
Sepeninggalan Davin, Sandi tampak termenung mencerna semua perkataan putranya.
“Apa aku sedang bermimpi tadi? Tadi bukan putra ku kan!” tanya nya entah pada siapa, padahal hanya ada dirinya sendiri disana.
Dia juga ingat teguran Davin tadi saat di meja makan terhadap istrinya, jadi karna hal tersebut.
“Apa aku salah? Apa benar aku sebodoh itu?!”
“Tidak, aku harus segera mencari tau tentang keluarga dia! Jika perkataan Davin sepenuhnya benar mampus aku! Bisa rugi aku membuang berlian sebenarnya”
Buru-buru Sandi mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang yang mungkin bisa di percaya melakukan hal tersebut.
“Dimas, Apa kau bisa mencari tau tentang seseorang untuk ku!”
“itu pekerjaan mudah untuk ku, siapa orangnya!”
“Ini baru temanku” Sandi tersenyum lega, “yang ku tau nama nya Reno, Untuk lebih jelasnya nanti aku kirimkan fotonya”
“Baik lah”
“Harus cepat, aku butuh informasi segera mungkin!” Setelah mendengar balasan dari Dimas, Sandi mengakhiri panggilan nya, terakhir mengirim foto Reno tersebut. Dia harus secepatnya mengetahui tentang anak itu.
...
Sedangkan di sisi lain, tampak seorang laki-laki muda yang bisa dibilang cukup tampan sedang berbincang dengan Atha di sebuah kafe.
“Jadi bagaimana? Proyek ini harus secepatnya selesai, saya tidak ingin bertele-tele terlalu lama!” Kata Atha dengan tegas seraya menatap datar rekan bisnis nya tersebut.
Tampak laki-laki yang sebenarnya lebih muda dua tahun dari Atha itu mengangguk pelan, “anda tenang saja, saya sebagai perwakilan dari perusahaan Kusuma Group pasti akan melakukan secepatnya dengan baik”
Atha mengangguk mantap, “Baiklah, semoga kerja sama ini berjalan dengan baik” ucap Atha seraya menjabat tangan rekannya tersebut.
“Tentu Mr. Athalla” balasnya dengan senyuman hangat nya.
“Baiklah, tuan muda Kusuma pertemuan kita sudah sampai disini!” Atha bangkit dari duduknya.
“Senang bekerjasama dengan anda, kalo begitu saya pamit” tuan muda Kusuma tersebut pergi diikuti seorang sekretaris nya.
Atha juga pergi bersama Tio yang selalu setia menemani nya. Di karena kan hari telah malam mereka langsung pulang. Apalagi Atha, dia sudah merindukan istri nya.
Tak berselang lama, Atha sampai dirumah dan langsung saja mencari istrinya. Rindu itu memang berat baru saja pisah sehari sudah berat banget.
Greb
“Sayang!” Seketika menemukan istrinya dipeluk dengan erat walaupun agak susah terhalang perut buncitnya, sedangkan Luna yang dipeluk secara tiba-tiba dibuat kaget.
“Ya ampun, kak. Kamu mah ngagetin aja, lagian kenapa peluk-pelukan segala sih. Ganti baju sana!”
__ADS_1
Namun, Atha menggeleng ribut, “bentar sayang, aku tuh kangen banget tau. Rasanya nggak ketemu sehari rasa setahun!”
Seketika Luna ternganga dibuat nya, “Hahh...baru aja tadi pagi ketemu, kok kamu jadi lebay gini sih!” tertawa juga ia mendengar nya. Suaminya ini semakin hari makin lebay, manja dan terkadang posesif banget sampe minta ampun karna nya.
“Kamu nggak ngerasain apa aku rasain, rindu itu berat banget tau” Sebal nya sambil mendusel-dusel di leher jenjang sang istri. Luna hanya tertawa geli mendengarnya, suaminya ini ada-ada saja.
“Iya aku tau, tapi udahan dulu dong, sana ganti baju dulu enggak usah mandi, mandi malam nggak baik buat kesehatan” bukannya melepaskan Atha malah tetap bergelayut manja.
“Gantiin dong” makin ngelunjak aja.
“Manja banget sih, yuk ke kamar”
“Ih...kalo gini terus gimana mau jalan sih” bikin kesal aja.
Dengan ogah-ogahan Atha melepaskan pelukannya dan mengikuti istrinya ke kamar.
...
“Nih makan, awas kalo nggak dimakan aku udah susah-susah buatin untuk kamu” sekarang mereka berada di meja makan, sebelumnya Atha menolak untuk makan kata nya males makan malam tapi Luna tetap memaksa karena tidak ingin makanan terbuang mubazir nanti.
“Tapi sayang males”
Seketika Luna melotot, “banyak alasan kamu, aku yakin asli nya kamu tuh laper banget kan. katanya belum makan dari sore, nanti kalo sakit gimana!, jadi mending kamu makan deh. Ini aku buatin spesial buat suami aku!”
“Tapi yang...” Tapi lagi.
Atha cemberut, “iya iya aku makan nih!” Luna hanya menaikkan alisnya menatap dengan garang, bukan nya apa? Suami nya ini sudah kebiasaan melas makan akhir-akhir ini bukan hanya hari ini, nanti kalo sakit, dia juga yang susah. Atha itu kalo sakit rewel banget melebihi bocah.
“Habisin” titah nya saat melihat suaminya itu akan menghentikan suapannya.
“Udah sayang, udah kenyang!” rengek Atha dengan wajah masamnya.
“Benaran udah kenyang” Tidak semudah itu ia percaya, tapi ia juga tidak bisa terlalu memaksakan kasihan juga suaminya ini.
“Benaran, kamu mah nggak percaya banget. Gak liat aku udah habisin hampir setengah!” sambil menunjuk isi piringnya yang masih ke sisa sedikit.
Luna hanya mengangguk, rasanya pengen ketawa ngakak melihat wajah kusut suaminya, lucu aja.
“Iya udah” Luna mengambil piring milik suaminya dan menghabiskan, dia kan jadi laper juga.
“Sayang, kenapa dimakan!”
“karna aku laper lah, lagian ngiler juga aku liat kamu makan!”
Bukan gitu maksudnya, “iya, maksud aku ngapain kamu makan nasi sisa aku, udah sana ganti!” Luna menghentikan suapan nya dan menatap suaminya heran.
“Memang kenapa sih? Kan masih halal, lagian aku cuman makan sisa kamu. Apa salah nya coba!”
__ADS_1
Diam. Atha tidak ingat protes apapun lagi mending ia diam duduk manis sembari menunggu istrinya selesai makan.
“Kak, besok temanin aku cek up ya!”
Atha hanya membalas dengan anggukan, lagi mogok ngomong soalnya.
“Teruus antarin ke mall, aku mau Shopping. Jarang-jarang lho kita shopping bareng!”
Dan Atha kembali menganggukkan kepalanya, karena tidak ada gunanya juga protes.
“Oiya...habis itu jangan lupa kamu jemput Leta, tadi dia bilang mau kesini tapi harus dijemput kamu!”
Dan lagi Atha mengangguk, Luna tentu saja dibuat kesal.
“jawab dong, ngapain ngangguk gitu. Kayak orang bisu aja kamu!”
Astaga!
Apa sih, apa salahnya coba ia mengangguk kan sama saja, kalo menggeleng mah itu baru salah, udah cerewet banyak maunya lagi.
“Iya iya, pasti bakal aku jemput besok tapi habis ngantor ya soalnya besok siang aku ada meeting!” Tidak jadi ia mogok bicara karna akhirnya bicara juga.
“Owh...gitu” angguk Luna, kalo soal kerjaan kantor ia tidak bisa protes dan ikut campur.
🌼🌼
Pagi harinya.
Luna sudah disibukkan mengurus suaminya dari memakai kan baju sampai ****** ***** juga. Kumat lagi manja nya, untung kagak sampai minta dimandikan segala kalo nggak bisa encok pinggang nya, udah beban berat juga dibawa.
Cup
“Makasih ya sayang, makin sayang deh!” cetuk Atha setelah memberi kecupan hangat di dahi istrinya.
Luna hanya tersenyum lembut, “iya masama suami”
“Sayang, kok kamu makin gendut sih tapi tambah cantik!” Hampir saja Luna meledek marah tapi saat mendengar pujian di akhir tidak, namun tetap kesal.
“Kalo nggak gendut bukan hamil namanya!” cetusnya lalu berlalu keluar.
Sedangkan Atha hanya menggaruk tengkuknya tak gatal, lalu menyusul istrinya.
BERSAMBUNG...
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT
__ADS_1