Terpaksa Kawin Muda

Terpaksa Kawin Muda
#86


__ADS_3

Lima hari kemudian, pesta mewah diadakan di hotel berbintang. Terlalu banyak tamu undangan, sampai-sampai, satu hotel tidak ada pengunjung lain selain tamu mereka.


Merlin yang masih muda terlihat begitu cantik dengan balutan gaun mewah yang sangat cocok untuknya. Dia terlihat begitu elegan, bak puteri bangsawan yang memang terlahir untuk di hormati.


Di antara tamu yang datang, tak lupa Tio bersama Cindy juga ikut hadir. Awalnya, Cindy tidak ingin ikut serta. Tapi, Tio memaksa untuk Cindy datang bersamanya sebagai pasangan.


Saat berjalan, tak sengaja, Cindy berpas-pasan dengan Intan. Dia merasa begitu malu saat bertemu.


"Cindy. Kamu ikut hadir? Siapa yang mengundangmu?" tanya Intan dengan nada ketus.


"Tan--tante. Aku ... aku datang bersama .... "


"Maaf tante, dia datang bersama aku. Aku udah izin Dicky kok buat ajak dia."


"Ma .... Ada apa ini? Kenapa malah bahas soal yang gak penting?"

__ADS_1


"Dicky."


"Ma, apa yang kak Dicky katakan itu benar adanya. Kita gak perlu ungkit apa yang sudah berlalu. Lagipula, dia juga gak salah kok. Dia itu juga korban. Korban sari keserakahan mama angkatnya." Merlin yang ada di samping Dicky ikut bicara.


"Ya Tuhan ... menantuku terlalu baik. Tapi, apa yang kamu katakan itu benar juga sayang. Mama memang sakit hati dengan dia juga mamanya. Tapi, mama akan coba buat memaafkan dia. Lagipula, mama juga sudah puas dengan hukuman lima belas tahun penjara yang Tias dapatkan. Semoga dia bisa berubah ketika keluar nanti."


"Iya, Ma. Mama benar. Semoga saja dia bisa berubah. Karena semua orang pasti bisa berubah," ucap Merlin sambil tersenyum.


Mereka semua tersenyum. Cindy mengucapkan kata maaf beberapa kali pada Intan. Dia juga berterima kasih pada Merlin atas sikap tegas juga pengertian yang Merlin berikan.


Sekarang, semua keluarga sudah utuh kembali. Karena Dicky dan Merlin ingin pindah ke luar negeri, Bagas dan Intan juga memilih ikut. Bukan hanya mereka berdua. Oma juga ikut pindah karena tidak ingin sendirian. Semua aset keluarga perlahan mereka pindahkan dari tanah air keluar negeri. Mereka pergi satu minggu setelah pesta pernikahan Merlin dan Dicky.


"Kami ikut kalian, tapi kalian harus memberikan kami cucu secepatnya." Itu kata-kata yang Bagas ucapkan saat mereka ingin berangkat.


"Papa tenang saja. Aku akan berikan papa cucu yang banyak nantinya."

__ADS_1


Merlin yang mendengar hal, tidak menanggapi dengan kata-kata. Dia hanya tersenyum malu sambil memperhatikan semuanya. Keluarga Prasetya pun akhirnya meninggalkan kota menuju luar negeri untuk memulai lembaran hidup baru mereka.


Pergi jauh untuk melupakan apa yang telah terjadi, memang bukan sikap yang baik. Namun, terkadang, kita memerlukan kepergian untuk menata hidup baru agar lebih baik. Hal itulah yang Dicky dan Merlin sedang lakukan sekarang. Pergi meninggalkan tempat yang pernah menorehkan banyak kenangan pahit untuk menjalani hidup yang lebih baik lagi kedepannya.


Bukan tidak mampu bertahan di tempat sebelumnya. Hanya saja, perubahan tempat mungkin akan mampu merubah kehidupan selanjutnya.


Mereka bisa dikatakan berhasil melewati berbagai macam ujian hidup. Dari sahabat, menjadi pasangan suami istri yang saling memahami satu sama lain. Mereka berhasil mengubah kata terpaksa yang mereka lalui saat menikah menjadi sebuah keluarga yang sesungguhnya. Selanjutnya, kehidupan mereka pasti akan mudah untuk mereka jalani. Karena sebelumnya, mereka sudah mampu melewati berbagai macam cobaan.


Keberhasil mereka mengubah kata terpaksa kawin muda menjadi pernikahan bahagia adalah salah satu bukti keberhasilan melewati cobaan rumah tangga.


Terkadang, cobaan atau ujian itu memang dibutuhkan untuk membentuk sifat dewasa dalam hidup seseorang. Karena yang namanya hidup, tidak akan pernah berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Pasti ada cobaan dan ujian yang akan menerpa. Tergantung bagaimana kita saja menanggapinya.


_________________SEKIAN__________________


*Catatan kecil dari author.

__ADS_1


Teman-teman. Mungkin kita akan lanjut dengan cerita Nining dan Tora dengan judul, KORBAN DIRI DEMI CINTA. Sampai jumpa di karya selanjutnya. Terima kasih sudah mau baca. Maaf, tidak bisa lanjut karena bab nya sudah lumayan banyak. Dan, maaf untuk aku yang sudah mengecewakan kalian. Gak bisa menghadirkan bab malam pertama untuk kalian sebagai bumbu pemanis cerita ini. Aku harap kalian maklum yah. See you .... Da ... muach.


__ADS_2