
Selepas acara mewek dan pelukan tadi, Atha mengajak Luna dinner keluar tepatnya di salah satu Resto terkenal dan termewah di negara tersebut.
Dari informasi salah satu bawahan Daddy Arya, itu adalah Resto milik keluarga nya.
Sesampai disana mereka di sambut ramah oleh beberapa pelayan disana.
“Selamat datang tuan muda... silakan duduk di meja VIP yang telah kami sediakan khusus untuk tuan muda dan nyonya muda” sambut salah satu pelayan tersebut dengan ramah. (Anggap aja bahasa Inggris ya guys, ehehe)
Atha terlihat bingung sebab sebelumnya ia belum memesan meja untuk nya dan Luna bahkan kesana saja baru ini pertama kali tapi belum tau sebelum ia amnesia, dan saat mengingat Daddy-nya ia mulai mengerti.
“Hm...maaf mbak jika saya boleh tau apa ini ulah Daddy Arya” tanya Atha ingin memastikan. Pelayan itu mengangguk.
“Benar tuan muda, sebelum telah di beritahu oleh bapak Arya untuk menyambut dan menyiapkan meja khusus untuk tuan muda dan nyonya muda” jelas pelayan tersebut, ia juga tak menyangka ternyata putra bungsu keluarga Albert sangat tampan mempesona membuat jantungnya jadi tak karuan.
Sadar dari kekaguman nya, ia segara mempersilahkan mereka duduk di meja VIP.
“Mari tuan muda...nyonya muda”
Atha hanya berdeham seraya mengikuti langkah pelayan wanita tersebut, sementara Luna tak pernah lepas untuk tersenyum dengan tatapan tak lepas melihat interior di dalamnya yang sangat mewah. Sebutlah lebay, karena memang itu kenyataan nya.
Berbeda lagi dengan Atha, ia terlihat biasa saja seperti sudah terbiasa dan sering melihat yang mewah di sekitar nya. Lah wajar dong kan memang ia seorang tuan muda dari keluarga Miliarder Albert jadi maklumilah walaupun belum mengingat apa-apa tentang keluarga nya.
“tuan muda dan nyonya ingin pesan apa?”
“Tolong hidangkan makanan dan minuman terbaik di sini” ucap Atha datar, apalagi saat melihat muka bingung Luna, ia tau istrinya itu pasti bingung ingin pesan apa dengan tatapan masih terfokus melihat buku menu.
“Baiklah tuan muda mohon di tunggu sebentar” pelayan tersebut bergegas kembali memenuhi pesanan tuan muda nya.
Tak cukup 5 menit pelayan tersebut kembali bersama beberapa pelayan lain membawa pesanan tuan muda keluarga Albert tersebut.
Luna menatap takjub semua hidangan yang disajikan semuanya terlihat sangat lezat.
“Silakan dinikmati tuan muda...nyonya muda...kalo begitu saya permisi” dengan membungkukkan badan pelayan tersebut kembali bersama dengan yang lain melayani tamu lainnya.
“Umm...Kayak nya enak banget deh” seru Luna yang sudah siap dengan sumpit di tangan kanannya menatap berbinar semuanya makanan tersebut.
“Ya udah buru di makan... emang kenyang di liatin aja” ucap Atha yang hanya terkekeh geli melihat ekspresi istrinya. Mungkin lain kali ia harus lebih sering mengajak istrinya itu makan di luar.
Luna cengengesan dan langsung mencicipi satu persatu dengan ekspresi berubah-ubah.
“Umm...ini lebih lezat dan lembut” mulutnya tak pernah berhenti mengoceh menilai rasa makanan yang telah di cicipi nya.
Atha hanya geleng-geleng kepala seraya memakan makanan nya.
Di sela-sela menyuapi makanan nya Luna kembali berbicara, “besok gue boleh ik-“
“Et...ingat kesepakatan kita sebelumnya gak boleh panggil Lo gue lagi, harus sopan!” ucap Atha langsung memotong kata-kata Luna.
Luna hanya cemberut, “iya iya maaf lupa” jawabnya sebal.
“Boleh ya besok aku ikut pemeriksaan kamu” Luna melanjutkan kata-katanya tadi.
“Boleh dong” Atha mengangguk lagian siapa juga melarang Luna kan istrinya.
__ADS_1
Luna tersenyum senang dan melanjutkan acara makannya yang sempat tertunda.
...
Setelah menghabiskan waktu berdua di luar mereka kembali ke mansion tentu saja di antar oleh salah satu bawah Daddy Arya.
Berselang lama mereka, mereka sampai di mansion.
“Gimana udah lebih baik kan” ujar Daddy Arya yang sedang bersantai di sofa dekat kolam renang saat melihat wajah cerah mereka.
Mereka sempat terheran namun saat kemudian mereka mengingat sesuatu sambil tersenyum malu.
“Udah kok Dad” jawab mereka hampir bersamaan.
Arya hanya tersenyum, “dalam berumah tangga kalian harus lebih dewasa apalagi jika ada masalah kalian harus bisa menyelesaikan dengan kepala dingin jangan sampai terbawa emosi... apalagi dengan pernikahan kalian masih muda jadi jangan terlalu mengikuti ego, lebih utama kamu Atha...kamu harus lebih bersabar dengan sikap istri mu karena ia masih remaja labil jadi wajar saja...”
“Dan kamu juga Luna sebagai seorang istri harus nurut sama suami tidak boleh membantah jika masih di batas wajarnya...jangan biasakan berbicara tak sopan” Nasehat Arya dengan bijak sebab ia tau permasalahan kedua pasangan itu sebelumnya. Sebenarnya ia juga sempat marah mendengar ucapan Luna pada putranya.
Tetapi ia tak ingin terlalu ikut campur urusan rumah tangga mereka jika masih bisa di selesaikan oleh mereka sendiri. Namun, jika telah di luar batas ia terpaksa sedikit ikut campur.
Mereka hanya mengangguk mengerti, apalagi Luna ia jadi malu.
“iya Dad”
“iya Dad...Luna enggak bakal gitu lagi”
Atha mengangkat sebelah tangannya untuk mengusap sayang kepala istrinya yang terlihat menunduk.
“Dad, jangan terlalu lama gak baik buat kesehatan” ucap Atha mengingat dari siang tadi Daddy nya terus sibuk bekerja.
Arya terlihat tersenyum tipis, “iya Daddy tau batasan” Kemudian Arya melanjutkan langkahnya menuju ruangan kerjanya.
Atha dan Luna juga pergi ke kamar mereka.
Selesai mengganti pakaian dengan pakaian tidur, mencuci muka dan gosok gigi mereka segera berbaring di atas king size empuk nan mewah tersebut.
“tha...”
“Masih lupa ya...jangan panggil sebut nama lagi, yang sopan dong atau mesra juga boleh” Atha memotong dengan cepat seraya menoleh kearah Luna di sebelahnya dengan kesal, namun diakhiri dengan senyuman tengil.
Luna tampak memutar bola matanya melas, “iya...tapi gak mesra juga kali geli tau” jawab Luna dengan wajah geli dibuat-buat.
“Terserah tapi harus sopan dan enak didengar”
Luna hanya mengangguk males, lalu memiringkan tubuhnya menghadap kearah Atha seraya mengetuk dagunya berpikir.
“Apa ya...emm...gimana kalo kakak aja soalnya kan kamu kan lebih tau dari aku”
“masa istri panggil kakak ama suami sih...aku kan bukan kakak kamu... yang lain aja deh” tolak Atha tak suka.
“apa salahnya sih, ada kok istri panggil suami nya kakak” protes Luna heran.
__ADS_1
“Ya udah panggil ayang aja biar enteng”
“Iih...geli tau gak”
“Ya udah mas aja” saran Atha lagi yang mana lagi-lagi dapat gelengan dari Luna.
“Gak like ah...kerasa tua banget kamu nya”
“Terus apa dong...ya udah babang aja” sahut Atha sudah mulai jengah.
“itu makin geli aku dengar nya...ya udah panggil Kakak Atha aja”
Fine, ia mengalah karena sebagai suami memang selalu mengalah.
“Oke, terserah kamu”
Luna mengangguk mantap, “fix mulai sekarang aku panggil kakak... maksudnya kak Atha” Luna terkikik sendiri.
“Sekarang istri manis kakak Kiss dulu dong” Atha tersenyum nakal sambil memonyongkan bibirnya. Posisinya sekarang mereka saling berhadapan dengan jarak tidak terlalu jauh.
Luna malah mendelik cemberut, “ish...gak usah aneh-aneh” saat melirik bibir Atha.
“apanya yang aneh sih? Emang salah ya suami minta Kiss doang...belum juga minta yang lebih” Atha semakin mengerucut kan bibir sebal.
Luna malah tertawa melihatnya, ia jadi tak tega. Apalagi ia sudah berjanji akan menjadi istri lebih baik dan menurut sama suami.
Luna beringsut semakin dekat dengan Atha yang masih sebal karena nya.
Lalu mengecup singkat bibir itu, namun malah di tahan oleh Atha untuk memperdalam ciumannya.
Luna hanya memejamkan mata saat merasakan bibir dan lidah Atha yang bermain panas di mulut nya.
Semakin lama Luna terbiasa dan mengikuti dengan sedikit kaku.
Kedua sama-sama merasa gejolak aneh dan semakin menginginkan yang lebih.
Sekarang bibir Atha turun ke leher jenjang putih mulus milik Luna dan meninggalkan beberapa kissmark disana.
Jangan lupakan tangannya telah bergerilya di tubuh montok tersebut.
Luna sendiri tidak menolak lagi, ia sudah pasrah dan ikhlas lahir dan batin sebagai istri sudah seharusnya ia melayani suaminya.
“Emmhh...” Susah payah Luna menahan ******* keluar dari bibirnya saat merasakan tangan besar Atha meremas buah dadanya di tambah bibir itu terus bermain panas di area tersebut.
Mereka benar-benar nekat bahkan sekarang pakaian atas Luna telah terlepas begitu pun Atha.
(Untuk lebih lanjut tidak perlu author perjelas ya kalian pasti tau selanjutnya 🤭🤭)
BERSAMBUNG...
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT
__ADS_1