Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder

Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder
Chapter 21. Minta penjelasan


__ADS_3

Keesokan harinya, Rehan tampak sudah bersiap-siap pergi ke Resto yang sekarang sudah menjadi miliknya.


Di halaman depan, tampak Yanto telah menunggu, Rehan hanya berdecak melihatnya, apa tidak pegal kakinya berdiri terus dari tadi.


Tapi ia tidak menegur hanya diam saja, lagian kalo ditegur pun jawaban tetap sama.


Yanto dengan cegat membukakan pintu nya mobilnya, Rehan hanya diam dan masuk ke dalam.


“jalan” perintah Rehan, yang langsung dituruti patuh oleh Yanto.


Selama dalam mobil, Rehan hanya fokus main ponsel, itu adalah ponsel mahal yang di berikan Yanto sebelumnya, katanya ini memang di belikan khusus untuk nya.


“Sudah sampai tuan” ucap Yanto yang mana membuat pandangan Rehan teralih dari ponsel nya. Aish... ternyata memang sudah sampai. Selesai menyimpan ponselnya, ia segera keluar tentu dengan pintu di buka oleh Yanto.


Para karyawan yang melihat kedatangan Rehan segera menyambut nya sebab sudah di beritahu oleh Andrew bos mereka sebelumnya.


Rehan merasa sedikit aneh melihat sambutan mereka tapi entah ia merasa sudah pernah di perlakukan seperti itu namun, tidak tau kapan.


“Eh, gak asik gak ada teman curhat gue lagi” seru Reza yang merasa tak menyangka Rehan akan menjadi atasan nya.


“Ck, Lo harus sopan dia sekarang bos kita” ucap salah satu teman kerjanya. Reza hanya mendengus, “tau” lalu melongos pergi menghantar pesanan.


Sekarang Rehan sedang berada di ruangan khusus nya di temani oleh Yanto.


Tok


Tok


Terdengar suara ketukan dari luar, Rehan meminta Yanto membukakan. Dan ternyata manajer Ria.


“Maaf mengangguk waktu tuan bos” ucap Manajer Ria tak enak.


“Ya, Ada apa!”


“Di luar ada seseorang ingin bertemu tuan bos, katanya ada hal penting di bicarakan”


Rehan mengernyit, memang siapa yang ingin bertemu dengan nya, benar-benar membuat bingung dan penasaran saja.


“ya sudah” angguk Rehan sebab ia juga penasaran.


“Mari tuan bos” Manajer Ria menuntun Rehan ke salah satu meja yang di tempati orang tersebut. Kemudian kembali ke tempat kerjanya. Yanto sendiri ikut berdiri di belakang kursi Rehan, padahal sopir tapi terlihat seperti bodyguard saja. Rehan sendiri hanya melirik Yanto jengah.


“maaf apa benar anda ingin bertemu saya” tanya Rehan sopan tapi terkesan datar.


“Maaf mengganggu waktu tuan muda, saya kesini hanya ingin menyampaikan sesuatu tentang identitas asli tuan muda” ucap pria itu yang ternyata adalah Anton asisten Arya.


“Hahh...”


“Maksudnya?” Rehan semakin bingung tapi entah kenapa jantungnya jadi deg degan.

__ADS_1


“Maksud saya, tuan muda adalah anak bungsu tuan besar, saya tau untuk sekarang tuan muda tidak akan mengingat nya sebab tuan muda masih amnesia”


Rehan menegang, matanya mulai memanas jantung berdegup kencang, “jadi... M-maksud nya...” Rehan tak sanggup melanjutkan perkataannya.


“Jika benar terus siapa keluarga saya dan siapa orang tua saya? Saya tidak akan percaya semudah itu” Rehan merasa sangat senang tapi tak akan percaya semudah itu bisa saja kan pria ini penipu.


“Anda harus percaya dan di sini terdapat sebuah bukti” ucap Anton sambil menyerahkan sebuah map.


Rehan yang sudah menerima nya dengan cepat membuka nya. Disana di jelaskan secara rinci bahkan ada beberapa foto dirinya bersama beberapa orang, bahkan ada juga hasil tes DNA yang semakin membuktikan.


Namun, mata Rehan terfokus pada seseorang dalam foto tersebut,


“Bukannya ini pria waktu itu ya, mirip soalnya!" batin Rehan.


“Bagaimana tuan muda? Apa sekarang tuan muda percaya”


Rehan menutup kembali map itu, “Hm” deham Rehan seraya mengangguk pelan.


“Dan soal resto ini sebenarnya sudah di beli tuan besar dan di serahkan pada tuan muda”


Rehan melotot tak percaya, pantasan si Andrew itu dengan santai menyerahkan padanya ternyata udah di beli oleh si taun yang ternyata ayahnya.


“Dan dia...” Rehan menunjuk Yanto, mungkin saja juga suruhan dia.


“Benar tuan muda, dia adalah suruhan tuan besar untuk menjadi sopir pribadi tuan muda”


“Oh gitu” untuk sekian kali Rehan di buat kaget. Tak di sangka ternyata dia anak orang kaya. Berarti yang di katakan Reza tentang keluarga Albert, miliarder itu yang kehilangan anak waktu itu berarti dirinya dong. Benar-benar tak disangka. Lagian kenapa juga ia harus amnesia segala, Sepertinya dia memang harus membalas orang-orang yang menyebabkan ia jadi begini, menyebalkan.


Sekarang Rehan sudah berada di rumah, pikiran nya masih melayang dengan ucap terakhir pria yang bernama Anton tersebut.


“Besok siang saya akan menjemput tuan muda karena tuan besar ingin bertemu tuan muda” ucap Anton sebelum pergi.


“Aiss...” tak ingin memikirkan lagi, ia beranjak memasuki kamar mandi. Sebelum nya ia juga menyuruh Yanto untuk menjemput Luna.


...


Sedangkan di sisi lain, Luna tampak kebingungan melihat seseorang mengaku sebagai suruhan Rehan.


“Bapak jangan ngadi-ngadi deh, sejak kapan Rehan punya bawahan, apalagi mobil semewah ini” Luna sudah mulai kesal, mana bisa ia percaya semudah itu, bisa saja seorang penculik kan, ia kan jadi trauma saat di bawa Kinan dan Riya kemarin.


Zoya juga lagi tidak ada, anak itu tidak hadir hari ini, bahkan di telpon pun tak diangkat, ia berpikir mungkin Zoya benar-benar kecewa padanya, tapi ia cukup senang saat mengingat kemarin Zoya ikut menyelamatkan nya.


“Jika nona tidak percaya saya akan hubungan tuan muda” Lalu Yanto menelepon tuan mudanya Rehan.


“Hallo tuan muda!”


“Ada apa?”


“nona tidak percaya jika saya suruhan tuan muda”

__ADS_1


“Ya sudah, berikan ponselmu padanya”


Yanto menyodorkan ponselnya yang diambil pelan oleh Luna.


“Ini benaran Lo Han”


“Iya, udah Lo naik aja, gue lagi pup nih”


Luna mendegus, “iya iya”


“Nih pak ponselnya” ucap Luna mengembalikan pada pemiliknya.


“Silakan masuk nona” kata Yanto sopan seraya membukakan pintu mobil.


“Eh...iya pak” Luna sedikit tak enak di perlakukan seperti itu, tapi ia tetap masuk.


Selama di perjalanan pulang, Luna terus bergelut dengan pikiran nya.


“Tadi kan si bapak ini sebut Rehan tuan muda, dan juga mobilnya mewah banget harganya pasti fantastis banget, gak mungkin orang suruhan Rehan, kalo benar pasti bayaran nya mahal banget”


“Atau jangan-jangan...ya mungkin aja, Huem... dengan memanggil Rehan tuan muda sudah semakin jelas... aish...gue harus interogasi Rehan nanti, awas aja gak di jelasin! Gue pecat jadi suami”  batin Luna, ia sudah tak sabaran mengetahui kebenaran nya.


Hingga 30 menit kemudian, akhirnya sampai juga di rumah, Luna yang tak sabaran cepat-cepat keluar dari mobil dan berlari kecil masuk kedalam rumah.


“REHAAAN...” teriak Luna mencari Rehan.


Rehan yang lagi minum langsung tersedak.


Uhuk uhuk


“Astaga...” dengan raut kesal ia menghampiri Luna sebagai tersangka.


“Apa sih ah.., baru pulang main teriak-teriak segala, untung gue kagak riwayat jantung”


Bukan menjawab atau merasa bersalah, ia malah berkecak pinggang dengan mata melototi Rehan.


“Jelasin” tekannya tak ingin basa-basi lagi.


Rehan tampak bingung, “Jelasin apa maksud Lo? Perasaan gue gak ada ngelakuin yang aneh-aneh deh” pikir Rehan.


“Bukan, maksud gue kenapa Lo bisa punya orang suruhan mendadak gini malah mobilnya mewah lagi”


“Oh itu” Sekarang Rehan tau maksud Luna, seperti nya ia memang harus menceritakan semuanya pada Luna.


 


BERSAMBUNG...


 

__ADS_1


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT


__ADS_2