Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder

Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder
Chapter 38. Ternyata Hamil


__ADS_3

PUKUL 04.30 DINI HARI.


“Huek...huek...”


Luna yang sedang tidur terpaksa bangun saat mendengar suara seseorang muntah dari arah kamar mandi. Dengan langkah pelan Luna kesana.


“Muntah lagi” Luna menghampiri suaminya yang lagi berusaha muntah di wastafel, tak lupa mengurut tengkuk belakang suaminya.


“Huek...gak mau keluar sayang... padahal mual banget” Atha berbalik dan langsung memeluk tubuh istrinya.


“Kamu masuk angin lagi...udah dari kemarin kek gini teruus, nanti periksa sama dokter ya...gak boleh nolak lagi, ini demi kebaikan kamu” ucap Luna sambil mengusap lembut punggung tegap suaminya yang lagi lemas itu.


“Uhmm...lemas banget sayang, rasanya cuman pengen rebahan aja” ujar Atha dengan nada lemah. Luna hanya terkekeh pelan, lalu membantu Atha keluar dari kamar mandi menuju kearah tempat tidur.


“Bentar aku buatin teh hangat” ucap Luna setelah Atha berbaring di atas tempat tidur dan melanjutkan langkahnya keluar menuju lantai bawah pergi ke dapur.


“Eh...Luna udah bangun, mau buat apa?” tanya Alisya yang kebetulan juga dari dapur mengambil segelas air putih.


“Iya kak, ini mau buatin teh hangat buat kak Atha”


“Apa masih kurang enak badan” tanya Alisya lagi karena tau dari kemarin adik ipar nya itu lagi kurang sehat.


“Iya kak, dia muntah-muntah lagi” jawab Luna dengan nada khawatir.


Alisya mengangguk, lalu menatap kearah Luna dengan intens seraya tersenyum. “Feeling kakak ya... mungkin kamu perlu periksa deh”


Luna semakin bingung, perkataan kak Alisya sama seperti ucapan Atha kemarin benar-benar aneh, bikin puyeng aja.


“Ngapain aku sih...kakak aneh banget sih...yang sakit itu kan kak Atha bukan aku kenapa harus aku yang di periksa” Kan Luna jadi kesal.


Alisya hanya terkikik melihat raut kesal Luna, “pokoknya nanti pagi kamu harus ikut kakak...buat suami kamu nanti panggil Dokter Juli aja. Yaudah kakak ke kamar dulu”


“Iya kak” Luna hanya mendesah pelan mendengar perkataan kak Alisya.


...


Siang harinya, seperti yang dikatakan kak Alisya Luna pergi bersama nya ke RS. Sebelum nya setelah dokter Juli periksa Atha, dokter itu juga mengatakan hal sama yang mana membuat Luna jadi bingung. Dan sekarang Luna pasrah saja, ia juga penasaran hasil pemeriksaan nya.


“Kak kenapa kita ke dokter kandungan? Siapa yang hamil? Apa jangan-jangan kakak hamil lagi” Luna bertanya seperti orang bodoh, namun jika itu benar ia tentu saja ikut senang.

__ADS_1


Alisya menggeleng seraya melirik Luna males, “bukan Luna sayang tapi kamu yang akan di periksa, untuk memastikan dugaan kakak” Lalu Alisya menarik lengan Luna masuk ke dalam saat melihat Luna linglung.


Beberapa menit kemudian...


“Bagaimana dok? Apa benar Luna hamil” tanya Alisya terlihat sangat antusias sekali, sedangkan orang yang di bicarakan terlihat terkejut.


Dokter bernama Dora itu tersenyum, “dugaan nyonya benar, nona Luna sedang hamil masih berusia 1 Minggu. Dan pesan saya nona harus menjaga nya dengan hati-hati jangan sampai kelelahan karena kandungan nona masih terlalu muda” jelas Dokter Dora sambil menatap kedua wanita cantik berbeda usia tersebut.


Deg


Luna tersentak, apa ia hamil, sungguh ia hamil anak Atha. Lalu ia melirik kak Alisya yang sedang tersenyum tulus pada nya.


“Akhirnya kamu hamil Luna” pekik Alisya seraya memeluk Luna hangat. Luna sendiri tak kalah bahagia nya, berarti penyebab Atha muntah-muntah itu memang karena dirinya. Tapi ia tak menyangka suaminya yang merasakan bukan dirinya.


“Hah...sebentar lagi aku bakalan jadi seorang ibu” batin Luna tersenyum bahagia.


🌼🌼


Sepulang dari rumah sakit, Luna cepat-cepat menemui suaminya.  


“Kira-kira kak Atha bahagia nggak ya...kalo enggak awas aja bakal aku pecat jadi suami” gumamnya.


Dan ternyata dugaannya benar, lihatlah suaminya itu malah sibuk dan fokus sekali dengan laptopnya tanpa menyadari kedatangan diri nya.


“Hahh...katanya sakit, lemas banget pengen rebahan aja tapi sekarang malah fokus banget sama laptopnya” ucap Luna pelan seraya geleng-geleng kepala.


“Sayang...kamu masih butuh istirahat jangan kerja lagi, kan bisa di kerjain besok” ujar Luna setelah menghampiri suaminya seraya memijit pelan pundak sang suami.


Merasakan pijitan itu akhirnya Atha tersadar namun tak menghentikan pekerjaannya. “Bentar lagi sayang...aku gak mau Daddy yang kerjain, apalagi kamu tau kan sebentar lagi perusahaan itu akan di berikan padaku, gak mungkin aku malas-malasan”


Luna hanya menghela nafas dengan panjang mendengar ucapan suaminya. Sebab ia juga tau suami nya akan menjadi pemimpin perusahaan besar tersebut yang mana di serah kan oleh Daddy Arya sendiri. Tidak Direktur lagi.


“Yasudah...tapi jangan terlalu kelelahan” sahut Luna yang mana langsung di anggukan oleh Atha.


Kemudian, Luna berbalik keluar tidak ingin mengganggu suaminya. Walaupun sebenarnya ia ingin mengatakan tentang kehamilan nya tapi saat melihat kesibukan suaminya ia urungkan, mungkin nanti malam aja.


...


Di sisi lain, tepatnya di kediaman keluarga Drex. Terlihat seorang wanita yang tak lain adalah Jessica pulang dalam keadaan tak baik dengan beberapa perban di tubuh dan wajah nya.

__ADS_1


Kedua orang tuanya sangat khawatir sekali dan marah dengan keadaan putri mereka. Di sana juga ada Monalisa, karena memang dia yang membawa Jessica kesana.


“Ya tuhan! Kenapa kamu bisa begini nak? Siapa yang lakuin ini pada mu bilang sama kita!” pekik Merry dengan pipi telah basah karena air mata yang tak hentinya mengalir dari lupuk matanya.


“Iya sayang! Sekarang kamu bilang siapa yang buat kamu begini? Biar papa baut perhitungan pada nya!” tuan Drex sangat marah sekali, ia tak terima dengan kondisi sang putri.


Jessica hanya diam seraya menggelengkan kepala, terlihat dari tatapan nya sangat ketakutan.


“Jes, Lo bilang dong...jangan geleng-geleng terus” Monalisa sedikit kesal melihat sepupunya itu, dari awal ia menemukan di rumah sakit anak itu selalu diam seperti orang bisu.


Kedua orang tuanya semakin sedih, mereka tak tega melihat kondisi sang putri, sungguh memprihatinkan.


Setelah beberapa kali di bujuk dan paksa untuk bicara namun tidak ada hasil apapun Jessica tetap bungkam. Dan akhirnya terpaksa mereka menyerah.


“Sudahlah, mungkin Jessica masih trauma...besok kita tanyakan lagi, sekarang dia butuh istirahat” ujar Merry.


“Yasudah kamu bawa ke kamar biar dia bisa istirahat dengan tenang” lanjut tuan Drex pada istrinya.


Setelah Merry dan Jessica pergi sekarang hanya tinggal Monalisa dan tuan Drex di ruangan keluarga tersebut.


“Om tenang aja...nanti aku cerita in semua nya sama papa. Aku yakin setelah ini masalah Jessica bisa ditangani, kita harus tau dulu siapa pelakunya!” ucap Monalisa pada tuan Drex.


“Om juga berharap begitu, setelah tau om sendiri yang akan membalas orangnya karena telah melukai putri kesayangan om” ujar tuan Drex, namun matanya malah menatap Monalisa genit. Sedangkan Monalisa sendiri hanya membalas dengan mengedipkan matanya.


Monalisa berdiri seraya menghampiri om nya tersebut dan berhenti di depan nya.


“Ah...om sayang kau pasti menginginkan nya lagi... jangan lupa nanti aku tunggu di hotel xxx” bisiknya tepat di telinga tuan Drex tak lupa menjilati nya. Setelah itu pergi ke arah kamar Jessica ingin berpamitan pada tante Merry.


Tuan Drex hanya bisa menahan sesuatu di bagian bawah nya yang sudah terbangun karena ulah kekasih gelapnya itu.


“****! Hanya karena bisikan dia membuat ku bergairah!” umpat nya dalam hati.


 


BERSAMBUNG...


 


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT

__ADS_1


 


__ADS_2