
Sebulan sudah waktu berlalu, tapi Fitri tetap saja belum memberi keputusan, selama itu pula Fajar intens berkomunikasi dan bertemu dengan Fitri. Namun Fitri selalu saja menghindar jika Fajar menanyakan jawabannya. Fajar masih tetap sabar menanti jawaban yang akan di berikan oleh Fitri.
Fajar dapat tugas untuk berangkat keluar kota dengan waktu yang tidak bisa di tentukan. Dia segera membereskN barang-barang nya yang di perlukannya ke dalam sebuah koper, tak berapa lama dia pun berangkat menuju bandara untuk berangkat ke Surabaya.
*Dikantor
Fitri melewati ruangan Fajar namun ia tak melihat sosok manager nya tersebut. Dalam batin Fitri "Kok dia gak masuk? apa dia sakit? atau sekedar cuti? kema dia?".
Kemudia Fitri beranjak ke meja tempat kerjanya dengan wajah di tekuk dan penuh pertanyaan.
__ADS_1
"Pagi Fit, kenapa pagi-pagi udah cemberut?" tanya Syifa.
"Oh gak apa-apa. Ngomong-ngomong aku tadi lewat ruangan manager tapi aku gak lihat pak Fajar!!" tanya Fitri siapa tahu temannya mengetahuinya.
"Aku juga kurang tahu, coba tanya ke pak Andi, dia kan yang selalu berhubungan langsung dengan pak manager" ucap Ria.
Kebetulan Andi melewati meja mereka.
"Yang saya tahu sih, dia dapat tugas ke luar kota. Tapi saya juga tidak tahu pasti dia ke kota apa" jawak Andi terus berlalu.
__ADS_1
"Kok pak Fajar gak ngasih tahu aku yah, selama ini dia sering chating untuk ngobrol apapun sampai sesuatu yang sepele pun dia ceritain. Tapi sekarang gak bilang apa-apa. Fitri Fitri emangnya kamu siapa yang berhak tahu kemana pun dia pergi toh selama ini kamu juga menggantungkan dia. Sadar lah Fitri" batin Fitri bergelut.
Hari-hari pun berlalu tanpa ada kabar sama sekali tentang Fajar. Fitri pun sesekali sering melihat layar ponselnya namun tak ada Chat dari Fajar. Fitri mencoba menyibukan diri dengan pekerjaannya, namun di pikirannya sering terlintas banyak pertanyaan tentang Fajar. Fitri juga tidak tahu kenapa ia bisa seperti ini, yang sudah terbiasa dengan chat sapaan selamat pagi dari Fajar, chat ucapan selamat tidur bahkan tentang hal-hal yang dilakukan Fajar karena setiap hari bahkan setiap waktu Fajar sering menghubungi nya. Di kantor juga Fajar sering menemui Fitri baik itu dalam pekerjaan ataupun hal pribadi.
Seminggu sudah berlalu, Fitri mencoba memberanikan diri menghubungi Fajar, Fitri mencoba menelpon Fajar namun nomor Fajar tidak bisa di hubungi. Kemudian dia coba mengirim pesan "Pak, apa kabar? apa bapak makan dengan baik?" isi pesan Fitri untuk Fajar namun setelah menunggu beberapa lama tapi tidak ada balasan sama sekali, Fitri pun merasa kecewa.
Disisi lain, Fajar sedang sangat sibuk presentasi di depan para petinggi perusahaan. Dia menjelaskan segalanya denga lugas dan penuh percaya diri. Menjabarkan segala sesuatunya dengan tegas sehingga yang berada di ruangan tersebut menyimaknya dengan anggukan kepala mereka. Setelah presentasi selesai, mereka yang hadir bertepuk tangan, membuat Fajar tersenyum puas akan kerja kerasnya selama ini yang dapat apresiasi dari para petinggi perusahaan.
Tanpa Fitri sadari, selama ini ia terus menanti kabar dari Fajar. Hatinya merasa cemas dan merasa kosong. Seakan ada sesuatu yang hilang dalam dirinya. Dia sangat ingin bertemu dengan Fajar, dia sangat ingin menanyakan beribu pertanyaan yang ada di dalam pikirannya.
__ADS_1
"Ada apa denganku? " batin Fitri penuh tanya.