Terpikat Pesona Janda Kembang

Terpikat Pesona Janda Kembang
Pemeriksaan kehamilan


__ADS_3

Sudah 4 bulan sudah usia kehamilan Fitri, ia ingin sekali melakukan USG untuk melihat kondisi kehamilannya dan mungkin saja bisa melihat jenis kelamin buah hatinya tersebut. Fitri meminta Fajar untuk tak bekerja hari ini. Ia meminta ke dokter kandungan berdua dengan suaminya. Dengan senang hati Fajar menuruti suaminya, ia juga sangat penasaran akan keadaan bayi dalam kandungan istrinya.


"Sayang, ayo cepat. Katanya ingin kedokter kandungan!" ujar Fajar tak sabaran.


"Sebentar donk sayang, aku lagi dandan dulu" balas Fitri.


"Kau ini sudah cantik, jangan banyak di poles nanti hilang cantiknya" ucap Fajar.


"Ini kayaknya muji sekaligus ngejek nih" mata Fitri mendelik ke arah Fajar.


"Udah cantik kok sayang, kalau terlalu cantik nanti ada yang melirik lagi. Aku gak mau yah, istriku tercinta di ambil orang" ucap Fajar menatap cermin yang merefleksikan wajah istrinya.


"Iya iya.. ini sudah selesai. Hayo kita berangkat" ucap Fitri beranjak dari duduknya berjalan keluar kamar di ikuti Fajar.


Fajar menggandeng tangan Fitri ketika menuruni anak tangga agat Fitri bisa dengan mudah menapaki anak tangga itu satu persatu.


"Sayang, bagaimana nanti kalau kita pindah kamat sementara ke lantai bawah. Agar tak menyulitkanmu ketika hamilmu semakin besar. Kan capek juga harus turun naik tiap hari" Ujar Fajar terlihat khawatir.


"Ok kalau mas maunya gitu, lagian memang aku capek juga bolak balik turun naik tangga. Lagian ada kamar yang kosong juga kan yang lumayan luas" setuju Fitri.


"Ok, nanti mas suruh asisten rumah tangga memindahkan beberapa barang yang kita butuhkan ke kamar bawah" ujar Fajar.


"Iya mas" balas Fitri.


Merekapun sampai di mobil lalu Fajar mengendarai mobilnya sendiri menuju rumah sakit terdekat. Fitri terlihat senang dan terus mengelus perutnya yang mulai terlihat membesar. Tiba-tiba sebuah mobil di depannya berhenti mendadak membuat Fajar secara refleks menginjak rem mobilnya 'Cccckkkiiittttttt' sehingga Fajar dan Fitri hampir terjerembab kedepan, untung saja mereka menggunakan sabuk pengaman hingga tak berakibat fatal.


"Kamu tak apa-apa sayang? Maafkan mas, mobil di depan malah rem mendadak" ucap Fajar melihat wajah Fitri yang syok.


"Tak apa-apa mas, aku cuma keget saja" balas Fitri mencoba senyum. Setelah mobil di depan jalan kembali, Fajar pun kembali melajukan mobilnya dengan sangat hati-hati. Ia takut akan kejadian tadi terulang kembali, yang khawatir akan mencelakakan dirinya, Fitri dan bayi yang di kandungnya.


Setelah perjalanan 40 menit akhirnya mereka sampai di sebuah rumah sakit khusus ibu dan anak yang cukup besar. Fitri dan Fajar pun segera menuju poli kandungan dan kebidanan. Yang sebelumnya memang mereka sudah mendaftar terlebih dahulu secara online.


Ketika hendak duduk di kursi tunggu, Fitri melihat sosok yang tidak asing lagi. Begitupun Fajar yang tadi tersenyum mengajak ngobrol Fitri tiba-tiba berubah menjadi dingin setelah melihat sosok tersebut. Kenapa mereka demikian? ternyata sosok yang sedang duduk bersama seorang wanita hamil dan seorang anak lelaki berumur 3 tahun itu adalah Hary, mantan suami Fitri dulu.

__ADS_1


Hary pun menyadari kedatangan Fitri lalu dia menatap ke arah perut Fitri yang terlihat membesar. Dengan wajah tertegun seolah tak percaya, ia yakin bahwa Fitri saat ini sedang mengandung.


"Fitri, sepertinya sedang hamil. Ternyata ia tak mandul seperti yang selama ini aku pikirkan" batin Hary.


"Kenapa mas?" tanya istri Hary ketika melihat suaminya terdiam.


"Ah... gak. Sebentar lagi giliran kita kan" Hary gelagapan lalu mencoba mengalihkan pembicaraan.


Fitri dan Fajar duduk yang hampir dekat cuma berjarak 2 kursi yang di kosongkan namun sejajar.


"Ternyata bisa hamil juga kamu, Fit" celetuk Hary.


Perkataan Hary membuat Fajar terlihat emosi namun Fitri menggenggam lengan suaminya agar tenang dan tak meladeni Hary. Fajar pun bisa tenang namun ia membalas perkataan Hary.


"Punyaku tajam hingga bisa menghamili dia hanya dalam setahun. Tak seperti punyamu yang tumpul dalam waktu 3 tahun tak bisa apa-apa" balas Fajar yang menahan emosinya.


Terlihat wajah Hary yang memerah karena emosi, ia di tatap bingung oleh istrinya yang tak mengetahui jika Fitri adalah mantan istri Hary. Namun Hary tak bisa membalas perkataan Fajar yang memang itu kenyataannya.


"Bagaimana dok, keadaan kandungan istri saya?" tanya Fajar penasaran.


"Keadaan kehamilan ibu Fitri bagus, bayinya juga sehat. Berarti badan janin bagus sesuai usia kandungannya. Hanya perlu minum vitamin dan makan-makanan yang bergizi agar membantu perkembangan janin lebih baik lagi" jelas dokter.


"Bagaimana dengan jenis kelaminnya dokter?" tanya Fajar antusias.


"Belum bisa dilihat pak, mungkin sekitar satu atau 2 bulan lagi baru bisa. Ini saya berikan resep vitamin dan obet penguat kandungan. Semoga bu Fitri dan bayinya tetap sehat" balas Dokter.


"Terimakasih dokter, permisi" ucap Fitri dan Fajar secara bersamaan.


__________


Tak di sangka, lagi-lagi Fajar dan Fitri berpapasan dengan Hary di parkiran mobil mereka.


"Selamat atas kehamilanmu Fitri, ternyata kamu tidak mandul" ucap Hary meremehkan.

__ADS_1


Fajar sudah tak tahan lagi dengan Hary yang selalu mengejek istrinya. bbuuukkkkk suara tonjokan mendarat di pipi Hary, "DIAM KAU BERENGSEK, JAGA UCAPANMU. AWAS SAJA KALAU KAU BERANI MENGEJEK ISTRIKU LAGI, KAU AKAN TANGGUNG AKIBATNYA" amarah Fajar semakin memuncak, lalu Fitri menarik tangan Fajar agar tak meladeni manusia seperti Hary. Segera Fajar dan Fitri masuk kedalam mobilnya meninggalkan Hary yang tersungkur dengan ujung bibir berdarah.


Selama di perjalanan Fajar terus saja mengerutkan keningnya, dia masih terlihat emosi. Dia diam saja menatap ke depan sementara Fitri terus memperhatikan suaminya.


"Sudahlah sayang, jangan terlalu di pikirkan. Biarkan orang itu, mungkin dia merasa iri karena aku hidup bahagia dengan mas" Fitri mencoba menenangkan suaminya.


"Tapi aku benar-benar gak suka jika kamu di hina kayak gitu, Fit. Kamu tuh istri aku, tak boleh ada yang meremehkanmu." balas Fajar yang masih tak bisa memaafkan kelakuan Hary.


"Iya udah dong mas, jelek tahu melihat wajahmu yang di tekuk seperti itu. Gantengnya jadi hilang" goda Fitri.


"Kamu apaan sih, lagi serius juga" balas Fajar sedikit menahan senyumnya.


"Ih senyum nih. Tuh kan ganteng kalau senyum" Fitri melihat senyuman kecil di wajah suaminya dan akhirnya Fajar tak bisa lagi menahan senyumnya karena ulah istrinya yang bisa meluluhkan hatinya.


"Mas gak bisa sok cuek jika kamu goda kayak gini terus. Siapa yang tahan coba di goda sama perempuan cantik seperti kamu" Fajar mengelus kepala istrinya yang bersandar di pundaknya.


Sampailah mereka di rumahnya, Fajar membantu Fitri untuk turun dari mobil. Fajar membawa Fitri ke kamar di lantai bawah yang sebagian barangnya sudah berada di kamar itu.


"Semuanya sudah di pindahkan bi?' Tanya Fajar


"Sudah tuan, memangnya masih ada yang kurang?" tanya bi Lilis.


"Tidak, sudah cukup. Biar nanti saya sendiri yang mengambilnya jika ada yang diperlukan. Terimakasih bi" ucap Fajar.


Fitri duduk di tepi ranjang menatap sekitaran kamarnya. Ia merasa senang karena kamarnya juga nyaman.


"Bagaimana Fit, kamu suka?" tanya Fajar.


"Suka banget mas, semuanya di ganti yah. jadi sesuai seleraku" balas Fitri tersenyum.


"Iya dong, buat istriku apa sih yang tak bisa terutama buat baby kita ini. Sehat terus yah sayang, sampai kita bertemu." Fajar mengelus perut Fitri lalu mencium perut istrinya tersebut.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2