Terpikat Pesona Janda Kembang

Terpikat Pesona Janda Kembang
Pernikahan Ria dan Bima


__ADS_3

Fitri menghubungi Ria untuk memberitahu tentang kehamilannya dan akan cuti dari pekerjaannya.


"Halo! Fitri... Kamu kemana aja? di telpon susah, pas lihat kamu telpon duluan aku jadi seneng" Ria mengangkat telponnya langsung nyerocos.


"Aku ada di rumah saja, aku mau ngasih tahu kalau aku cuti kerja. Jadi kamu bisa handle semua pekerjaan aku yang di kantor, tapi untuk pekerjaan yang bisa di kerjakan di rumah, aku kerjakan nanti aku kirim ke kamu" Fitri.


"Kamu cuti! dalam rangka apa?" Ria.


"Aku hamil, jadi gak boleh kerja dulu sama mas Fajar" Fitri.


"Apa! wah... Selamat yah, aku senang banget. Harus aku kasih tahu syifa nih, bumil itu tiap hari sering ke toilet." Ria.


"Kamu nikahan minggu ini kan?" Fitri.


"Iya, makanya hari ini aku ngurus cuti juga. Biar selama aku cuti yang handle kerjaan kamu itu Syifa" Ria.


"Ok deh, semoga lancar sampai Syah" Fitri


Fitri pun menutup telponnya, dia senang bahwa sahabatnya akan melepas masa lajangnya.


___________


Seminggu kemudian.


Fitri sudah berdandan cantik dengan gaun setengah kebaya yang ia kenakan begitu pas di tubuhnya. Hardi pun sudah terlihat tampan dengan setelan toxedo hitam yang sangat pas di tubuhnya.


Mereka akan pergi menuju ke resepsi pernikahan Bima dan Ria di sebuah hotel xxx.


Mereka di antar pak Eman supir pribadinya.


Kurang dari 1 jam perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, Fitri dan Fajar turun dari mobilnya. Mereka sangat serasi bak putri dan pangeran yang cantik dan tampan. Mereka berpapasan dengan Andi dan Syifa lalu mulai bergabung mengobrol di sana.

__ADS_1


"Hai Fitri! kata Ria kamu hamil yah. Wah aku senang banget jadi anak kita nanti umurnya gak beda jauh" Syifa senang memeluk Fitri.


"Iya, Alhamdulillah. Usia kehamilanmu udah berapa bulan Fa?" tanya Fitri.


"Sudah masuk 6 bulan, kalau kamu?" Syifa balik bertanya.


"Baru 2 bulan, senang deh bisa berbagi pengalaman denganmu, tuh Ria kelihatan bahagia banget yah. Ayo kita ke sana buat memberi selamat" Ajak Fitri.


Mereka berempat pun menghampiri kedua mempelai, menyalaminya bergantian.


"Wah pengantin baru, siap tempur nih nanti malam" goda Fitri.


"Apaan sih kamu!" Ria terlihat malu.


"Selamat menikmati surga dunia" goda Syifa.


"Iya...iya... makasih bumil" Ria tersenyum kecut terus di goda teman-temannya.


"Lo minum ini, biar malam tak KO sama bini lo" bisik Fajar bersalaman sambil memberikan sesuatu.


"Halah, padahal gak perlu. Tapi makasih deh biar loe seneng" balas Bima.


Mereka pun turun, Fitri melihat seperti adiknya yang bersama Irwan. Lalu ia dan yang lainnya menghampiri Irwan yang sedang asik mengobrol dengan Farah.


"Farah! kamu datang kesini!" Fitri sedikit terkejut.


"Iya teh, Farah kesini sama mas Irwan" balas Farah.


"Kamu sepertinya deket sama Irwan!" ujar Fitri.


"Iya teh, nanti saja di rumah Farah jelasin. Sekarang gak enak ngobrol di sini" pinta Farah.

__ADS_1


"Yaudah, nanti kalian ikut ke rumah kami. Kalian harus jelasin semuanya" jelas Fitri.


Mereka pun bergabung bersama, mengobrol hal seru. Sampai tak terasa pesta pun hampir selesai. Mereka pun pulang ke rumah masing-masing. Kecuali Irwan dan Farah yang ikut dengan Fitri untuk di interogasi.


_______


Fajar dan Fitri duduk berhadapan dengan Farah dan Irwan. Wajah Fitri dan Fajar terlihat serius menatap ke arah Irwan dan Farah.


"Ok, sekarang kamu jelaskan hubunganmu dengan irwan" ujar Fitri dengan wajah serius.


"Eh... gini teh. Aku dan mas Irwan menjalin hubungan, tadinya aku ingin bicara sama teteh tapi butuh waktu untuk memberanikan diri" ujar Farah dengan gugup.


"Irwan, kamu beneran serius sama Farah?" tanya Fajar.


"Iya pastinya, aku malah tak memintanya jadi pacarku tapi aku memintanya untuk jadi pendamping hidupku" jelas Irwan.


"Tapi Farah kan masih kuliah, umurnya juga masih 21 tahun. Berarti rentang usia kalian cukup jauh" ucap Fitri.


"Tak masalah teh, aku sudah suka sama mas Irwan dari semenjak pertama bertemu." jelas Farah.


"Ok, kalau begitu kapan kalian bertunangan?" pertanyaan Fitri membuat Irwan dan Farah terkejut.


"Maksud teteh apa?" Farah masih tak percaya.


"Iya, kapan kalian bertunangan?" Fitri mengulang pertanyaan nya.


"Beneran, aku siap kapanpun. Aku akan membawa orangtuaku untuk kita tunangan. Farah aku senang." Irwan sangat antusias, dia begitu bahagia menggenggam tangan Farah dengan senyum mengembang.


Farah masih terpaku tak percaya jika Fitri menyetujui hubungan mereka. Fitri dan Fajar yang melihatnya ikut tersenyum senang melihat mereka berdua.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2