Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder

Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder
Chapter 76. Manja nya si bayi besar


__ADS_3

“Kak, benaran gak mau bangun nih. Ini udah hampir jam sembilan lho! Bukannya kamu bilang mau nganterin aku!” Luna mengelus lembut surai suami nya yang masih tidur di jam seharusnya sudah berangkat ke kantor. Alasannya tidak ada kerjaan yang penting jadi memilih melanjutkan tidur sampe kesiangan.


“Hmm...gak usah pergi, tunda dulu” Atha membalikkan badannya menghadap istrinya lalu memeluknya sembari menyahuti dengan enggan membuka matanya.


“Gak bisa gitu dong, aku ada tugas tambahan hari ini. Gak bisa liburan”


“Nurut sayang”


Luna menghela nafas dan menjawab, “iya iya nurut nih” dengan terpaksa menuruti perintah suaminya.


“Gitu dong”


Cup


Luna yang mendapatkan kecupan manis di pipinya hanya mendengus, “ih...bau ahh...malah cium-cium sana mandi!”


“Bentar sayang, masih peluk” rengek nya dan malah mengeratkan pelukannya.


“Jangan erat-erat kak, nanti si debay ke pencet” protes Luna.


“Gak kok. Lagian siapa suruh lama lama disana, suruh cepat keluar biar aku gak ke halang lagi mau peluk”


Luna melototkan mata nya, “sembarangan kamu. Dasar bayi besar”


“Biarin” Luna hanya pasrah dengan mode manja si bayi besar.


...


Di sisi lain.


Dona tidak menduga ternyata Reno memang benar datang kerumah dan lebih mengejutkan dia bersama kedua orang tuanya.


Bahkan rona mama dan papa sudah menjadi cerah tidak seperti biasanya. Ya kebetulan hari papanya tidak berangkat ke kantor.


“Jadi bagaimana?” Sandi memulai pembicaraan dengan mengajukan pertanyaan.


“Saya sebagai ayah Reno benar-benar meminta maaf atas perbuatan putra saya. Semuanya salah saya karena tidak mendidik nya dengan benar”


Reno yang mendengar kata-kata ayahnya hanya menunduk diam, namun tak kayak sesekali netra nya melirik kearah Dona yang sekarang duduk di sofa depan nya, Dona pun juga begitu.


“Tidak perlu bicara seperti itu, yang perlu kita lakukan hanya mempersatukan mereka dengan ikatan sebenarnya, mungkin memang mereka sudah di takdirkan untuk bersama, walaupun berawal dari cara yang salah” ucap Sandi sembari tertawa kecil, Santi yang berada di sampingnya hampir saja dibuat cengo mendengar kata-kata suaminya, bijak sekali. Tidak seperti biasanya, mungkin karena terlalu senang otaknya jadi ikut jernih.


Renaldy hanya tersenyum kecut hanya istrinya yang diam saja sejak tadi. Renaldy tau istrinya masih belum terima dengan kenyataan.

__ADS_1


“Reno...” mendengar suara ayahnya membuat Reno tersadar dari lamunannya.


“Maaf om...”


“aish...tidak perlu memanggil om, bukannya kamu akan menikah dengan Dona jadi panggil papa saja”  potong Sandi.


“Ah...baiklah Pa, sebelumnya saya meminta maaf karena sudah membuat putri papa menanggung hal yang seharusnya belum waktunya, saya benar-benar minta maaf sebesar-besarnya. Dan kedatangan saya hari ini ingin bertanggungjawab atas apa yang telah saya lakukan!” Terlihat sekali dari kedua mata hitamnya tersimpan sebuah penyesalan.


“Sudahlah kau tidak perlu meminta maaf, papa dan mama sudah memaafkan mu asalkan kau mau menanggung akibat telah kau perbuat” Dona sampai di buat hampir muntah saat mendengar ucapan papa nya sungguh pandai sekali berkata-kata.


“Iya, sebelumnya mama juga minta maaf karena pernah berkata tidak baik padamu” Sambung Santi dengan senyuman sok hangat nya.


Hampir setengah jam mereka menghabiskan waktu berbincang-bincang bersama sekalian membicarakan hari pernikahan putra-putri mereka. Kemudian Renaldy bersama Renata dan Reno pamit pulang.


Sepeninggalan mereka, Sandi dan Santi bertos ria. Karena apa yang mereka inginkan akhirnya terwujud kan juga. Mereka akan mendapatkan menantu kaya raya, sungguh apa yang kau dustakan.


“Gak nyangka si Reno sendiri yang bakal dateng sama mereka”


“Mama sih selalu saja berpikir negatif, sekarang liat kan semua yang mama pikiran gak sesuai kenyataan”


“Ck, sudah lah tidak usah mengingat nya lagi” Degus Santi.


“Giliran aku yang bilang gitu marah, tapi mama yang bilang gitu papa selalu salah mau marah malah diberi ancaman”


Sandi yang dibilangin tentu saja tidak terima, “enak aja, kapan aku gitu. Perasaan kamu aja kali”


“Masih ngelak, terus sekarang ini apa Hah! Udah hampir jam sepuluh tapi kamu malah santai santai, gak ingat kerjaan kamu, dari mana dapet uang kalo kerja aja males malesan. Masih untung dapet calon mantu dari kalangan atas”


Mendapatkan omelan mentah mentah dari istrinya membuat Sandi kesal sendiri, “kamu apaan sih kan udah aku bilang hari ini aku gak ada kerjaan. Lagian tadi kita juga kedatangan besan” sahut Sandi membela diri.


“Oh...gitu bilang dong dari tadi”


“Tapi masih ada kan, jangan lupa transfer ke rekening mama, soalnya mama mau Shopping nanti siang”


“Iya ma, soalnya itu mah tenang aja pasti bakal papa transfer” Santi mengacungkan jempolnya pada Sandi, suaminya emang pengertian tapi kalo ada uang nya aja sih.


“Terus aku pa, aku kan juga mau Shopping kayak mama” Kata Dona yang sejak tadi hanya memperhatikan perdebatan kedua orang tuanya tersebut.


“minta dong sama calon suami kamu” ujar Santi.


“Itukan beda lagi mah, sekarang ini aku tetap harus minta papa dong, kan Dona masih tanggung jawab papa” sahut Dona yang mana membuat Santi seketika terdiam.


“Tenang saja, papa pasti bakal transfer juga ke kamu, jadi gak usah ribut”

__ADS_1


“Gitu dong pa, harus adil. Gak mama aja yang di kasih” Dona tersenyum lebar tak lupa mencium pipi papa nya. Yang mana hanya dapat tatapan males dari Santi.


“Tapi kamu juga harus ingat, kalo udah nikah jangan lupa terus berbagi sama mama dan papa. Kamu harus bisa transfer tiap bulan buat kita” tegas Sandi yang mau enak nya saja.


“iya mama ku sayang, soal itu mah aman kok, pasti bakal aku transfer terus. Mama sama papa hanya perlu menikmati saja” katanya sembari memeluk kedua orang tersayang nya.


“Putri papa memang terbaik”


“Iya dong, siapa dulu mama nya”


Mereka malah asik tertawa tanpa menyadari Davin mendengar semua yang sedang berdiri di pintu masuk.


“EHEM... bahagia banget kayaknya nih sampe lupa sama Davin”


Mendengar suara Davin membuat ketiga nya menoleh.


“Eh...udah pulang sayang” Santi menghampiri Davin dengan senyuman hangat nya.


“Udah ma, kerjaan Davin juga udah selesai” jawabnya, yang sebelumnya dari tempat temannya karena semalam ia nginap disana mengerjakan tugas sekalian bermain.


“Jadi ada apa nih bahagia banget” tanya Davin sembari menatap mereka satu persatu.


“Jelas dong, bentar lagi Dona bakal nikah sama Reno jadi mama gak perlu malu lagi sama tetangga” ucap Santi dengan antusias membuat Davin geleng-geleng tapi tak dipungkiri ia juga ikut senang dengan begitu adik kembaran nya tidak melakukan hal buruk lagi pada janinnya.


Walaupun sebenarnya ia tau apa yang sebenarnya membuat kedua orang tuanya itu paling bahagia, tapi ia juga tidak bisa mengatakan apa-apa karena sudah bosan juga mengingatkan mereka.


Biarkan saja mereka sadar sendiri.


“kamu pasti belum makan”


“Belum ma”


“Yasudah yuk makan biar mama temani” lalu menoleh kearah suaminya, “dan kamu pa, mending sana pergi kerja”


“Mama budeg ya kan udah papa bilang hari papa gak kerja. Gimana sih! maksa banget” Namun, Santi tidak mempedulikan gerutu an suaminya dan malah pergi dengan Davin.


Dona yang masih berada disana hanya memandang kasihan papanya, lalu juga membawa langkahnya pergi meninggalkan Sandi yang masih menggerutu sendiri.


Setelah puas, ia juga beranjak dari sana.


 


BERSAMBUNG...

__ADS_1


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT


__ADS_2