
“Huff...huff... cepatan bang, s-sakit!” Pekik Luna yang sekarang telah berada dalam mobil menuju rumah sakit. Mike yang mengemudi dibuat panik sendiri, “Iya Lun, sabar”
“Ngebut dong yank” Ucap Alisya yang berada di dekat Luna, sedangkan bibi tetap tinggal dirumah untuk menjaga Aleta yang masih tidur.
“S-sakit banget k-kak”
“iya kakak tau, sabar bentar lagi kita sampe” Alisya menggenggam erat salah satu tangan Luna untuk memberikan sedikit kekuatan. Dulu ia juga merasa kan hal sama saat akan melahirkan Aleta.
Tak berselang lama akhirnya, mereka sampai di rumah sakit terdekat.
“Susteeeer...ada yang mau lahiran!” Mike berteriak kencang saat telah keluar dari mobil, membuat para petugas dan suster disana buru-buru menangani.
“Cepatan sus, ini sudah diujung” Mike benar-benar dilanda panik, walaupun ia sudah pernah mengalami tapi rasa cemas itu masih sama.
Setelah memindahkan Luna diatas brankar, Mereka segera mendorong menuju ruangan persalinan.
“Maaf, untuk sementara bapak dan ibu tidak di perbolehkan masuk” Mendengar perkataan si suster tentu saja membuat Alisya tidak terima.
“Tapi sus, saya kakak nya”
“Mohon ditunggu sebentar ibu” setelah itu pintunya ditutup oleh suster tersebut membuat Alisya dan Mike terpaksa menunggu di kursi penunggu.
“Kamu udah kabarin yang lain!” tanya Alisya pada suaminya.
“Aish...belum sayang, akibat panik aku jadi lupa” Mike menepuk jidatnya, “yaudah biar aku aja yang kasih tau mereka, kamu beritahu Atha aja, dia yang paling utama harus tau!”
Mike mengangguk, lalu mengeluarkan ponselnya akan menelepon adik bontot nya tersebut, namun pergerakan harus terpotong oleh suara suster yang tadi.
“Maaf, apa disini ada suami pasien atau ibunya” Kebetulan ia disana hanya melihat satu orang laki-laki jadi ia menatap nya, “Apa bapak suaminya, sekarang bapak boleh masuk!”
“Bukan, saya suaminya!” Pandangan mereka teralih kearah seseorang yang baru datang dengan nafas ngos-ngosan, ia dia Atha.
Mike dan Alisya menatap bingung. Bukannya seharusnya nih anak keluar kota kenapa bisa ada disini? Itu lah isi pikiran mereka berdua. Tapi mereka tidak ingin menanyakan nya sekarang karena terpenting lahiran Luna dulu.
“Baiklah, bapak silakan masuk” tanpa memberikan balasan apapun Atha buru-buru masuk.
“Sus, apa saya boleh masuk” tanya Alisya seketika menghentikan pergerakan suster tersebut, “boleh”
Mendengar jawaban sang suster membuat Alisya lega lalu segera masuk.
Mike sendiri memiliki duduk sembari menunggu yang lain datang.
Beberapa saat kemudian terdengar beberapa langkah mendekat membuat kepala Mike yang awalnya menunduk terangkat.
__ADS_1
“Mike, bagaimana!” Arya bertanya, dia datang bersama Harley dan juga ada Rere.
“iya, gimana bang? Apa baby-nya udah keluar!” Pertanyaan Rere membuat Mike meringis.
“lo pikir anak anjing langsung keluar! Ya harus ada pembukaan dulu lah” bukan Mike itu lho tapi Harley yang menjawab dengan nada judesnya.
“Ngapain sebut anjing segala, gue cuman nanya doang, emang salah ya gue bertanya! Menurut pepatah, segan bertanya sesat di jalan jadi daripada gue salah nyebut mending nanya duluan...emang elo di suruh nanya malah beralasan ini itu” protes Rere seperti panjang kali pendek membuat Arya dan Mike geleng-geleng kepala, kalo sudah ada hubungan nya dengan Harley bakal kayak gini nih, sudah hafal mereka.
Harley mana mau mengalah, sudah tau usianya lebih tua makin melawannya, “Ethh...gak usah sama in sama gue, sok tau aja lo, sejak kapan gue kayak gitu!”
“Em-“
“Kalian bisa berhenti! Pusing Dad dengar perdebatan kalian!” Kata Arya memotong ucapan Rere.
“iya Dad/Om” Saut keduanya sembari membuang muka berlawanan arah.
Mike malah tertawa kecil melihat tingkah ke-duanya, entah kenapa ia jadi ke pikiran untuk menjodohkannya mereka, cocok soalnya.
“Kamu kenapa Mike!” Arya memandang heran putra keduanya tersebut malah tertawa sendiri.
Sadar perbuatan nya disadari, Mike seketika menghentikan ketawa nya, “tidak Dad, hanya ingat yang lucu aja” jawabnya ngasal. Yang hanya membuat Arya ber oh ria.
Sedangkan di dalam ruangan persalinan, Luna sedang berjuang melahirkan baby-nya. Dengan di bimbing Atha dan Alisya di kedua sisi kanan dan kirinya.
“Aaarrghhh...m-asih l-lama dok... Aaarrghhh...” Bahkan Atha dibuat meringis oleh tangan nakal istrinya tersebut yang terus mencengkram lengannya bahkan kadang bergantian menarik rambut nya! Ternyata istrinya itu balas dendam. Tapi ia tetap sabar karena tau rasa sakit yang dirasakan istrinya saat ini tidak sebanding dengan apa yang dirasakan nya.
“sedikit lagi bu”
“Aaarrrgghhh...”
Sedetik kemudian terdengar suara tangisan si kecil yang mana membuat mereka lega, apalagi Atha dan Alisya. Luna seketika menitikkan air mata sembari tersenyum dengan nafas naik turun.
“Makasih ya sayang” Atha mengecup berkali-kali wajah istrinya yang mana hanya membuat Luna tersenyum haru.
“Selamat bayinya laki-laki”
“Dok, kok perut saya masih mulas ya” kata Luna yang mulai merasakan aneh dan itu tentu saja membuat Atha dan Alisya ikut bingung.
Sedangkan sang dokter buru-buru memberikan bayinya ke suster sembari tersenyum kecil.
“Buruan ajan lagi bu! Si adek nya udah mau keluar” mendengar instruksi sang dokter membuat mereka tercengang.
“Twins” ucap Atha dan Alisya serempak sedetik kemudian mereka sama-sama tersenyum, sedangkan Luna telah melakukan sesuai perintah sang dokter.
__ADS_1
...
Di luar, sekarang sudah ada Rini bersama suami dan putranya. Mendengar suara tangisan bayi dari dalam seketika membuat mereka semua mengucapkan syukur Alhamdulillah.
“Udah lahir Dad” ujar Harley tampak antusias sekali.
“Iya semua orang juga tau kali!” Saut Rere dengan nada jutek nya.
“Nyaut aja Lo” Degus Harley mendelik.
“Biarin wueh, mulut-mulut gue” cibir Rere sembari meleletkan lidahnya kearah Harley.
“Gue tarik juga tuh lidah biar makin panjang” Harley melototi matanya.
“Coba aja kalo bisa” Rere malah makin ngelunjak, untung Harley bisa sabar dan apalagi ini dirumah sakit coba saja ditempat lain sudah ia apit tuh anak.
Yang lain hanya menatap dengan malas, masalah sepele saja sampe di perpanjang.
“Eh...kok masih belum ada yang keluar!” namun beberapa detik kemudian terdengar lagi suara tangisan bayi yang mana membuat mereka disana saling memandang bingung.
“Kok bunyi bayi lagi, apa kita yang salah dengar ya” Kata Mike.
“Bukan. Itu memang benar” saut Rini. Yang mana dianggukan oleh yang lain.
“Njiim... jangan jangan kecebong si bontot ada dua”
“Mike bahasamu!” tegur Arya menatap tajam sang putra.
“Mampus!” Cibir Harley.
“Ehehe... refleks Dad” Mike menyengir kuda, tatapan saja sudah membuat nya ciut. Seraya melirik males Harley.
“Dedeknya udah lahir ya pa” oceh Dava yang tampak baru bangun yang sebelumnya tertidur dalam gendongan papanya.
“udah sayang”
“Yeay...Dava punya dedek bayi” Mereka hanya tersenyum mendengar pekikan si bocah.
BERSAMBUNG...
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT
__ADS_1