Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder

Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder
Chapter 75. Kekecewaan Renaldy


__ADS_3

“Ayah kecewa, Kenapa kau bisa se brengsek ini Hah! Ayah tidak pernah mengajarkan mu menjadi pria bajingan melakukan hal tidak baik seperti!...”


“Ayah benar-benar sudah salah menilai mu selama ini, Ayah sungguh kecewa dengan mu!” Renaldy memilih pergi meninggalkan Reno yang masih terdiam mendapatkan tamparan keras dari nya.


Renata hanya menutup mulutnya menahan tangisannya, dia tak kalah kecewanya, padahal dirinya sudah berharap akan menikah kan putranya dengan perempuan pilihan tapi jika sudah begini pupus sudah harapan nya. “Reno bunda gak nyangka kamu akan se brengsek itu”


“M-maafin Reno Bun!” Reno hanya bisa menunduk merasa bersalah sekali, tapi disisi lain bundanya itu juga bersalah karena dari awal tidak pernah ingin pendengaran penjelasan nya bahkan setiap ia ingin membicarakan tentang wanita lain selalu di potong. Sudah terlihat sekali hubungannya dengan Dona tidak di restui.


“Bukannya dari awal Reno sudah pernah bilang sama bunda, jika Reno sangat mencintai Dona tapi apa bunda tidak pernah ingin mendengarkan bahkan saat waktu itu Reno ingin bilang tentang hal bunda selalu menolak, jadi apa lagi salah Reno. Dari awal bunda selalu menyebut gadis yang tidak jelas itu!”  Renata menggeleng ribut, sungguh ia tidak bermaksud seperti itu.


“Dan sekarang jika pun aku harus menikahi Dona, aku siap Bun”


Dari balik pintu Renaldy mendengar nya, karena dari awal dia tidak benaran pergi. Emosinya sudah mereda, di satu sisi dia juga merasa bersalah karena tidak bisa mengerti keinginan putra nya.


Dan sekarang semuanya sudah terjadi jadi tidak perlu menyesali nya lagi yang perlu dilakukan merelakan, mungkin memang sudah takdir dan jodoh.


“A-ayah!” mendengar suara putrinya membuat Renaldy menoleh, dan terlihat Jihan putrinya memandang kearah nya dengan penuh tanda tanya.


“Nanti ayah cerita, sekarang masuk kamar” mendengar perintah ayahnya, Jihan sudah mengerti jika suasana hati ayah nya lagi tidak baik.


“Iya yah” Jihan melanjutkan langkahnya kearah letak kamarnya. Ia juga baru pulang dari kampus tapi saat masuk malah mendengar suara pertengkaran. Dia belum mengetahui apa yang terjadi sebenarnya karena belum ada juga yang cerita.


...


Di sisi lain, Dona sudah mulai lebih baik, bahkan ia sudah berkeliaran di luar bermain bersama teman-temannya. Ia sudah tidak memikirkan janin dalam kandungan nya, apalagi saat mendengar penjelasan mama dan papanya membuat pikiran nya sedikit lebih tenang.


“Lo yakin nanti mau besarin anak Lo sendirian” tanya temannya.


Dona mengangguk acuh, “iya mau gimana lagi, kalo dia masih kagak mau tanggung jawab ya udah, capek juga mikirin nya” santay sekali ibu hamil satu ini, sudah tidak stress lagi.


“Menurut gue ya, kalo memang dia masih sayang ama Lo pasti bakal tanggung jawab sama perbuatan dia sendiri”


“Ck, gak tau gue, pusing mikirin tau gak sih. Gue tuh pengen happy jadi masa bodo lah”


Mereka tertawa, “Lo mah dari SMA gitu-gitu aja, gak pernah serius”


Dona memutar bola matanya melas, “ribet juga buat serius beb, gini aja gue udah mau serius tapi malah ditinggal gitu aja, sakit cuy” curhat nya sembari menepuk-nepuk dada nya.


“Serah Lo na”

__ADS_1


“Eh...itu bukannya cewek yang Lo bilangin waktu itu ya” Gadis yang di sebut Aca melihat kearah seorang wanita hamil baru memasuki kafe tersebut, Dona dan yang lain mengikuti arah pandangan Aca. Dan ternyata yang di sebut Aca itu tak lain adalah Luna yang datang bersama kedua sahabatnya.


“Bukannya suaminya anak orang kaya itu ya”


“He’em” Dona hanya mengangguk males, terlalu males membicarakan sepupunya itu.


“Beruntung banget dia ya, udah kaya ganteng lagi siapa juga yang gak mau dapat posisi kayak dia!”


“Beda ya sama teman kita, malah ditinggal kekasih” Dona yang merasa diejek tentu saja kesal.


“Bisa gak sih, bedmood gue. Lagian gak usah bandingkan gue ama bini orang miliader itu, gak bakal sebanding” cetus Dona dengan nada sewotnya.


“Iya iyaa...yang kesal mah beda” masih juga meledek si bumil.


🌼🌼


Di tempat Luna, sehabis makan siang bersama kedua sahabatnya ia buru-buru pulang karena sebentar lagi suaminya bakal pulang kerja bisa ngambek lagi kalo tidak bertemu diri nya dirumah.


“Sayaang...kenapa baru pulang sih?” Nah kan baru saja menginjakkan kakinya di teras rumah sudah terdengar suara rengekan pria muda yang sayangnya suaminya itu.


“Ya tuhan, sabar napa kak. Kan udah aku bilang hari ini aku tuh masuk siangan dan tadi juga habis makan sama Zoya dan Rere!”


Sampe di kamar ia tidak menemukan si suami, “benaran ngambek nih” lalu ia mendengar suara air di kamar mandi, “lagi mandi ternyata, gue pikir benaran ngambek” gumamnya, lalu menyiapkan pakaian untuk suaminya sebelum berbalik keluar tujuan dapur.


Di dapur.


“Udah masak bi” tanya nya saat melihat bi Neneng sedang berkutat dengan alat-alat dapur.


Mendengar suara majikan membuat bi Neneng menoleh dan menjawab, “belum nya, dikit lagi!”


“Sini biar Luna bantuin” bi Neneng hanya mengiyakan saja mau melarang juga tidak akan bisa, jelas majikan nya sendiri.


Ting tong...Ting tong...(bunyi bel rumah)


“Kayaknya ada tamu bi, sana bukain bi biar Luna yang nyelesain masaknya”


“Iya nya” Bibi Neneng segara pergi ke arah pintu utama.


“Siapa bi” teriak Luna. Namun sebelum mendengar balasan bi Neneng terdengar suara lengking bocah.

__ADS_1


“Tanteee... cantik” dari suaranya saja Luna sudah tau siapa lagi kalo bukan Aleta kecil. Terlihat Aleta berlari-lari kecil kearah nya diikuti Alisya.


“ternyata princess cantik tante” Luna mengelus surai hitam kecoklatan Aleta yang sekarang sedang memeluk nya.


“Tante cantik pasti masakin buat leta ya” katanya dengan PD nya membuat Luna tersenyum.


“Ih... siapa juga yang mau masakin kakak, kakak aja baru dateng” kata Alisya yang sengaja meledek putrinya.


“Kok gitu sih, telus buat siapa dong”


“Buat om dong” Saut Atha yang entah sejak kapan ada disana.


Seketika membuat Aleta cemberut, “ih...om kan udah besal masa masih di masakin sih”


“Om nya manja” cibir Luna.


“Masa kalah sama leta, leta aja masih kecil ndk pernah manja tuh” kedua wanita itu seketika tertawa mendengarnya.


“Dasar bocah” lalu ia angkat tubuh berisi Aleta. Lalu mencium gemas perut buncitnya.


“Hihihi... geli om”


“Rasain siapa suruh nakal sama om”


“Udah kak, buruan makan gih” lerai Luna.


“Kita makan yuk” dan Aleta mengangguk semangat.


“Sekalian kak” katanya pada Alisya.


“Nanti aja na, masih kenyang baru siap makan tadi”


“Yaudah”


 


BERSAMBUNG...


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT

__ADS_1


__ADS_2