Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder

Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder
Chapter 37. Ketakutan Jessica


__ADS_3

Di sebuah ruangan cukup gelap terlihat seorang wanita berusia sekitar 25 tahunan terikat di sebuah kursi kayu dengan mulut di lakban dan jangan lupakan penampilan nya terlihat sangat berantakan.


Kemudian terdengar suara langkah kaki memasuki ruangan tersebut.


Tap


Tap


Tap


Terlihat seorang pria paruh baya berdiri tegap dengan mata menatap tajam kearah wanita tersebut. Di belakangnya juga terlihat seorang pria berdiri sebagai bawahan dari pria paruh baya tersebut.


“Anton!”


“Saya tuan” jawab si pria yang tak lain adalah Anton menunduk hormat kepada atasannya yaitu Arya.


“Bangunkan dia!” Perintah Arya sambil duduk di sebuah kursi yang di sediakan.


Anton segera mengambil air dingin seember dan langsung menyiramkan pada wanita tersebut.


Byurr


Terkejut, wanita langsung terbangun dengan perlahan netra hitamnya menatap ke depan tepat kearah Arya duduk. Saat melihat siapa gerangan wanita tersebut terbelalak dan berusaha memberontak tapi tetap tidak bisa lepas.


“Uhmmm...” tatapan nya sangat ketakutan, apalagi saat mengingat siksaan berapa hari yang lalu.


“Jessica Lendrea Drex, apa kau tau kesalahan mu!” ucap Arya datar dan dingin.


Yap wanita itu tak lain adalah Jessica, wanita yang di usir Atha waktu itu, Arya memang meminta Anton untuk menjauhkan Jessica tapi tidak melepaskan begitu saja tentu saja harus di beri peringatan terlebih dahulu.


Jessica menggeleng heboh, walaupun sebenarnya ia tau telah mengganggu Atha sebagai atasan nya di kantor tapi ia tak ingin mengakui karena menurutnya hanya masalah sepele.


“Saya paling tidak suka wanita murahan seperti mu menyentuh dan mendekati putraku karena kau tidak pantas...tapi dengan lancang nya kau melakukan itu!” Arya tersenyum sinis, jangan pikir ia tidak tau pekerjaan Jessica selain karyawan kantor, yaitu menjadi wanita malam, sungguh menjijikkan.


“Dan yang perlu kau tau keluarga saya dengan keluarga Georgio bermusuhan termasuk orang tuamu jadi jangan pikir saya melupakan itu semua”


Jessica hanya bisa menangis mendengar semua itu, ia benar-benar bodoh sampai melupakan siapa seorang Atha dan sekarang tuan besar keluarga Albert sendiri yang menyekap nya.


“Anton lepas kan lakban di mulut nya”


Mendengar perintah tuannya, Anton langsung menariknya dengan kasar tanpa mempedulikan ringisan dari si empu.


“Hiks..hiks...O-m s-aya mo-hon lepas kan saya! Hiks... S-aya t-i-dak bermaksud begitu om Hiks...!” Mohon Jessica terdengar sangat menyedihkan.

__ADS_1


“Cih...” Anton berdecih sinis mendengar permohonan Jessica, antahlah males sekali ia mendengar nya.


“Apa peduliku!”


“Anton lakukan” perintah Arya terlihat sudah bosan mendengar rengekan wanita tersebut, tidak ada rasa kasihan baginya.


“Baik tuan” Anton mengambil sebuah pisau kecil namun bermata tajam. Jessica melihat itu semakin ketakutan, luka kemarin-kemarin aja belum kering dan sekarang akan di tambah lagi, benar-benar kejam.


“T-i-dak...ja-ngan a-ku moh-on!” Jessica menggeleng kuat dengan badan telah bergetar dan muka semakin pucat.


Anton tak peduli, dan berjongkok tepat di depan Jessica sambil menyeringai devil. Dan melakukan tugas nya sesuai yang di perintahkan tuan besar Arya.


“Aaarrghh...a-m-p-un, S-a-k-it...”


Beberapa terdengar teriakan, rintihan menyedihkan dalam ruangan tersebut, namun Arya tetap tidak menampilkan ekspresi apapun selain datar.


...


Di sisi lain, di keluarga Drex kedua orang tua Jessica tidak mengetahui apapun yang terjadi terhadap putri semata wayang mereka, karena Jessica tinggal terpisah dengan mereka sedangkan mereka sendiri juga sering berpergian keluar kota hanya sesekali menghubungi sang putri sebab tau putri terkadang sibuk bekerja dan tidak terlalu suka di ganggu. Namun, mereka tidak tau sama sekali tentang pekerjaan lain sang putri.


Sedangkan MonaLisa terlihat sedang menggerutu karena tidak di jawab oleh sepupu kesayangan nya itu.


“Kemana sih anak itu? di telpon gak diangkat di samparin ke apartemen nya juga kagak di jawab...aish...” Gerutu Monalisa yang sekarang sedang berdiri tepat di depan pintu apartemen sepupunya Jessica.


“Coba deh tanya sama tante Merry” Monalisa mengeluarkan ponselnya dan memanggil tante Merry nyokap Jessica.


“...”


“Gak ada ya tan...tapi di sini juga gak ada di telpon gak diangkat”


“...”


“gitu ya tan, ya udah nanti aku cek kesana...kalo gitu aku tutup ya tante”


“...”


Tut tut


Lalu MonaLisa berbalik kembali memasuki mobilnya, saat baru masuk ponselnya berdering. Segera ia lihat. Ternyata dari salah satu orang suruhan nya dan dari salah satu abangnya.


“Sialan! Kenapa dia begitu cepat lupain gue...lihat saja gue gak akan biarin kalian bahagia... Lo cuman milik gue Honey”  awalnya ia memang tidak terlalu perduli dan hanya ingin menuntaskan dendam dan rencana keluarga nya namun entah kenapa akhir-akhir ini semenjak melihat dia bersama wanita lain ia jadi cemburu dan tak terima dia bahagia bersama wanita lain.


Ting

__ADS_1


Masuk satu pesan lagi, Monalisa langsung melihat nya karena ia yakin itu pesan yang sangat penting dan ternyata dugaannya benar.


“Oh... ternyata wanita itu juga banyak yang tidak menyukai nya termasuk keluarga dekatnya sendiri...Hmm, rencana gue bakalan lebih mudah dengan mengajak mereka kerja sama”  Monalisa semakin puas dengan pemberitahuan tersebut.


“Atha... awalnya aku memang tidak terlalu peduli namun sekarang tidak...akan aku pasti kamu menjadi milikku lagi hanya milik seorang Monalisa...Ah apa perlu aku buat kamu menanam benih di rahimku dengan begitu kamu tidak akan bisa lari lagi Hahaha...”


“Masa bodoh tentang keluarga ku yang aku inginkan hanya kamu...Ah aku benar-benar gila” Monalisa tertawa seraya menatap sebuah foto yang tak lain foto Atha yaitu bungsunya keluarga Albert.


...


“Hachim...” Atha yang lagi menyeruput teh hijau nya langsung bersin.


“Ck...siapa yang lagi membicarakan ku” Kesalnya ditambah bulu kuduknya tiba-tiba saja berdiri tegak entah apa penyebabnya.


“Sayaaang!” Atha memanggil istrinya yang masih belum keluar dari kamar mandi.


“tunggu bentar...belum selesai” teriak Luna dari dalam kamar mandi.


Sekarang mereka berada di ruangan kerja Atha yang terletak di sebelah kamar mereka.


“Sayang, kamu benaran tidak mau ke dokter”


Ceklek


“ngapain aku ke dokter, seharusnya kamu yang ke dokter bukan aku” balas Luna yang baru keluar dari kamar mandi dan duduk di salah satu sofa yang di duduki oleh Atha.


“Males yank, Lagian aku cuman gak enak badan doang”


Luna berdecak males mendengar jawaban seperti itu.


“Serah...tapi ingat besok gak udah kerja dulu, nanti kalo Daddy tau di marahin lagi!” Oke, Luna mengalah. Suaminya juga ternyata sangat keras kepala. Sejak pagi tadi tidak masuk kerja karena tidak enak badan malah kadang juga muntah-muntah. Di minta periksa ke dokter malah menolak dan saat dokter tersebut akan kesini di larang, katanya ia fine saja hanya masuk angin dan sedikit kurang enak badan jadi tid k perlu periksa ke dokter.


Dan tak lama setelah itu, dia malah minta Luna untuk periksa ke dokter, tentu saja Luna di buat kesal, sakit aja kagak buat apa ke dokter.


“ya udah kamu balik ke kamar aja...gak buka laptop lagi, kamu perlu istirahat penuh sayang”


“bentar sayang”


“Yaudah...aku mau nemui kak Alisya sama Aleta ke bawah” Hanya di balas anggukan oleh Atha.


 


BERSAMBUNG...

__ADS_1


 


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT


__ADS_2