Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder

Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder
Chapter 36. Menggoda Atha


__ADS_3

A'L GROUP, ruangan Direktur. ATHALLA.



Terdengar langkah kaki seseorang memasuki ruangan tersebut tanpa sopan santun membuat Atha yang lagi duduk di kursi kerjanya geram.


“Dari mana sopan santun mu memasuki ruangan ku tanpa izin!” Atha berucap dingin tanpa mengalihkan pandangan dari berkas di pegang nya.


Tap


Tap


“Jadi aku gak boleh masuk gitu!”


Atha tersentak mendengar suara familiar itu, lalu mengalihkan pandangan melihat dan ternyata benar. Wajah Atha awal dingin langsung berubah seketika.


“Sayang... ternyata kamu” Atha langsung beranjak dan memeluk istrinya, yap dia Luna. Istri mungil nan montok nya.


Luna yang di peluk hanya mendengus, “sayang pala mu peyang...”


“Jangan gitu dong, aku kan gak tau kalo kamu bakal datang. Lagian kenapa gak telpon aku sih” Atha mengajak istrinya duduk di sofa tanpa mempedulikan pekerjaan nya yang belum selesai.


“Kamu aja yang sok sibuk sampai aku chat pun kagak di liat” cetus Luna manyun sambil bersedekap dada.


“Hah...kapan” Atha mengeluarkan ponselnya dari saku celana dipakai nya, saat memeriksa ternyata benar ada satu pesan dari istrinya.


Saat membaca nya, Atha tersenyum miring seraya melirik istrinya yang masih memandang nya kesal.


“Maaf sayang... soalnya tadi aku lagi meeting jadi gak sempat buka ponsel”


Luna hanya mendengus mendengar nya, “Ck...iya aku ngerti kok”


“Sayang kamu posesif juga ya...takut banget ya aku di godain” Goda Atha sambil memeluk istrinya dari samping.


“bukannya kamu juga sama, jadi gak salah aku bilang gitu” tutur Luna sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Atha.


“iya juga ya...tapi aku senang kok, berarti kamu takut kehilangan aku dong secara aku kan banyak penggemar nya” ujar Atha terkekeh pelan sambil mengelus dan mencium wangi stroberi rambut Luna.


“Lanjut aja kerjaan kamu, aku mau keluar bentar...oiya kamu udah makan belum?” tutur Luna yang akan berdiri.


“Mau kemana? Mending kamu disini aja temanin aku. Kalo soal makanan biar orang suruhan aku aja beli” Atha menahan Luna memeluk dengan erat.


“Iya, t-tapi jangan gini dong. Sesak akunya”


Atha malah cengengesan, lalu melonggarkan pelukannya dengan sebelah tangan mengetik sesuatu di ponselnya.


“mending kamu tidur gih di kamar, nanti kalo makanan datang aku bangunin” ucap Atha saat melihat wajah lelah dan mata sayu istrinya.


“Gendong” rengek Luna dengan bibir mengerucut.


Atha terkekeh, “manja banget sih, istri siapa sih?” Atha mengangkat istri ala koala tak lupa mencuri kecupan manis di bibir itu.


Lalu ia segera masuk kedalam kamar pribadinya yang ada dalam ruangan tersebut. Sampai di sana Atha ikut tidur di king size tersebut masih dalam mendekap istrinya.


Tak butuh waktu lama, merasa istrinya benar-benar terlelap ia kembali melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda.

__ADS_1


Sebenarnya kepala terasa ingin pecah melihat beberapa berkas menumpuk di atas meja kerjanya, rasanya ingin membakar saja tapi tidak mungkin ia lakukan jika tidak bisa di amukan oleh Daddy tercinta.


“Ck...lebih baik kerja melayani orang di cafe dari pada melihat kertas putih ini benar-benar memuakkan!” tapi ya sudahlah terima saja nasibnya menjadi salah satu putra dari keluarga Albert. Ia juga tidak membantah sang Daddy, selain dirinya siapa lagi yang akan meneruskan perusahaan Daddy-nya ini. Sean abang pertama nya menolak karena memiliki perusahaan sendiri dan Mike Abang kedua nya juga telah memimpin perusahaan satu nya lagi, jadi ia bisa apa. Menolak pun tak akan bisa. Karena sebelumnya dari dulu ia kurang suka menjadi seorang pengusaha seperti Daddy dan kedua abangnya. Tapi karena sudah terlanjur dan tak ingin mengecewakan Daddy nya ia harus membiasakan diri.


Atha yang sedang fokus langsung tersadar saat mendengar ketukan pintu dari luar.


Tok...tok...tok


“Masuk” jawab Atha datar.


Kemudian terlihat masuk seorang pria salah satu bawahan Daddy nya menghantarkan makanan sesuai permintaan nya.


“ini pesanan tuan muda” ucap nya sopan sambil meletakkan di atas meja.


Atha mengangguk, “terimakasih, kau boleh kembali” ucap Atha datar.


“Baik tuan muda” setelah membungkukkan badannya pada Atha, pria tersebut segera keluar dari ruangan tersebut.


Atha yang akan bangkit ingin membangun istrinya, namun harus terhenti saat mendengar ketukan pintu lagi. Dengan kesal Atha menjawab, “masuk”


Lalu masuk seorang wanita membawa sebuah map di tangannya, namun bukan itu yang membuat Atha geram tapi cara berpakaian nya.


Bagaimana tidak, baju sangat pendek di atas lutut, bagian dada yang seperti mau tumpah, sudah seperti ****** saja.


“Maaf pak, saya hanya ingin mengantar berkas yang bapak minta kemarin” ucap Wanita itu dengan centil bahkan tanpa tau malu nya mengedipkan sebelah matanya pada menggoda Atha.


“Hm” Atha hanya berdeham dingin lalu menerima berkas tersebut seraya memeriksa nya.


“Keluarlah” titah Atha dingin tanpa memandang wanita tersebut karena takut mata nya terinfeksi melihat pemandangan menjijikkan itu. Beda lagi cerita kalo Luna seperti itu di depan nya... semuanya akan terlihat indah di matanya.


Bukannya pergi, dia malah berjalan mendekati Atha dan dengan lancangnya memegang pundak Atha. Namun langsung di tepis oleh seseorang.


Wanita itu terlihat marah dan saat ingin membalas langsung terpotong mendengar suara dingin atasan nya.


“Jangan membuat saya marah, sekarang keluar kau dan jangan pernah kembali lagi ke kantor ini. Kamu saya pecat!” ucap Atha seraya menarik istrinya ke pangkuan nya, ia tau pasti istrinya dalam mode marah.


Wanita itu terkejut, ia tak menyangka akan di pecat semudah itu, “Saya mohon pak jangan pecat saya! Saya tidak akan mengulangi lagi”


Bukannya kasihan, Atha malah jijik mendengar nya apalagi Luna ia sangat ingin menjambak rambut wanita itu jika saja tidak ada suami disini.


“Saya tidak pernah menarik kata-kata saya kembali, sekarang keluar dari ruangan ku”


“Tapi pak, saya masih butuh pekerjaan ini, saya mohon jangan pecat saya...” Wanita itu menangis, sungguh ia tak ingin di pecat, lalu ia menatap benci karena Luna.


“Semua ini gara-gara kau sialan! berani sekali kau duduk di pangkuan atasan saya!”


Plak


Suara tamparan menggema dalam ruangan tersebut, pelaku nya siapa lagi kalo bukan Luna.


“Jaga omongan lo...apa Lo budeg hahh...gue itu istri nya jadi suka-suka gue dong!” sarkas Luna garang.


“KELUAR!” Habis sudah ke sabaran Atha, lagian kenapa sih Daddy nya bisa menerima karyawan seperti itu, menjijikkan.


Antara malu dan kesal wanita tersebut bergegas keluar, dia tak menyangka akan terjadi seperti ini, dia pikir atasan nya itu akan tergoda dengan tubuh seksi nya ternyata tidak sama sekali, tak ada bedanya dengan pemilik perusahaan ini.

__ADS_1


Di sisi lain, Arya juga geram dan jijik melihat semuanya di balik kamera tersembunyi.


“Anton cari tau siapa wanita itu dan pasti kan menjauh dari putra ku dan tidak mendapatkan pekerjaan di mana pun!” titah Arya pada Anton yang sedang berdiri di belakang nya.


“Baik tuan” Anton membungkuk dan berlalu menjalankan tugas dari tuannya.


10 menit kemudian, Anton Kembali seraya membawa sebuah map dan menyerahkan pada tuan nya. Arya segera membuka nya.


Nama: Jessica Lendrea Drex.


25 tahun, putri semata wayang Verdion Drex dan Mery Riana. Sekaligus sepupu Monalisa.


Arya menggeram setelah melihat data wanita tersebut yang ternyata bernama Jessica.


“Shit! Ternyata bajingan itu masih ingin menghancurkan ku melalui putra bungsu ku!” tetapi berselang kemudian Arya tersenyum devil.


“Anton apa kau telah melakukan nya!”


“Sudah tuan...saya telah membuat wanita itu pergi dan tak akan di terima di perusahaan mana pun”


“Bagus” Arya mengangguk puas, ia tidak akan pernah membiarkan siapa pun menyakiti, menyentuh dan menghancurkan rumah tangga dan kebahagiaan putra-putra nya. Selagi ia masih bernyawa ia tak akan pernah membiarkan itu terjadi, apalagi menyangkut putra bungsunya.


🌼🌼


Malam harinya.


Di kamar.


Terlihat Atha sedang berupaya membujuk istrinya yang ternyata masih ngambek gara-gara kejadian di kantor tadi.


“jangan gitu dong sayang, aku kan udah mencat dia. Lagian kan belum sempat sentuh aku...udah dong marah nya!”


“Kalo gak ada aku mungkin kamu udah di pegang-pegang sama wanita itu...pasti kamu tergoda kan liat yang seksi begitu”


“bukan gitu sayang, aku kek tadi itu karena aku tau kamu disana...”


“Oh...jadi maksud kamu, kamu sengaja biar aku marah dan turun tangan gitu” Sewot Luna langsung memotong ucapan Atha.


Atha menggaruk kepalanya tak gatal sambil menyengir kuda. “hehe...bener banget sayang. Ternyata kamu cemburuan banget. Makin cinta deh” Atha memeluk istrinya. Luna tak menolak, ia juga malu ketahuan cemburu tapi apa salahnya istri cemburu liat suaminya dekat dengan wanita lain. Wajar dong.


“Ih... ngeselin banget tau gak” Luna mengerucutkan bibirnya kesal.


Cup


“Jangan digituin dong kan aku pengen cium liatnya” kata Atha setelah mengecup singkat bibir itu.


“Gak usah cium-cium” galak Luna melotot suaminya.


“Biarin” Atha semakin mengeratkan pelukannya sambil mengendus di leher jenjang sang istri.


“Bikin debay yuk” bisik Atha yang telah mengecup pelan daun telinga dan leher tersebut. Luna jadi geli.


“Besok aja ya...malam ini kita bobok aja” sahut Luna dengan lembut sambil mengelus rambut hitam suaminya.


“Hm...” balas Atha yang langsung mengubah posisinya menjadi tidur. Luna tersenyum dan ikut tidur sambil memeluk suaminya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT


__ADS_2