Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder

Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder
Chapter 49. Rumah baru


__ADS_3

Seminggu berlalu, Luna diperolehkan pulang, namun bukannya merasa senang tapi malah terus murung. Dia juga sudah tau siapa dalang dibalik kecelakaan nya. Tentu saja dia sangat marah dan semakin membenci Friska, sulit baginya memaafkan kesalahan Friska. Awalnya dia pikir setelah dirinya berada bersama keluarga Atha semuanya akan lebih baik, tapi ternyata malah semakin memburuk, Friska benar-benar tidak ingin membiarkan nya untuk bahagia.


Benar-benar jahat!


Tapi mengingat siapa suaminya dia juga lebih mengerti mungkin diluar sana sangat banyak yang iri dan tidak menyukai hubungan mereka. Ia hanya berharap semoga dikemudian hari tidak ada lagi yang mengusik rumah tangga nya dengan Atha, ya semoga saja. Sudah cukup dia kehilangan anak dikandung nya. Ia juga menyesal jika saja waktu itu ia tidak memaksa pergi keluar mungkin semuanya tidak akan terjadi. Andai saja!.


...


“Sayang, aku mohon! Kamu jangan murung kayak gini teruus...aku tau kamu merasa kehilangan tapi aku juga sama! Aku merasa tidak becus sebagai seorang suami yang tidak bisa menjadi kamu dan dia!” Atha memeluk istrinya sesekali mengecup dahi sang istri yang mana membuat Luna lebih tenang.


Luna menggeleng, “bukan salah kamu kok! Semuanya jelas salah aku sendiri yang gak bisa jaga dia! Seharusnya malam itu aku gak pergi keluar dengan begitu semua nya tidak akan terjadi...Hiksss...maafin aku sayang, a-ku!”


“Shutt...jangan minta maaf semua ini bukan salah kamu tapi salah wanita sialan itu!” Atha meletakkan telunjuknya tepat di bibir sang istri dan berucap dengan lembut namun kasar saat di akhir katanya. Rasanya ia benar-benar ingin menyiksa Friska lebih mengerikan lagi.


Luna diam sambil membenamkan wajahnya di dada Atha. “sudah lebih baik kamu bobok nanti kalo udah sampai rumah aku bangunkan” ucap Atha dengan lembut sembari mengangkat sebelah tangannya mengelus surai istrinya. Tidak ada respon apapun dari si empu, Atha tersenyum tipis.


Setengah jam kemudian, mobil yang tumpangi mereka sampai di depan sebuah rumah mewah namun elegan, bukan mansion. Yap, mereka sudah sepakat untuk tinggal dirumah mereka sendiri. Arya juga tidak masalah, dia tetap bisa mengawasi putra dan menantunya tersebut. Sean bersama Ana istrinya dan putranya Alano juga telah kembali ke Korsel karena mereka memang lebih memilih tinggal disana, Perusahaan utama Sean juga berada di sana. Sedangkan Mike bersama Alisya tetap tinggal bersama Daddy Arya.


...



“Pak tolong bawakan tas ini!” kata Atha pada Yanto menunjukkan tas berisi pakaian istrinya.


“Baik tuan” Yanto segera mengambil tas tersebut tak lupa membukakan pintu untuk sang tuan.


Atha memilih menggendong istrinya karena tidak tega membangunkan dan keluar dari mobil melangkah pelan kearah pintu utama. Disana ia disambut oleh seorang wanita paruh baya yang bekerja sebagai pembantu, Atha sengaja memilih satu karena tidak suka terlalu banyak.


“Bi tolong buatkan kopi untuk pak Yanto sekalian untuk saya” kata Atha pada pembantu tersebut yang bernama Neneng.

__ADS_1


“Baik tuan”  


Atha melanjutkan langkahnya menaiki tangga menuju kamar nya dengan sang istri. Tepat sampai didepan pintu berwarna putih langsung dibuka.


Cklek


Atha memasuki ruangan bernuansa putih tersebut, dan melanjutkan langkahnya kearah King Size dan menidurkan istrinya disana tak lupa membuka sendal dan jaket sang istri. Lalu menyelimuti istrinya terakhir mengecup singkat dahi istrinya.



“Sleep dream, my wife!” Atha juga membuka kemejanya dan pergi ke kamar mandi.


15 menit melakukan ritual mandinya, Atha keluar dengan sudah berpakaian lengkap memakai kaos oblong hitam dan celana Levis pendek berwarna putih. Sebelum keluar ia mengambil laptopnya tak lupa melirik istrinya yang masih tidur dengan senyuman.


Kemudian Atha berlalu keluar menuruni anak tangga dan terus melanjutkan langkah kakinya ke ruangan tamu. Namun, ia tidak melihat Pak Yanto disana.


“Kemana dia?” Atha memilih bertanya pada bibi Neneng.


“Pak Yanto mana bi? Bukannya saya minta buat minuman untuk dia!”


“Maaf tuan! dia memilih diluar jadi saya biarkan saja”


“Gitu, ya sudah”


“Baik tuan, kalo begitu saya lanjutkan kerja saya di belakang” Atha hanya membalas nya dengan anggukan sambil mencicipi kopinya. Lalu membuka laptopnya memeriksa beberapa email masuk.


“Hufff...” menghela nafas panjangnya dan mengambil ponselnya yang tergeletak diatas meja dan mencari kontak seseorang, lalu menelpon nya.


“Segera kerumah saya jangan lupa bawa berkas yang saya minta kemarin!” Tanpa mendengarkan balasan apapun Atha mematikan secara sepihak.

__ADS_1


Sedangkan seseorang yang ditelepon barusan hanya bisa mengusap dadanya sabar terhadap sang tuan.


“Untung bos kalo gak udah saya tukar tambah” gerutunya, dan bersiap-siap akan berangkat  kerumah bosnya.


...


Ting tong...Ting tong...


Atha yang masih berada di ruangan tamu memilih membuka sendiri. Saat dibuka terlihat seorang pria nyengir kuda kearah nya.


“Sore tuan” sapa lelaki itu yang tak lain adalah Tio, asisten sekaligus sekretarisnya. Sedangkan Atha hanya menatap datar dan menyuruh masuk.


“mana berkas nya”


“Ini tuan semuanya sudah lengkap disana” ucap Tio memberikan sebuah berkas pada Atha, yang mana langsung diterima, Atha membuka dan memeriksa nya saat melihat semua isinya Atha mengangguk puas.


“Bagus, sekarang kau boleh pergi” ucap tanpa mempedulikan muka kesal Tio.


“Gitu aja tuan, gak ada basa-basi nya, kasih saya minum atau apa lah...masak seorang tamu tidak beri minuman” ujar Tio protes. Atha hanya menatap Tio dengan datar.


“Minta sendiri sana, saya sibuk”  tanpa peduli Atha kembali melakukan pekerjaannya. Sedangkan Tio memilih menggerutu dalam hati. Saat akan beranjak langkahnya langsung berhenti saat melihat seorang wanita paruh baya membawakan segelas kopi.


“Ini kopinya tuan” Tio membalas nya dengan senyuman. “Terimakasih bi” Tio juga melirik kearah bosnya terlihat sangat serius mengotak-atik laptopnya.


“Haiss...kapan coba saya jadi seorang bos! Biar bisa merasakan apa yang dirasakan bos muda ini”  Tio membatin dengan sesekali menggeleng kan kepala. Tiba-tiba lamunan buyar karena suara Atha.


“Tolong kamu lanjutkan saya mau keatas bentar”


“Hah...b-baik tuan” lagian juga tidak akan bisa menolak. Dengan terpaksa Tio beranjak duduk ditempat Atha tadi dan melanjutkan pekerjaan nya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT


__ADS_2