
Hari ini tepat kandungan Luna memasuki bulan ketiga. Semenjak bulan ketiga ini Luna mulai ngidam aneh-aneh. Sedangkan Atha sendiri tidak pernah ngidam aneh-aneh lagi malahan istrinya yang begitu. Terkadang seisi mansion tersebut bingung dan kalang kabut menuruti semua keinginan wanita hamil muda tersebut.
Pernah sekali permintaan aneh Luna yang membuat Atha hampir marah, bagaimana tidak istrinya itu ingin tidur di peluk oleh Daddy nya tentu saja ia kesal dan tak pernah mengizinkan nya. Sedangkan Daddy Arya hanya menghela nafas mendengar permintaan menantunya. Dan untung saja saat itu Luna bisa mengerti dan menuruti suaminya walaupun Luna sedikit jutek.
Dan seperti sekarang ini, Atha yang baru pulang dari kantor harus disungguhkan oleh permintaan istrinya yang ingin makan seblak pedas milik pedagang dekat SMA R’mond sekolah nya dulu.
“Ayo lah kak, aku mau nya sekarang...kalo nanti malah gak enak lagi!” Luna terus merengek menarik-narik lengan kemeja putih Atha.
“Yaudah minta Johan aja beli” ucap Atha dengan nada lelah seraya membuka satu persatu kancing bajunya. Johan adalah salah satu pengawal yang dikhususkan untuk Luna. Dan dua nya lagi bernama Joko dan Mita.
Luna cemberut, “gak mau, aku sama kamu belinya”
Atha mengusap wajah dengan kasar, apa istrinya tidak mengerti ia lelah dan ingin istirahat apalagi ia baru selesai melakukan meeting yang cukup menguras tenaga dan otaknya dan sekarang istrinya ini malah merengek membuat ia gusar saja.
“Kamu ngerti gak sih, aku itu lelah, aku capek...aku butuh rehat dan kamu malah merengek terus...kan bisa kamu pergi sama mereka gak usah aku terus...Gak usah manja deh!!” Sentak Atha dengan suara naik oktaf tanpa sadar membentak istri. Kemudian, beranjak memasuki kamar mandi tanpa menyadari ia telah melukai perasaan istrinya.
Sedangkan Luna terdiam mematung sambil menundukkan kepala, bibir nya bergetar dengan perlahan air mata nya ikut mengalir. Barusan Atha membentak nya, ia paling tidak suka dibentak apalagi orang terdekatnya.
“Kak Atha bentak aku, apa segitu capek nya sampai aku dibentak segala” lirihnya dengan bergetar menahan isakan yang hampir saja lolos.
“Yaudah aku pergi sama mbak Mita aja” dengan cepat menghapus air mata dan berbalik keluar dari kamar.
Saat akan mencari Mita ia berpapasan dengan Alisya yang sedang menggendong Aleta. “Kamu kenapa Lun? Kamu habis nangis?” tanya Alisya saat netra nya melihat mata Luna sedikit sembab dan memerah.
__ADS_1
“Gak kak, cuman kelilipan kok” elak Luna, padahal sudah jelas dari suaranya. Alisya tau Luna berbohong.
“Gak usah bohong sama kakak, kakak tau pasti kamu habis nangis? Coba cerita sama kakak kamu nangis karna apa? Atha apain kamu, HM...”
Namun, Luna tetap menggeleng dan berkata hanya kelilipan, “aku mau temuin mbak Mita bentar kak” kemudian Luna melanjutkan langkahnya mencari Mita pengawal nya.
Alisya tak bertanya lebih lanjut lagi dan hanya menghela nafas saja melihat Luna tidak ingin menceritakan permasalahan nya. Tapi ia juga tak bisa memaksa dan melanjutkan langkahnya pergi ke kamar putri nya.
Luna yang telah menemui Mita langsung mengajak Mita pergi tak lupa Joko dan Johan juga ikut pergi karena memang sudah kewajiban mereka menjaga nyonya muda mereka.
“Nyonya kita mau kemana?” tanya Mita yang telah duduk dalam mobil di bagian pojok belakang bersama Nyonyanya. Sedangkan Johan menyetir dan Joko duduk disebelah-Nya.
“Ke SMA R’MOND saya mau makan seblak pedagang dekat sana” ucap Luna dengan senyuman lebar dan melupakan kesedihannya tadi. Karena yang terpenting seblak pedas keinginan harus dapat. Biarkan saja suami bodohnya itu nanti dapat karma nya.
Berselang lama, mereka sampai di sana dan berhenti di depan penjualan seblak, Karna hari sudah pukul delapan malam, jadi tidak terlalu rame karena tak ada anak sekolah. Luna sendiri langsung turun ingin memesan sendiri.
“ya bentar ya nak” balas penjual tersebut yang juga sedang mengambil kan pesanan pembeli lainnya. Luna hanya mengangguk dan memilih duduk di bangku kosong sambil menunggu seblak pesanannya.
Sedangkan Mita dan Joko hanya berdiri di belakang nyonya tanpa banyak bicara karena jika mereka bicara nanti yang ada ditatap kesal oleh nyonyanya itu. Jadi lebih baik diam saja.
Tak jauh dari sana, terlihat sebuah mobil sport merah menatap kesana. “Kebetulan sekali gue ketemu Lo! Liat aja apa yang akan gue lakuin” wanita itu menyeringai dan terus menunggu disana.
“Ini nak”
__ADS_1
“makasih ya pak” Luna langsung membayar nya.
“Kita kemana lagi nyonya” tanya Mira saat melihat nyonyanya itu telah selesai membayar nya. Bukannya menjawab Luna malah melihat-lihat yang dijual pedagang lainnya. Lalu mata nya berhenti saat melihat sesuatu yang terlihat enak.
“Kalian tunggu bentar disini ya”
“Tapi nyonya...” tanpa mendengar nya kedua pengawal itu Luna langsung berlari begitu saja menyeberangi jalan karena tempat tujuan nya berapa seberang sana.
Sedangkan pemilik mobil sport merah tadi langsung tersenyum jahat melihat mangsa dan tanpa peduli lagi ia melanjutkan mobil dengan kecepatan tinggi bertujuan menabrak Luna.
“Hihihi...mati Lo sialan!” wanita itu tertawa jahat dengan tatapan penuh kebencian nya.
“TIDAK, AWAS NYONYA!!” Terdengar teriakan dari ketiga pengawal dengan panik saat melihat mobil merah itu melaju. Orang-orang disana ku juga ikut kaget.
BRAAKK...
BERSAMBUNG...
__ADS_1
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT