Terpikat Pesona Janda Kembang

Terpikat Pesona Janda Kembang
Kebersamaan


__ADS_3

Setelah Fajar mendiskusikan semua yang terdapat dalam berkas yang di ajukan Dilla dengan team produksi, mereka setuju dengan semuanya. Dengan segera Fajar menyuruh Andi untuk menghubungi DL beauty untuk datang dan menjalin kerjasama.


Setelah pertemuan dengan DL beauty akhirnya terjalinlah kerjasama yang sudah di setujui kedua belah pihak. Berbulan-bulan pun berlalu ternyata perkataan Dilla benar, ia hanya ingin menjalin kerjasama bisnis bukan untuk merayu atau menggoda Fajar kembali.


Iklan yang di produksi oleh Tama Advertising ternyata membuat pihak DL beauty puas. Hingga meningkatkan penjualan produk yang mereka iklankan. Dilla merasa senang dengan hasil yang saling menguntungkan itu.


Setelah beberapa bulan Fajar sangat sibuk hingga tak sempat bercanda gurau dengan istri dan anaknya, sekarang ia bisa bernafas lega. Ia segera pulang setelah acara perayaan lesuksesan bisnis mereka.


Waktu menunjukan pukul 9 malam, ia segera masuk kedalam kamar dan terlihat Fitri tidur dengan putra mereka. Sekarang Farrel sudah berusia 9 bulan, wajahnya semakin tampan dan tubuhnya semakin gembul. Fajar mengelus pipi putranya yang lembut, ia tersenyum kearah putra kesayangannya itu.


Tiba-tiba Fitri mengerjapkan matanya dan samar ia melihat suaminya memandang putranya. Fitri mencoba bangun dari tidurnya dan duduk di atas ranjang.


"Mas sudah pulang?" tanya Fitri.


"Sudah sayang, baru saja mas sampai" balas Fajar.


"Biar aku siapkan bajunya mas" ucap Fitri lalu turun dari ranjang.


"Tak apa sayang, mas bisa sendiri. Kamu tidur lagi aja sayang" tolak Fajar.


"Udah gak apa-apa mas, lagian aku sudah terlanjur bangun. Mas segera mandi saja dulu biar tidurnya nanti nyaman" ucap Fitri menyiapkan baju tidur suaminya.


"Iya sayang" Fajar pun menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Tak berapa lama Fajar pun selesai mandi dan segera mengenakan pakaian yang di siapkan oleh istrinya.


"Mas sudah makan?" tanya Fitri.


"Belum makan makanan berat sih sayang, tadi cuma makan cake saja" balas Fajar.


"Mau aku buatkan makanan mas?" tanya Sarah lagi.


"Iya sayang, buatkan mas sandwich saja. Untuk mengganjal perut, mas tak mau makan makanan yang terlalu berat malam-malam begini. Nanti perut mas buncit gak sixpack lagi sayang" ucap Fajar cengengesan.


"Duh yang terobsesi sama otot, sampai segitunya" ejek Fitri.


"Tapi kamu suka kan! Kamu kan hobi banget nyentuh perut mas" Goda Fajar sampai membuat Fitri merona.


"Yasudah ah mas, aku buatkan sandwich nya dulu" ucap Fitri lalu keluar kamar menuju ke dapur. Fajar yang ditinggal di kamar hanya tersenyum dengan tingkah Fitri yang malu-malu.


Fajar ikut keluar, ia duduk di kursi meja makan. Ia menyanggah dagunya dengan tangannya sambil menatap Fitri yang membuat sandwich dengan senyum-senyum. Menyadari dirinya selalu ditatap suaminya, Fitri pun mulai merasa risih dibuatnya.


"Kamu kenapa mas? dari tadi lihatin aku terus, mana senyum senyum lagi" ucap Fitri protes.


"Gak masalah kan sayang, mas kan mandangi istri sendiri" balas Fajar.


"Tapi kan risih akunya, mas" ujar Fitri.

__ADS_1


"Habisnya kamu sexy sih sayang" ucap Fajar.


"Sexy apanya sih! orang pakai daster kayak gini di bilang sexy" ucap Fitri menyodorkan sandwich yang sudah selesai ia buat.


"Buat aku, mau kamu pakai daster atau pakai pakaian bagus itu sama aja. Kamu itu tetap sexy di mataku" ujar Fajar mulai melahap sandwich nya.


"Udah mulai gombal" ujar Fitri.


"Yeehh... Siapa yang gombal, mas itu jujur kali" ucap Fajar dengan wajah serius.


"Kamu kangen mas gak?" tanya Fajar.


"Maksud mas? kan tiap hari juga kita ketemu" balas Fitri.


"Yah walau ketemu tiap hari tapi kan kita cuma saling sapa saja. Karena kesibukan mas belakangan ini" ucap Fajar.


"Iya iya mas, aku kangen banget sama mas" balas Fitri.


"Beneran? kamu kangen banget? Yasudah malam ini kita melepaskan rasa rindu kita yuk" ucap Fajar antusias.


"Maaf mas, jangan malam ini yah. Aku sekarang sudah mulai mengantuk. Mas juga kan pasti capek, mas harus banyak istirahat juga" balas Fitri sambil menguap.


"Iya juga sih sayang, lain kali saja kita melepas rindu. Mas sudah selesai makannya, yuk kita tidur lagi saja" ucap Fajar meraih tangan Fitri menuju ke kamar mereka.


Fitri memindahkan Farrel ke ranjang bayinya, untuk memberikan ruang untuk Fajar dan dirinya tidur. Itu juga demi Farrel agar tidur lebih nyenyak.


__________


Aaww........ Seketika Irwan melepaskan pelukannya karrna tangannya terasa panas. Irwan meniup-niup lengan dan tangannya yang terkena cipratan minyak panas.


"Kamu gak apa-apa mas?" tanya Farah berbalik menghadap Irwan.


"Panas tahu" ucap Irwan masih meniup-niup tangan dan lengannya.


"Kamu sih bikin aku kaget, jadi begini kan jadinya" Farah mengabil lap yang telah di basahi lalu menempelkannya pada lengan Irwan.


"Semoga ini gak ada bengkaknya yah mas, biar dingin juga" ucap Farah.


"Udah gak apa-apa sayang, cuma kena sedikit kok" ujar Irwan.


"Yasudah mas duduk aja di sana, aku mau lanjutkan masak dulu. Pasti mas juga sudah lapar kan!" ucap Farah melanjutkan masaknya.


"Iya sayang" ucap Irwan duduk di kursi meja makan dan sekarang tangannya sudah tak terasa panas lagi.


__________


"Fit, Fitri.... Sudah belum?" teriak Fajar di luar kamar sambil menggendong Farrel di lengannya.

__ADS_1


"Iya mas, sudah kok" ucap Fitri keluar kamar dengan pakaian rapi.


"Hayo kita berangkat sekarang, mungkin mamah dan papah sudah menunggu" ucap Fajar.


Mereka pun berangkat ke rumah orangtua Farrel, bukan untuk menghadiri suatu acara tapi hanya untuk mengunjungi orang tuanya saja. Mungkin juga mereka merindukan cucunya yang 2 bulan ini belum bertemu mereka kembali. Tak berapa lama mereka pun tiba di rumah orangtua Fajar. Pak Wisnu dan bu Mira menyambut mereka terutama menyambut Farrel cucu kesayangannya.


"Farrel, sekarang sudah cepat besar nih. Oma kangen banget sama kamu" ucap bu Mira langsung mengambil Farrel dari gendongan Fajar.


"Padahal cuma gak ketemu dua bulan tapi perkembangannya cepat" ucap pak Wisnu.


Mereka pun masuk ke dalam rumah dan berkumpul di ruang keluarga.


"Mas, mba. Wah Farrel sudah besar yah" ucap Farhan mengelus pipi gembul Farrel.


"Maya mana?" tanya Fajar.


"Maya sekarang sedang ujian jadi ia masih di Yogyakarta. Sekarang ini kan semester akhir jadi sedang sibuk-sibuknya" balar Farhan yang sekarang menggendong Farrel.


Farhan terlihat gemas dengan Farrel, ia sangat senang bermain dengan keponakannya itu.


"Kayaknya kamu suka sekali dengan anak kecil? Kapan kamu akan mencari pasangan dan menikah" ucap Fajar.


"Aku juga mau nikah mas, tapi belum ada yang mau" balas Farhan masih seru dengan Farrel.


"Masa sih! mungkin kamu aja yang pemilih" ucap Fitri.


"Iya mbak, aku kan gak seganteng mas Fajar" ucap Farhan cengengesan.


"Benar banget kamu" ucap Fajar bangga.


"Jangan ngomong kayak gitu nanti hidung kakakmu terbang" ujar pak Wisnu mengambil Farrel dari gendongan Farhan.


"Papah ini kebiasaan mengejek anak sendiri" ucap Fajar sok cemberut.


"Farhan itu bukan gak ganteng tapi dia itu terlalu sibuk dengan kerjaannya jadi gak sempat cari jodoh" ujar bu Mira.


"Kamu harus mulai cari jodoh, umur bertambah nanti bertambah tua" ucap Fitri.


"Kalau begitu kenalkan aku sama seseorang mbak, mungkin mbak Fitri punya atau kenal dengan wanita yang baik" ucap Fajar antusias.


"Mmm siapa yah? soalnya teman-teman mbak sudah pada nikah. Kenalan? nanti deh mbak kenalin jika masih ada yang jomblo" balas Fitri sedikit berpikir.


"Ok mbak, di tunggu kabar baiknya" ucap Farhan.


Mereka asik saja berbincang membahas berbagai hal yang menyenangkan. Mereka juga senang karena sekarang Farrel sudah bisa merangkak. Dengan kehadiran Farrel dalam keluarga mereka membuat kehidupan mereka menjadi lebih berwarna dan bahagia.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2