
Luna yang sudah ketiduran tiba-tiba terbangun saat mendengar keributan di luar.
“Ada apa sih, ribut banget bukannya cuman gue doang dirumah” Luna bangun dan segera turun ingin melihat apa yang terjadi. Tidak mungkin halusinasi nya saja kan.
“Kenapa gue jadi penakut gini sih?” Baru saja ingin membuka pintu tiba-tiba rasa takut melanda nya, apalagi ini sudah jam dua belas malam.
“Buka aja deh, gak boleh takut” Sembari memejamkan matanya tangannya segera membuka pintunya.
Doorrr...
“Happy birthday to you... Happy birthday to you...”
Seketika mata Luna terbelalak mendengar suara tersebut, apa ia tidak salah dengar.
Hahh
“Selamat bertambah umur adik ipar!” teriak Mike, Luna menatap mereka semua bahkan ada tante Rini juga, lalu ia melirik kearah suaminya yang katanya mau cari istri baru. Atha tau arti tatapan istrinya hanya tersenyum.
“Happy birthday sayangkuh” Rere dan Zoya memeluk Luna.
“Selamat ulang tahun tante cantik” Bahkan Aleta dan Dava juga ada disana termasuk Zoya dan Rere. Hanya bang Sean sama kak Ana dan Alano yang tidak ada.
“Happy birthday, my wife! Maaf ya soal tadi” Cengir nya yang mana membuat Luna meregut kesal tapi tak dipungkiri diri bahagia, selama ini ia tidak pernah merasakan hal seperti ini.
“Jangan nangis dulu, sekarang tiup lilin nya” tegur Alisya yang memegang kue nya.
Luna hanya tersenyum sembari mengusap air mata nya, lalu meniup lilinnya.
“Selamat panjang umur ya nya” ucap bi Neneng, “makasih ya bi” balas Luna tersenyum haru.
“Selamat ulang tahun Luna nya tante” Rini memeluk Luna.
“Happy birthday putri cantik Daddy” Arya memandang hangat Luna. “Makasih Dad”
Atha memeluk istrinya, dia tau istrinya pasti sangat kesal. “Sekali lagi Happy birthday, honey!” dan mengecup sayang dahi istrinya, lalu turun ke bibir istrinya namun kegiatan nya harus terhenti oleh suara seseorang.
“Ekhem...nanti dulu mesraan nya napa, ada anak kecil nih! gak baik” Mike pelakunya, sengaja karena tidak tahan melihat ke uwuan mereka, dia kan jadi pengen juga.
“Tau tuh, gak tau apa ada jomblo disini” Sahut Rere.
“Makanya cari pacar sana”
“Belum apa yang pas kak”
__ADS_1
“Bilang aja gak laku” cibir Harley, ya dia juga ada disana termasuk Tirta.
“Enak aja, sok tau Lo bang. Gak tau aja Lo mah banyak yang naksir tapi gue aja yang gak mau!” Mendengar nya hanya membuat memutar bola matanya.
“Gak nyadar Lo juga jomblo!” kata Mike yang mana membuat Harley terdiam.
Yang mana membuat mereka disana tertawa bahkan Luna yang awal malu karena ulah suaminya juga ikutan tertawa.
Berbeda dengan Atha, dia tentu saja tidak terima.
“Ck, mengganggu saja!” namun didengar oleh Luna.
“Awws...sakit sayang!” Saat merasa panas di pinggang nya, istrinya kejam sekali.
“Makanya gak usah nyosor sembarangan!” melototi suaminya.
“Kacian dimarahi istri!” ejek Mike yang mana langsung dapat tatapan permusuhan dari Atha.
“Sudah sudah, sekarang buruan potong kue nya”
🌼🌼
Hampir setengah jam mereka disana, sekarang semuanya kembali pulang karena sudah larut malam. Luna juga tidak masalah, kejutan tadi aja udah buat ia senang banget.
“Kok masih nangis sih!” Atha memeluk istrinya yang sedari tadi mewek terus, sebahagia itu kah.
“Kenapa sayang, kamu masih marah!” Jangan pikir ia tidak tau, istrinya ini sangat pendendam, masalah sedikit saja diingat ingat.
Luna mengusap kasar ingusan nya sembari memandang tajam suaminya, “Gak ingat, siapa yang bilang kalo aku tuh istri yang gak baik, semua yang aku lakuin cuman secara terpaksa, jangan bilang kamu amnesia!” Luna berkecak pinggang sembari menunjuk nunjuk garang muka masam Atha.
“Gak gitu say...”
“Dan satu lagi, siapa yang bilang mau cari istri baru, aku mau cari bini baru, bosan sama kamu” potong Luna sembari meniru perkataan Atha.
“Masih gak ingat siapa yang bilang gitu”
Atha di buat kicep, dengan takut takut berkata, “M-maaf sayang, aku gak punya niat sama sekali bilang kayak gitu! Aku ke paksa sayang, semua nya rencana bang Mike sama kak Alisya, aku cuman korban disini!” Sungguh Atha tidak sanggup di gini kan, ia tau perkataan nya tadi memang menyakitkan tapi itu tidak serius sama sekali hanya settingan.
“Bodoamat, mau apa kek yang penting aku marah sama kamu. Jangan harap malam ini tidur di kamar!”
APA!!
Atha seketika melotot lebar, mana bisa begitu, “Jangan dong sayang, aku mana bisa tidur tanpa kamu, sayang!”
__ADS_1
“Lah itu urusan kakak” Luna tetap melanjutkan langkahnya pergi ke kamar menghiraukan rengekan suaminya. Ayo lah ia itu sangat kesal.
“Sayang...”
Brakk
Hampir saja ia jantungan, istrinya ini memang kejam.
Tok...tok...
“Sayang jangan kayak gini, buka in pintunya, Sayaaang!” Atha terus berteriak sembari mengetuk pintunya tanpa henti.
“Huhuhu...sayang, Honey, baby... istrinya Atha...buka dong pintunya!!” Berbagai rayuan Atha lakukan tapi tetap tidak ada respon apapun. Sedangkan di dalam Luna sama sekali tidak menghiraukan teriakkan itu seakan menulikan pendengaran nya.
“Sayaaaang! Ayo dong buka in, Aku minta maaf deh gak bakal gitu lagi!”
“BERISIK, MENDING SANA TIDUR SAMA ISTRI BARU KAMU!!” Luna yang sudah muak mendengarnya berteriak kencang bahkan membuat Atha hampir terjungkal mendengarnya.
Bibi Neneng yang sedang tidur seketika terbangun, terkejut dia.
Atha meringis sembari mengusap-ngusap dadanya, rasa nya ingin menangis.
“Gak sayang, gak ada istri istri baruan, istri aku tuh cuman kamu, gak ada yang lain sayang!”
“Berisik!!” Seketika membuat Atha terdiam, seperti nya memang tidak bisa di bujuk lagi.
“Yaudah” Dengan langkah gontai ia berjalan ke arah kamar tamu, malam ini dia benar-benar tidur sendirian, dia harus menjomblo malam ini.
“Ini semua gara-gara si Mike sama bini nya, coba aja kagak maksa gue pasti gak bakal kayak ini, gue nggak bakal menjomblo!” Atha terus menggerutu, dengan terpaksa ia memeluk guling, benda mati itu, walaupun empuk tapi tidak seempuk istrinya.
Dia hanya berdoa semoga Mike dan Alisya dapat karmanya, yang paling utama sih Mike, abang laknatnya.
Di kamar, saat tak mendengar suara suaminya lagi, Luna bergerak membuka pintu dan menyembul kan kepala nya.
“benaran udah pergi! Emang enak diusir”
“Siapa suruh buat aku kesal” Luna tersenyum miring, puas dia menghukum suami nya itu. Sebenarnya gak tega sih, tapi karena sudah terlanjur kesal jadi bodoamat lah.
Kembali menutup pintunya.
Duk, Luna dibuat tersenyum saat mendapatkan tendangan dari dalam perut nya, “si debay aja dukung mama nya” Luna tertawa kecil sembari mengelus perut buncitnya.
“Maaf ya suami”
__ADS_1
BERSAMBUNG...
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT