
Cklek
“Princess abang kenapa Hem!” Zex yang lagi mengecek email langsung beralih kearah adik kesayangannya yang memasuki ruangan kerjanya.
Monalisa terlihat cemberut dan tanpa malu duduk di pangkuan abangnya, Zex tidak marah dia malah senang dengan tingkah manja sang adik. “Kenapa? Apa ada masalah di kantor kamu atau lagi bertengkar dengan Max” Zex mengelus sayang rambut panjang sang adik.
Terlihat gelengan dari Monalisa, “janji ya abang gak boleh marah” zex sempat terheran namun tetap mengiyakan. “Ya janji, kenapa emang nya?”
“Hahh... aku mau Atha, aku mau Atha jadi milik aku. Aku gak rela dia malah bersama wanita lain...” Zex tercengang mendengar pengakuan adiknya, “bukannya selama ini kamu hanya mempermainkan dia mengikuti rencana keluarga kita, dan sekarang kenapa malah berbeda”
“Dulu memang benar tapi entah kenapa semenjak aku liat dia bersama wanita lain hati aku jadi sakit bang, aku gak rela dia jadi milik wanita lain. Aku mau bang Zex bantuan aku buat rebut Atha lagi dan menjadi milik aku”
“Bukannya bang Zex juga mau rebut Alisya, aku tau bang Zex masih memiliki perasaan yang sama dengan dia” Mona menatap abang dengan senyuman smirk nya. Sedangkan Zex tampak berpikir, dia memang ingin sekali menghancurkan rumah tangga Mike dan Alisya, lalu merebut Alisya kembali jadi miliknya hanya milik nya.
“kamu tidak sepenuhnya salah tapi bagaimana dengan keluarga kita, mama, papa dan opa mereka tidak pernah akur dan ingin menghancurkan keluarga Albert. Bukannya jika kamu mendapatkan Atha, kamu juga harus mendapatkan hati keluarga nya” Zex dibuat bingung, sebenarnya mereka beradik tidak terlalu membenci keluarga Albert tapi karena bersangkutan dengan sang kakek mereka harus melakukan hal yang sama. Apalagi dari awal mereka juga telah tau yang salah itu sang kakek dan membuat keluarga mereka dan keluarga Albert bermusuhan.
“Abang tenang aja, bukannya kakek sangat menyayangi ku jadi dia pasti akan mengikuti semua keinginan cucu kesayangan nya”
Zex setuju dengan pemikiran adiknya tapi satu hal yang membuat nya tidak yakin, “Apa kamu lupa sampai kapan pun mereka tidak akan pernah bisa melupakan atas kematian kakek mereka” Namun, Mona tidak peduli, “itu tidak penting bang, jika aku membuat Atha cinta mati dengan ku mereka pasti akan merestui hubungan kami” kata Mona dengan kepercayaan tingkat tinggi.
“Sudahlah, yang perlu abang lakuin membantu ku dan aku juga akan membantu abang mendapatkan kak Alisya” Dengan senyuman merekah Mona keluar dari ruangan tersebut.
Zex memijit pangkal hidung nya, “Sepertinya memang sudah waktunya merebut milikku kembali!” Zex benar-benar termakan perkataan Mona, apalagi memang sudah sejak lama dia ingin merebut wanitanya. Sudah cukup dia menahan amarah cemburu melihat kemesraan Alisya dengan Mike dan sekarang sudah waktunya menghancurkan hubungan mereka.
__ADS_1
...
Di sisi lain, tampak sepasang suami istri dan seorang kakek tua sedang berbincang-bincang.
“Ayah, kapan kita bergerak. Aku sudah tidak sabar lagi menjatuhkan Arya sombong itu!” Dia Alfredo Georgio, papa Mona putra semata wayang tuan Jeon Georgio.
“Mas kamu tenang dulu” ucap istrinya, Wulandari mengusap lembut bahu lebar suaminya.
Jeon, yang dipanggil ayah tersebut tampak melirik sang putra dengan sinis, “Kenapa kau yang jadi ngotot sih. Seharusnya ayah yang bilang begitu. Bukannya ayah telah memerintahkan mu untuk melakukan nya, apa gunanya otak pintar mu jika tidak digunakan” Cetus Jeon memarahi putranya.
Alfredo menatap sang ayah dengan tatapan kesalnya, “Jangan malah mengejek ku, bukannya ayah sendiri yang bilang harus sesuai rencana ayah. Ck... sekarang malah menyalahkan ku” Degus nya.
Mendengar perkataan sang putra, Jeon jadi gelagapan mungkin karena umurnya sudah semakin tua dia jadi lupa alias pikun. “Dasar putra durhaka. Bicara baik-baik saja kan bisa” Alfredo menatap sang malas, sedangkan Wulan tertawa pelan melihat perdebatan anak dan ayah tersebut.
“Makanya jangan jadi pikun...”
“Baiklah kau tenang saja nanti akan ayah pikirkan, yang terpenting kau tetap awasi mereka, kita harus memikirkan rencana dengan baik dan membuat mereka bangkrut dan hancur”
“ayah benar juga. Tapi jangan terlalu lama, aku sangat ingin secepatnya” Bukannya memberikan masukan malah membuat rambut sang ayah semakin memutih.
“Kau pikir mudah, ayah saja dulu terpaksa membunuh dia karena tidak tau dengan rencana apa lagi. Tapi bukannya menurun, Arya jauh lebih pintar dari ayahnya” Jeon memandang putra nya tak suka. Saat melihat putra nya akan protes langsung dipotong, “sudah, lebih kau pergi sana, jangan mengganggu waktu istirahat ku!” usirnya dengan nada malas.
“Ayah mengusirku” Delik Alfredo tidak terima.
__ADS_1
“Lalu kenapa kau mau marah. Sudah sana pergi ayah tidak ingin mendengar ocehan mu lagi...Viko antar saya ke kamar” Viko yang lagi berdiri di belakang sang majikan segera mendorong kursi roda majikan nya menuju arah kamar.
Alfredo, jangan ditanya dia sangat kesal tapi juga tidak mau mengganggu ayahnya lagi karena tidak ingin membuat kesehatan sang ayah menurun.
“Udah mas, mendingan kita balik aja, anak-anak pasti sudah nunggu kita” ucap Wulan dengan lembut.
“Hm” Dia tidak membantah, lalu pergi bersama sang istri keluar dari kediaman sang ayah. Walaupun sudah tua, ayahnya tidak pernah ingin tinggal bersama putra dan cucu-cucunya karena lebih nyaman tinggal sendiri. Sebut saja keras kepala tapi memang begitulah seorang Jeon Georgio.
🌼🌼
Di rumah sakit, ruangan pribadi keluarga Albert. Terlihat Luna masih setia memejamkan matanya entah sampai kapan seperti itu. Atha dan keluarga sudah sering bolak-balik dan berharap Luna akan membuka mata tapi tidak pernah membuahkan hasil.
...
“Sayang sampai kapan kamu tidur hm! Kamu gak kangen aku, kamu gak rindu lihat wajah tampan suamimu Hem...kamu tau aku udah balas perbuatan orang yang udah buat kamu begini dan sudah meregut anak kita!”
“Kamu gak mau lihat siapa orangnya! Kalo kamu lihat pasti kamu bakalan melakukan hal sama seperti aku. Dia Friska, wanita yang selalu gangguin kamu dulu...sayang kamu harus bangun dan kita sama-sama siksa dia!” Atha mengecup beberapa kali punggung tangan sang istri yang bebas dari infus, dan terakhir mengecup lama dahi istrinya. Tanpa di sadarinya, Luna mendengar semua namun tidak dapat hanya sekedar untuk membalas dan menggerakkan anggota tubuhnya. Atha semakin sesak saat melihat air mata istrinya.
“Kamu nangis ya sayang, aku yakin kamu pasti dengar apa yang ku katakan, maaf sayang aku enggak bisa jaga dia”
“Cepat bangun ya sayang, aku mencintaimu!” Atha mengecup sekali lagi dahi sang istri.
__ADS_1
BERSAMBUNG...
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT