Terpikat Pesona Janda Kembang

Terpikat Pesona Janda Kembang
Episode 13 : Pengungkapan


__ADS_3

Fajar sedang sibuk memilih baju yang akan dia pakai, hampir semua kemeja di keluarkan dari lemarinya. Mencoba memakai satu persatu lalu bercermin, buka pakai buka pakai terus menerus mencoba menemukan yang dia inginkan. Akhirnya setelah satu jam berlalu dia berhasil mendapat pakaian yang menurutnya pakaian terbaiknya. Dia menggunakan kemeja berwarna biru navy dan celana bahan warna hitam dengan sepatu berwarna hitam pula dan tak lupa menggunakan jam tangan berwarna silver untuk menambah menarik pernampilannya.


"Iya semuanya udah siap, bagus fajar. Kamu udah terlihat tampan" batin Fajar dengan menatap pantulan dirinya di cermin.


Tak lupa dia mengambil sebuah kotak kecil dalam lacinya, dibukanya kotak itu dan dia tersenyum "Semoga Fitri suka" batin Fajar.


Di sisi lain Fitri sudah siap dengan penampilannya. Dia terlihat begitu anggun dengan dress warna merah marun dengan lengan panjang dan sedikit mengembang di bagian pundaknya, bagian bawah sedikit di bawah lutut dan bagian dada sedikit rendah namun tak menunjukkan belahan dadanya. Dressnya sangat cocok dengan badannya yang tinggi dan langsing namun sedikit menonjol di bagian dada dan pinggulnya, tubuh yang sangat sempurna sebagai wanita.


ttiiddd tiiddd

__ADS_1


Suara klakson didepan rumah Fitri pertanda Fajar sudah datang ke rumahnya. Fitri segera keluar dari kamarnya kemudian menuruni tangga untuk menuju ke pintu depan.


Fitri kemudian membuka pintu rumahnya dan terlihat Fajar berdiri di depan mobilnya dengan telah membuka pintu mobilnya untuk mempersilahkan Fitri masuk. Fitri pun segera menghampiri nya dan masuk kedalam mobil berwarna hitam tersebut.


Fajar melajukan mobilnya menuju kesebuah restoran yang lumayan mewah. Setelah sampai, Fajar mengarahkan tangannya untuk di rangkul oleh Fitri, dengan sedikit kode dari Fajar, Fitri pun melingkarkan tangannya pada tangan Fajar. Mereka pun langsung menuju meja yang telah di pesan sebelum nya oleh Fajar.


Fajar menarik salah satu kursi untuk mempersilahkan Fitri duduk di kursi tersebut, kemudian Fajar pun duduk di kursi satunya lagi. Di atas meja terlihat beberapa lilin yang telah menyala dan sebuah Vas bunga yang terisi dengan 3 tangkai bunga mawar merah.


Fajar memepersilahkan Fitri untuk makan terlebih dulu sebelum membicarakan ke hal yang lebih penting. Mereka makan sambil sesekali bercakap-cakap hal yang biasa saja.

__ADS_1


Setelah mereka selesai makan, Fajar sudah bersiap untuk pembicaraan yang serius.


"Fit, setelah pertama kali aku bertemu denganmu, entah kenapa hatiku langsung berdebar. Semakin sering bertemu denganmu hatiku semakin bergejolak. Semakin aku mengenalmu aku semakin tidak bisa menahan perasaanku. Aku sangat senang jika didekatmu, Aku ingin selalu melindungimu. Jujur sejak pertemuan itu, aku yakin aku menyukai mu. Maka aku ingin bertanya, Maukah kamu menjadi pacarku?" Ungkap Fajar panjang lebar dengan mengeluarkan kotak kecil yang berada di sakunya, kemudian dia meletakan di atas meja dan membuka kotak tersebut.


Terlihat sebuah cincin berwarna silver dengan berlian berwarna putih di atasnya yang memberi kesan cantik cicin tersebut.


Fitri terlihat kaget dengan pernyataan cinta dari Fajar, dia sedikit tertegun akan itu. Kemudian dia mencoba untuk berbicara pada Fajar.


"Bukannya saya tidak suka ataupun menyukai bapak, tapi saya belum yakin apakah saya mempunyai perasaan terhadap bapak. Dan bapak juga sudah tahu keadaan saya yang sudah pernah menikah. Saya juga perlu waktu unyuk menata kembali perasaan saya. Apakah saya sudah siap atau tidak dengan hadirnya hati yang baru!!, untuk saat ini saya benar-benar tidak tahu dengan perasaan saya sekarang ini. Saya juga belum tahu apakah saya harus menjawab iya atau tidak atas perasaan bapak" Jelas Fitri yang masih ragu.

__ADS_1


"Yaudah Fit, kamu tidak usah menjawabnya sekarang. Tapi aku harap kamu menyimpan cincin ini, jika kamu telah menerima perasaanku, kamu harus memakai cincin ini tapi jika kamu tidak menerimaku, simpanlah cincin ini dan jangan pernah memakai nya di hadapanku. Aku memberi kamu waktu tanpa batas. Aku akan tetap menunggumu sampai kapanpun" tegas Fajar dengan menyerahkan kotak kecil berisi cincin tersebut.


Setelah pembicaraan tersebut, akhirnya mereka pulang dari restoran. Fajar mengantar Fitri sampai kerumahnya dan kemudian dia pun pulang kerumahnya.


__ADS_2