Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder

Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder
Chapter 94


__ADS_3

“Wahh... kayaknya ada yang punya teman baru nih!” Terlihat seorang siswa dengan seragam sedikit ketat menghampiri meja tempat Aurel duduk diikuti dua temannya. Yang membuat Hana semakin menunduk.


Seluruh entensi seisi kantin ikut memandang kearah sumber suara tapi mereka tidak terlalu kaget karena sudah biasa terjadi.


Brakk


Uhuk uhuk


“Anjiiim...” Spontan Aurel akibat kaget tersedak kuah baksonya.


Seketika membuat mereka bertiga memandang kearah Aurel dengan sinis.


“Heh...anak baru Bilang apa Lo barusan!” Sentak remaja itu yang bernama Gesilla Vanya Prahaja, dan kedua temannya Freya dan Bryna. Mereka dikenal Ratu bully.


Maurel menyenggol lengan Aurel yang duduk di sebelah nya, “lo harus hati-hati ama mereka Au, mereka si tukang bully” bisiknya, yang hanya ditanggapi oh ria oleh Aurel.


Brak...


“Maksud Lo apaan Hah! datang-datang main gebrek aja! Lo gak liat gue makan sialan!” Aurel berdiri ikut menggebrak meja sembari menatap tajam Gisel.


Yang membuat kantin hening, mereka terlalu kaget melihat keberanian Aurel.


“Wahh...berani Lo ya, Lo nggak tau gue siapa Hah!”


Aurel berdecih, “terus Lo pikir gue peduli!” Sembari mendorong sinis bahu Gisel dengan telunjuknya.


“Anak baru aja belagu Lo!” Freya tampak tak terima sahabat nya di dorong.


“terus Lo pikir gue takut” tangan nya mengambil mangkok baksonya tadi dan mengarahkan ke arah Gisel yang sedang mengepal tangannya menahan marah.


Byur...


“rasain, siapa suruh gangguan gue” Aurel terkekeh usai menumpahkan ke kepala Gisel.


“K-urang ajar” pekik Gisel merasa panas.


“Lo...” Bryna mengangkat tangan ingin menampar Aurel namun ditahan seseorang.


“Lo sentuh gue patahin tangan Lo!” Bryna terkejut begitupun anak-anak lain, melihat keberanian Aurel saja mereka sudah dibuat kaget apalagi sekarang melihat ketos turun tangan.


Yap dia Aldebara, awalnya ia tidak terlalu menanggapi tapi saat melihat ternyata adik kembaran ia cukup kaget, masih hari pertama saja sudah membuat keributan. Sebenarnya ia tidak ingin melerai karena ketiga siswi itu pantas mendapatkan nya tetapi saat melihat Bryna akan menampar adik nya tentu saja ia tidak terima. Berani sekali dia ingin melukai adiknya.


“A-Al...” Bryna menjadi gugup apalagi saat mendapatkan tatapan tajam itu tak beda jauh dengan Gisel dan Freya.


“Jangan lancang tangan Lo” Sembari melepaskan dengan kasar. Lalu satu tangannya lagi menarik Aurel. Yang mana membuat Aurel mendegus mau tak mau mengikuti.


Sesaat kemudian, terdengar bisik-bisikan heboh di sana, bahkan Maurel dan Hana masih terdiam kaku melihat adegan tak terduga barusan.


“T-tadi benaran Aurel kan...terus A-al” sedangkan Hana entah kenapa merasa sedikit senang melihat apa yang dilakukan kakel nya tadi.

__ADS_1


“Sialan!” Gisel mengumpat, apalagi melihat tatapan penuh ejekan dari yang lain membuat ny sangat marah dan malu.


“Ck, cabut” dia beranjak dari sana dengan rambut sampe bahu sudah kotor diikuti oleh Freya dan Bryna.


“keren banget tadi, si ratu bully dapat lawan”


“Malu banget pasti tu”


“Eh...tapi gue juga kasihan ama cewek tadi pasti Gisel bakal ngadu sama bapak nya”


“Tapi yang gue kaget ketos lindungin dia”


Berbagai pertanyaan muncul di benak mereka hubungan antara ketos dan Aurel, ini baru pertama kalinya terjadi.


🌼🌼


Di ruangan OSIS.


Al membawa Aurel ke sana, sekarang ia sedang menatap adik kembaran nya itu.


“Au, bisakan gak bikin keributan! Ini masih hari pertama lo masuk!” Ucap Al dengan wajah datar nya.


Aurel yang duduk di kursi depannya hanya memutar bola matanya, “bukan keinginan gue juga bang, Lo nggak liat dia duluan yang cari masalah” jawab nya dengan males sembari bersedekap dada.


Al hanya menghela nafas panjangnya mendengar perkataan Aurel tidak sepenuhnya salah.


“Ck, iye iye” Aurel mengangguk, “tapi nggak janji ya” cengir nya.


“Serah...oiya, kata pak Dirko Lo nggak mau nutupin identitas Lo sebagai kembaran gue? Kenapa?” tanyanya dengan raut bingung, sebenarnya apa yang dipikirkan kembaran nya ini.


Aurel mengedikkan bahunya, “ke pengen aja” jawab nya acuh.


Membuat Al mendegus mendengar nya, emang ada alasan begitu. Tapi ia juga tidak ingin bertanya lagi.


“Pesanin gue makan bang, masih laper gue! Gara-gara si nenek lampir nih!” Perintah nya dengan santai nya.


“Hahh...mau apa?” mana bisa ia menolak, apalagi mengingat Aurel punya penyakit mag.


“Emang ya lo kembaran gue paling terbaik...gue mau seblak sama es teh” Jawabnya dengan senyuman lebar. Al segera mengeluarkan ponselnya dan mengetik sesuatu.


“Ar” Al menoleh kearah sofa memanggil sahabat nya yang sedari tadi duduk disana memejamkan mata.


“Hm” balasnya dengan mata masih terpejam. Aurel sendiri tidak terlalu terkejut karena dari awal masuk ia sudah tau ada orang lain disana. Sekali lirik saja ia sudah tau siapa dia.


Arthur Fernond Harrison, biasa dipanggil Arthur, putra Monalisa dan Max yang tak lain abang Stella.


“awasi nih anak bentar ya, gue mau kebelet” ucap nya buru-buru bangkit. Aurel tentu saja melotot mendengarnya.


“Lo pikir gue anak kecil harus di awasi segala” Degus nya.

__ADS_1


“Lo kan bandel, bisa aja nanti Lo nyolong” kata nya sembari berjalan keluar dari ruangan tersebut.


“Kembaran Laknat Lo!” Emang no have akhlak masa kembaran sendiri di sangka maling. Lemas amat punya mulut.


Berselang lama masuk dua cowok, “Kak, nih pesanan Lo!” ucapnya sembari meletakkan seblak dan minuman untuk Aurel.


Aurel mengangguk tak lupa memberikan senyuman manis pada cowok tersebut, “thanks ya kar” ucap nya pada cowok tersebut yang tak lain ialah Afkar.


“Iye, eh...tapi Lo keren tadi kak!” pujinya dengan senyuman tak kalah manisnya.


“Iya dong, gue gitu loh” ucapnya sembari menepuk dada songong. Yang mana membuat Afkar mendegus males.


“Eh...ada adek es balok gue juga toh!” Ucap nya saat menoleh kearah sofa tempat Ar duduk. Yang di sebut hanya menatap dengan datar.


“Ck, cocok banget kalian berdua sama-sama es balok” ucap pada sang adik dan Arthur. Afkar ikut mengiyakan.


“Lo mau” tawar nya pada Afkar yang dibalas dengan gelengan.


“Yaudah” Aurel memakan seblak nya tanpa mempedulikan ketiga makhluk itu. Afkar juga telah beranjak duduk dekat sahabat sekaligus senior nya itu.


Cowok yang disebut Aurel adek itu, Aiden Nakhla Albert yaitu putra kedua Anastasya dan Sean, adik Alano. Dia berusia 17 tahun, satu tahun di bawah Aurel. Kenapa dibilang es balok karena sifat nya yang sangat dingin dan irit bicara. Termasuk Arthur, cowok bule yang menjabat sebagai Watos.


Aiden dan Afkar juga termasuk anggota osis. Hanya Aurel saja yang bertolak belakang dengan para saudara nya itu.


...


Di sisi lain. Gisel tampak ngamuk sendiri usai mengganti dan membersihkan rambutnya.


“cewek sialan! Berani banget dia mempermalukan gue didepan anak-anak lain!”


Tak jauh beda dengan Freya dan Bryna.


“Ck, dia nggak tau aja kalo yang dilawan nya elo, putri donatur disini!” sahut Freya ikut kesal.


“Tapi gusys...apa ya maksud Al? Kalian masih ingat kan tatapan Al, marah banget!” Mendengar perkataan Bryna mereka mengangguk.


“tapi apa hubungannya coba? Ck, gue nggak rela Al belain dia, seharusnya dia bela gue!” Perlu diketahui Gisel itu penggemar berat Aldebara, bahkan ia secara terang-terangan mengejar Al tapi tidak pernah di tanggapi malahan caranya itu membuat Al makin ilfil dan jijik. Tetapi yang nama nya Gisel, urat malunya sudah putus jadi tidak pernah berhenti melakukan nya.


“awas aja gue bakal balas tuh cewek”


“Benar, kita harus buat dia minta ampun” Mereka tersenyum sinis merencanakan hal licik untuk membalas Aurel.


Apalagi dari penjelasan anak-anak kelas 12 IPS2, dia bukan dari keluarga kalangan atas mengingat dari namanya tidak memakai marga apapun.


 


BERSAMBUNG...


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT

__ADS_1


__ADS_2