ini” Katanya sembari menghela nafas panjang beberapa kali.


“Baik tuan. Lalu bagaimana dengan bukti lainnya!”


“Lakukan seperti biasa” Anton mengangguk mengerti, lalu permisi keluar.


🌼🌼


“Kak, kok cepat banget pulangnya?” Luna memandang heran suaminya, baru saja jam sepuluh pagi. Ia aja baru akan berangkat ke kampus.


Atha melemparkan jas nya ke sofa sembari mendudukkan bokongnya, “Capek sayang!” adunya dengan nada pelan.


Luna mengerutkan alisnya bingung, “Capek, habis ngapain kamu! Perasaan baru pergi dua jam yang lalu, emang kamu habis lari-larian ya sampe segitu capek nya” Luna ikut duduk dekat suaminya itu.


“Bukan sayang, capek aja!” Dan itu membuat Luna menghela nafas, “Capek apa lagi males ngantor”


Atha malah memperlihatkan gigi ratanya, “itu salah satu” Luna sudah menduga, suaminya ini aneh-aneh saja. Mentang-mentang bos seenak jidatnya aja.


“Yaudah, aku berangkat ke kampus”  mendengarnya membuat ekspresi Atha berubah masam.


“Kok kamu malah ngampus sih, terus aku gimana dong”

__ADS_1


“iya iya lah kan hari ini aku masuk agak siangan, lagian siapa suruh pulang secepatnya ini”


Atha tampak tidak rela, “mending gak usah yang, absen aja hari ini. Lagian kampus kamu itu milik keluarga aku jadi tidak masalah”


Ini nih yang tidak ia sukai, selalu saja begini. “Terus kalo milik keluarga kamu kenapa? Jangan semena-mena kamu kak, aku tuh mau belajar bukan buat main-main” Dengan kesal ia pergi keluar, biarin aja suaminya itu, salah sendiri.


“Eh...kok malah pergi sih!” Atha segera menyusul istrinya.


“Sayang udah aku bilang, gak usah ngampus hari ini” teriaknya saat melihat istrinya malah menaiki mobil. Namun, Luna tidak menanggapi.


“Kamu itu lagi hamil besar sayang, harus lebih banyak istirahat di rumah”


Yanto sebagai sopir akan menghantarkan bumil itu dibuat tertawa kecil melihat kelakuan tuan mudanya itu.


“Gak usah lebay kamu, mending sana balik ke kantor, Jangan jadi bos pemalas kamu!”


“Udah buruan jalan pak” perintah nya pada Yanto, lama-lama meladeni suaminya itu bisa terlambat ia. Yanto mengangguk dan langsung tancap gas meninggalkan Atha yang sudah mencak-mencak sendiri.


“Nyebalin banget sih, pak Yanto juga malah mau-mau aja di suruh gak liat tadi gue ngapain!” Dengan dongkol ia kembali masuk ke dalam.


Bibi Neneng yang melihat wajah murung majikan nya memilih beranjak, dia sudah tau apa penyebab nya.


Atha memilih ke kamar ingin mengganti pakaiannya namun saat akan melakukan nya tiba-tiba ponselnya berdering.


“Siapa sih mengganggu saja” Tidak saja dirinya sedang dilandas kekesalan. Dan ternyata dari Tio.


“Apa!”


“maaf menganggu tuan, saya cuman ingin mengingat kan setengah jam lagi ada meeting tuan. Dan ini sangat penting sekali karna ada perwakilan dari perusahaan Harrison”


“Ck, kenapa tidak kau bilang dari awal! Sudah batalkan saja” Apa asistennya ini tidak mengerti perasaan nya sekarang. Mood nya lagi tidak baik.


“Tapi tidak bisa tuan, ini sangat penting jika tuan batalkan akan terjadi kerugian besar”


Sudah cukup.


“Banyak bicara kau, ya sudah saya akan segera datang!” langsung saja ia mati kan tanpa mendengar balasan apapun lagi.


“Ck, apa tidak bisa membiarkan ku istirahat untuk sejenak. Hari ini benar-benar menyebalkan” gerutunya sembari menyampir jas nya kembali tanpa memakai nya, bahkan dasinya saja dibiarkan tidak rapi. Bodoamat, dia tidak peduli.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT


__ADS_2