
Di kampus
Farah sedang berada di perpustakaan bersama temannya, mencari beberapa buku yang di butuhkannya karena sekarang ada mata kuliah akuntansi biaya.
Farah melihat jam tangannya, waktu menunjukan pukul 9.50 Wib. Dia bergegas meminjam buku yang telah ia dapatkan untuk kegera ke kelas karena jam mata kuliah akan segera di mulai.
Farah duduk paling depan seperti biasanya, ia membuka bukunya, membacanya untuk mempelajarinya. Tak berapa lama dosenpun datang lalu berdiri di depan para mahasiswa.
"Baiklah, sebelum mulai saya ingin memperkenalkan diri dulu. Nama saya Irwan sanjaya, saya dosen yang menggantika bu Ana karena beliau cuti hamil" ucap Dosen di depan.
Farah tersentak mendengar nama dosennya lalu ia mengalihkan pandangannya ke depan kelas karena dari tadi ia asik membaca bukunya. Ternyata benar, dosen yang di depannya itu adalah Irwan sahabat kakak iparnya. Farah terus saja melongo ke arah Irwan.
Para mahasiswa perempuan pada kasak kusuk saling berbisik tentang dosen yang ada di depannya.
"Wahh.. Ganteng banget"
"Masih muda udah jadi dosen, jadi tambah semangat masuk mata kuliah ini"
"Duh.. pak dosen udah punya pacar belum yah!"
"Muda, ganteng dan pasti tajir lagi"
"Gak bosen lihat mukanya"
____
__ADS_1
Irwan tersenyum di depan kelas karena sedikit mendengar dan melihat mahasiswa di depannya kasak kusuk.
"Ok... semuanya bisa tenang, kita mulai pelajarannya" ucap Irwan, lalu menatap ke arah Farah dan tersenyum. Membuat Farah terkejut dan salah tingkah.
Selama 90 menit irwan mengajar dan semua mahasiswa disana sangat fokus memperhatikan, memang Irwan menjelaskan akuntansi biaya dengan gaya anak muda jadi jam pelajaran tidak membosankan. Tak terasa jam pelajaran pun habis, mahasiswi merasa kecewa karena waktu untuk menikmati wajah tampan irwan selesai. Semuanya pun keluar dari kelas.
Melihat Farah keluar terakhir dari kelas Irwan pun mengejarnya lalu manarik tangan Farah.
"Bisa bicara sebentar!" Irwan menarik Farah ke dalam kelasnya kembali dan mereka duduk di sana.
"Ada yang ingin dibicarakan pak dosen?" tanya Farah.
"Begini,... emmm... saya boleh tidak main ke rumah kamu malam minggu ini?" tanya Irwan ragu.
"Maksud bapak?" Farah sedikit terkejut.
"Tak begitu kok pak, belum pernah ada yang main ke rumah saya. Tapi kalau bapak mau main, silahkan" balas Farah malu.
"Makasih, saya akan main ke rumah kamu malam minggu ini, dan tolong jika kita hanya berdua panggil saya mas atau dengan nama saya juga tak apa" pinta Irwan yang senang mendapat lampu hijau.
"Yasudah pak, saya pergi dulu. Teman-teman saya menunggu" Sarah pun pamit kepada Irwan. Setelah cukup jauh, Farah tersenyum merona karena memang saat bertemubpertama kali di rumah kakaknya, Farah sudah ada rasa tertarik pada Irwan dan ternyata dia tak bertepuk sebelah tangan.
______
Dirumah
__ADS_1
Ddiinngg donnggg
Suara bell pintu berbunyi, Sarah segera membuka pintu rumahnya.
"Maaf dengan siapa?" Farah melihat seorang wanita paruh baya di depannya.
"Saya bi Dedeh, saya di tugaskan oleh nyonya Fitri untuk menjadi asisten rumah tangga di sini, anda nona Farah?" ujar bi Dedeh.
"Oh begitu, yaudah bi. Bibi kebelakang saja di sana ada kamar yang bisa bibi tempati" Farah menunjukan arahnya pada bi Dedeh.
"Bi Dedeh istirahat dulu saja, nanti baru siapkan untuk makan malam" ujar Farah.
"Baik non" bi Dedeh pun pergi ke belakang.
Farah berpikir harus menelpon tetehnya. Tak berapa lama Fitri pun mengangkat panggilannya.
"Halo! Farah, bi Dedeh sudah datang kan!" ucap Fitri.
"Iya teh, teteh kenapa repot-repot kirim asisten segala" Farah.
"Gak apa-apa, kamu kan sibuk kuliah dan pasti gak sempet beres-beres kan, sekalian bantu nemenin kamu juga biar gak sendirian" Fiitri.
"Yaudah kalau gitu, makasih teh" Farah pun menutup telponnya.
Memang benar sih selama ini Farah memang jarang sekali membersihkan rumah Fitri, ia terlalu sibuk akan kuliahnya dan kerja paruh waktunya. Sampai makan pun seringnya hanya makan Mie instan. Farah sangat berterima kasih kepada kakaknya.
__ADS_1
Bersambung.....