
Hari Minggu seperti biasanya Fitri pergi jogging di area taman komplek tempatnya tinggal. Dari jam 6 pagi dia sudah memulai olahraga nya. Setelah beberapa kali putaran dia merasa capai dan istirahat sebentar duduk di kursi taman yang tersedia. Dia membuka tutup botol air mineral yang di pegangnya lalu meminumnya perlahan hingga setengahnya dihabiskan. Peluh membasahi muka dan tubuhnya. Nafasnya terengah-engah karna lelahnya berlari.
Kemudian dari kejauhan terdengan suara yang memanggil namanya.
"Fit, Fitri" teriak Fajar dari kejauhan, seketika Fitri menoleh mencari sumber suara yang memanggil nya.
"Eh.. pak Fajar, kenapa ada di daerah sini?" tanya Fitri, setelah Fajar duduk di sampingnya.
"I..itu aku bosan Jogging di daerah rumahku, ingin cari suasana baru saja. Kebetulan aku lihat kamu sedang duduk di sini jadi aku manggil" ucap Fajar dengan nafas yang masih terengah-engah karna berlari.
Padahal waktu Fitri berangkat jogging, Fajar sudah tahu karna pagi-pagi buta dia sudah di dekat rumah Fitri walaupun Fitri tak mengetahui nya. Fajar dapat kabar dari teman-teman Fitri kalau Fitri suka jogging di taman komplek rumahnya.
"Kamu sudah sarapan?" tanya Fajar.
"Belum pak, mau sekali muter lagi baru nyari makan" jawab Fitri.
"Yaudah aku temenin yah, sekalian olahraga bareng dan sarapan bareng" ucap Fajar berharap.
"Baik pak, hayo" ucap Fitri sambil beranjak dari duduknya kemudian mulai berlari kecil di ikuti oleh Fajar.
Fitri terus berlari kecil tanpa menyadari kalau di depannya ada kulit semangka yang di buang sembarangan.
Bruuukkkk
"Aaaawwww" teriak Fitri terjatuh karena menginjak kulit semangka di jalan.
Kemudian Fajar segera menghampiri Fitri karena dari tadi Fajar berada di belakang Fitri.
__ADS_1
"Kamu gak apa-apa Fit?" tanya Fajar.
"Gak apa-apa pak. Ini siapa sih yang buang kulit semangka sembarangan" ucap Fitri sambil mengurut-urut kakinya
"Kamu bisa berdiri, mari aku bantu" ucap Fajar sambil membantu Fitri berdiri.
Ketika hendak berjalan.
"Aawwww,, sakit banget" ucap Fitri sambil memegangi kakinya.
"Kaki kamu kayaknya terkilir" ucap Fajar lalu membantu memapah Fitri untuk duduk di kursi taman.
Fajar membuka sepatu dan kaus kaki yang di pakai Fitri. Dia mencoba memeriksa dan memijit kaki Fitri sebentar.
"Kaki kamu beneran terkilir ini, pasti sakit banget harus cepat-cepat di bawa ke dokter biar cepat diobati" ucap Fajar.
"Yaudah sini aku gendong, kamu kan sulit berjalan" suruh Fajar sambil berjongkok menunjukkan punggungnya.
"Gak usah pak, tubuh saya berat" tolak Fitri.
"Udah cepetan naik, ini bukan tawaran tapi perintah" ucap Fajar.
Akhirnya Fitri menurut juga naik ke punggung Fajar, kemudian Fajar menggendong Fitri sambil tersenyum senang menuju klinik.
"Badan seringan ini di bilang berat, kamu harus banyak makan fit biar badanmu gak seringan ini" batin Fajar, dengan tetap tersenyum.
*Diklinik
__ADS_1
"Bagaimana dok kaki teman saya?" tanya Fajar.
"Kaki mbak Fitri tidak kenapa-kenapa, ini cuma terkilir ringan. Cuma tinggal pakai perban karet untuk 2 sampai 3 hari, nanti juga sembuh. Ini saya kasih obat salep untuk meringankan rasa nyeri" ucap dokter.
"terimakasih dok" ucap Fitri.
"Aku antar pulang yah" ucap Fajar.
"Iya pak, terimakasih yah" ucap Fitri.
*Di rumah fitri
"Silahkan pak, duduk dulu. Nanti saya buatkan minum dulu" ucap Fitri.
"Gak usah repot-repot, kaki kamu kan sedang sakit" ucap Fajar.
"Gak apa-apa pak, udah agak mendingan. Karena pake perban ini" ucap Fitri sambil beranjak ke dapur dengan berjalan agak pincang.
Kemudian Fitri membawakan jus jeruk dingin untuk Fajar. Fajar pun langsung meminumnya karena lumayan haus.
Tak berapa lama, kemudian Fajar pamit pulang ke Fitri.
"Yaudah Fit, aku pamit dulu." pamit Fajar.
"Iya pak, terima kasih untuk semuanya" ucap Fitri.
Fajar menjawab dengan mengangguk sambil tersenyum, kemudian keluar dari rumah Fitri.
__ADS_1
Fitri pun tersenyum, menatap kepergian Fajar.