
Fitri dan Fajar baru sampai rumah sakit setelah mereka keluar lebih dari dua jam, Fitri menggelayut manja di lengan suaminya seakan tak ingin lepas, Fajar hanya menerimanya dengan senang hati karena memang jarang sekali Fitri manja pada dirinya.
Terlihat pak Heru dan bu Elis duduk di luar ruangan di depan kamar pak Wisnu.
"Kalian habis dari mana?" tanya pak Heru karena memang cukup lama mereka keluar.
"Habis beli sarapan" Fitri ikut duduk di samping mamahnya.
"Iya mah, pah. Tadi Fitri ingin sarapan rujak cingur jadi kami mencari rumah makan yang jual menu tersebut, jadi lumayan memakan waktu" jelas Fajar duduk di samping istrinya.
"Tumben banget kamu Fit, biasanya kamu anti sama makanan kayak gitu." heran bu Elis.
"Tau mah, hari ini lagi ingin makan itu" balas Fitri.
"Bener mah, Fitri sampai menghabiskan dua porsi" jelas Fajar yang masih heran.
"Beneran itu Fit?" bu Elis sedikit terkejut. Fitri hanya mengangguk dengan tersipu.
Terlihat Bima, Ria, Irwan, Andi dan Syifa datang ke rumah sakit. Fitri dan Fajar melihat mereka datang lalu menyambut mereka semua, mereka saling bersalaman dan mereka menyalami kedua orang tua Fitri bergantian.
Fajar pun mempersilahkan mereka masuk.
__ADS_1
"Mah, ini teman teman Fajar" ucap Fajar, bu Mira langsung menyambut mereka.
Mereka menyalami bu Mira bergantian dan memberi beberapa buah tangan untuk di berikan ke pada bu Mira.
"Terimakasih sudah datang menjenguk" ucap bu Mira dengan senyuman.
"Bagaimana keadaan om, tante?" tanya Ria.
"Alhamdulillah udah baikan" jawab bu Elis.
"Yaudah kami pamit ke luar dulu yah tante, soalnya gak enak terlalu banyak di ruangan juga kurang baik untuk om" pamit mereka di wakili oleh Syifa.
Seperti biasa Syifa, Ria dan Fitri berkumpul untuk berbincang.
"Udah mau 4 bulan" Syifa mengelus perutnya.
"Iya sih udah mulai kelihatan buncit" Ria melirik ke arah perut Syifa.
"Duh senengnya kita bakalan punya ponakan" ucap Fitri pada Ria.
"Fit, kamu kapan nyusul?" tiba-tiba Syifa bertanya itu.
__ADS_1
"Pengen nya sih secepatnya, toh aku juga tidak pakai pengaman dari semenjak menikah. Mungkin belum ada rejeki nya saja" Fitri sedikit memurungkan wajahnya.
"Mungkin kalian kurang rajin bikinnya, jadi belum tokcer" Ria cengengesan ke arah Fitri.
"Apaan sih kamu? Kami itu gencar lakuinnya tahu, hampir tiap malam malah" ucap Fitri tanpa malu.
"Seriusan?" Ria penasaran.
"Iya... cuma banyak yang mengganggu jadi baru tahap pemanasan doang udah berenti" canda Fitri, semua melongo lalu tertawa bersamaan.
Tiba-tiba Ria menunjukkan cincin di jari manisnya sambil mengembangkan senyum.
"Ini cincin dari Bima?" Fitri penasaran. Ria pun menganggung senang.
"Kapan kamu di lamar? kok gak bilang-bilang?" Heran Syifa penasaran.
"Beberapa hari yang lalu Bima datang dengan keluarganya datang melamarku, jadi kami akan menikah 2 bulan lagi" jelas Ria dengan senang.
Mereka oun Ribut sambil berpelukan. Para Pria heran dengan para wanitanya yang ribut-ribut tertawa berpelukan, namun mereka memakluminya karena sudah terbiasa.
Teman-teman mereka pamit untuk pulang, Fitri dan Fajarpun pamit pulang dulu kepada mamahnya, karena memang ada Farhan yang bersamanya. Begitu pun kedua orang tua Fitri yang pamit untuk ikut ke rumah anaknya.
__ADS_1
Fitri dan Fajar naik mobilnya yang di kendarai pak Amin dan orangtua Fitri menaiki mobilnya juga yang di kendarai pak Yanto supir pribadi keluarga, mereka berangkat menuju rumah Fitri dan Fajar.