Terpikat Pesona Janda Kembang

Terpikat Pesona Janda Kembang
Kabar Baik


__ADS_3

Pagi hari ini Fitri enggan beranjak dari tempat tidur, ia merasa lemas dan pusing serta sedikit mual sehingga dia hanya bisa berbaring di tempat tidur.


Fajar yang melihatnya merasa khawatir akhirnya ia menghubungi Andi jika hari ini ia tak bisa masuk kerja, jika ada urusan di kantor Fajar meminta Andi untuk menghandle semuanya.


Fajar menghubungi dokter pribadinya untuk segera datang karena istrinya sedang sakit. Setelahnya Fajar ke bawah memanggil bi Minah untuk membuatkan bubur untuk Fitri. Fajar membuat teh manis hangat dan membawanya ke kamar untuk di berikan kepada istrinya.


"Fit, ini minum dulu sedikit untuk menghilangkan rasa mualmu, mungkin akan sedikit enakan" ucap Fajar membantu Fitri minum tehnya.


"Sebentar lagi dokter tiba, aku sangat khawatir jika kamu seperti ini" ucap Fajar mengelus kepala istrinya.


"Gak apa-apa mas, ini cuma sakit ringan mungkin dengan minum obat juga langsung sembuh" ucap Fitri tersenyum lemas.


Tak berapa lama dokter David datang untuk memeriksa keadaan Fitri. Dokter David mendekati Fitri lalu menanyakan keluhan yang Fitri alami, Dokter David memeriksa Fitri dengan rinci.


"Bu Fitri, kapan anda terakhir menstruasi?" tanya dokter David.

__ADS_1


Fitri pun ingat jika bulan ini dia belum menstruasi. "Bulan ini saya belum menstruasi, biasanya saya menstruasi di awal bulan tapi sampai mau akhir bulan masih belum juga" jelas Fitri.


Dokter tersenyum mendengar penjelasan dari Fitri. "Bu Fitri tidak apa-apa, saya hanya akan meresepkan obat pereda mual dan Vitamin saja. Oh iya jangan lupa segera memeriksakan diri ke Dokter kandungan." ucap Dokter David sambil menuliskan resep obatnya.


"Maksud dokter?" Fajar terkejut minta penjelasan.


"Asumsi saya jika bu Fitri saat ini sedang mengandung, selamat pak Fajar untuk mengetahui usia kandungannya silahkan periksa ke dokter kandungn" jelas Dokter David membuat Fitri dan Fajar terentak terkejut mendengatnya.


Lalu Fajar memeluk Fitri dengan senyum mengembang karena begitu bahagia.


"Pak Fajar, Bu Fitri, saya pamit permisi" ucap Dokter David. Fajar melepaskan pelukannya pada istrinya lalu mengantarkan dokter David keluar dari kamarnya.


"Alhamdulillah akhirnya kamu hadir juga nak, sudah lama sekali ibu menantikanmu nak, ibu sangat bahagia" batin Fitri, sambil mengelus perutnya yang masih rata.


Sementara Fajar terus saja mengembangkan senyumannya, dia begitu sangat bahagia. Penantiannya selama hampir dua tahun akhirnya terbayar sudah.

__ADS_1


Fajar segera menghubungi orangtuanya, mengabari bahwa sekarang Fitri sedang mengandung buah hati mereka, mendengar itu orangtua Fajar sangat begitu bahagia. Terdengar riuh di balik telpon mungkin mamahnya dan yang lainnya sedang berkumpul.


Fajar kembali ke kamarnya dan kembali memeluk istrinya.


"Terimakasih sayang, kamu telah mengandung anakku. Aku bahagia, aku akan menjadi seorang ayah"."Jaga anak kita baik-baik yah sayang." Fajar melepaskan pelukannya lalu mencium kening istrinya.


"Pasti mas, aku janji akan menjaga anak kita dengan baik. Aku jadi gak sabar ingin melihatnya terlahir kedunia ini." ucap Fitri bahagia.


"Kira-kira anak kita nanti akan seperti apa yah! Kalau perempuan pasti cantik seperti kamu, kalau laki-laki juga pasti ganteng yah, kan ayahnya juga ganteng begini" Ucap Fajar PD dan membayangkan rupa anaknya nanti.


"Iya iya kamu ganteng, makanya aku luluh sama kamu" ucap Fitri menyentuh kedua pipi suaminya dengan kedua tangannya.


Cccuupp... Fitri mengecup bibir suaminya.


"Kamu yah, nakal. Untung sedang sakit kalau gak, sudah aku lahap kamu. Awas aja lihat saja nanti." goda Fajar lalu menggelitiki pinggang istrinya hingga Fitri tak bisa menahan tawanya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2