
Matahari sudah memancarkan sinarnya, menembus di balik tirai kamar penganti baru.
Perlahan Fitri pun membuka kedua matanya dan mencoba mengembalikan kesadaran nya, perutnya terasa berat ternyata tangan suaminya berada di sana. Ditatapnya wajah suaminya yang masih terlelap.
"Tampannya, benarkah dia suamiku!! aku baru menyadari ternyata suamiku lebih tampan jika dilihat dari dekat" batin Fitri.
Satu jari telunjuk Fitri menyentuh wajah Fajar perlahan dari kening, hidung, bibir hingga ke dagunya. Tak henti Fitri terus menatap wajah suaminya sambil tersenyum. Cukup lama Fitri menatapnya kemudian Fitri beranjak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi. Kemudian Fitri berbalik sebentar untuk menatap kembali ke arah suaminya, "Apa setiap hari mas Fajar selalu bangun siang?" tanya Fitri dalam batinnya. Lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi.
*Kenyataannya tadi malam
Flashback On
Fajar selesai dari kamar mandi dia melihat Fitri sudah terlelap, dia mencoba membangunkan Fitri namun tidak berhasil. Dia pun ikut berbaring di samping Fitri mencoba untuk tidur. Sayangnya setelah 1 jam mencoba untuk tidur, ia tak bisa terlelap juga.
Keinginan yang tidak terlaksana membuat dia susah untuk terlelap. Fajar beranjak dari kasurnya mencoba untuk menenangkan dirinya.
"Olahraga iya mungkin dengan olahraga aku nanti bisa tidur karena lelah" gumam Fajar lalu memposisikan tubuhnya untuk Push-up di samping tempat tidur. Dia lakukan sebanyak 30 kali namun tak berhasil membuatnya lelah.
Lalu dia memutuskan keluar rumah menuju halaman untuk berlari walaupun tengah malam buta. Dia berlari mengelilingi rumahnya beberapa kali, 30 menit berlalu akhirnya dia mulai merasa lelah. Sejenak dia duduk di kursi halaman rumahnya lalu dia masuk rumah dan kembali ke kamar dan langsung kekamar mandi untuk membersihkan dirinya yang penuh keringat.
__ADS_1
Setelah selesai mandi, dia kembali membaringkan tubuhnya disamping Fitri. Karena lelah akhirnya dia bisa memejamkan matanya dan tidur terlelap.
Flashback Off
Fitri selesai membersihkan tubuhnya dan keluar dari kamar mandi menggunakan haduk yang dililitkan di dadanya. Dia menuju lemari untuk mengambil pakaiannya dan langsung mengenakannya. Kemudian Fitri menghampiri suaminya untuk membangunkannya.
"Mas, bangun mas udah siang" ucap Fitri sambil menggoyangkan pelan tubuh suaminya.
Fajarpun menggeliat dan mencoba membuka matanya perlahan, dilihatlah Fitri didepannya.
"Udah siang yah, kamu wangi banget, udah mandi yah" ucap Fajar bangun dari tidurnya langsung duduk dan memeluk istrinya yang duduk di sampingnya.
"Cepetan mas mandi gih, udah bau asem ih" ucap Fitri sambil mencoba melepaskan pelukan suaminya.
"Ayo sayang mandi cepat, aku mau buat sarapan dulu" suruh Fitri.
"Oke aku mandi tapi Morning Kiss dulu" ucap Fajar manja sambil mengerucutkan bibirnya.
ccuuppp... Fitri mengecup sekilas bibir Fajar.
__ADS_1
"Udah gih cepat mandi" suruh Fitri dan akhirnya Fajar pun menurut lalu langsung beranjak ke kamar mandi.
Fitri segera turun dari kamarnya menuju kedapur, lalu dia mulai memasak beberapa masakan sederhana. Setelah semuanya siap dia langsung memanggil suaminya untuk sarapan, Fajarpun turun lalu mengecup kening istrinya.
"Wah kayaknya enak nih" ucap Fajar melihat hidangan di depannya sambil beranjak duduk.
"Iya mas, yuk mulai sarapan" ucap Fitri. Merekapun menikmati sarapan pertama sebagai sepasang suami istri.
dding ddong ddingg ddoonnggg
Terdengar suara bell berbunyi, lalu Fitri kedepan dan membukakan pintu.
"Mamah,papah!!!" ucap Fitri senang.
Lalu Fitri mempersilahkan orangtuanya masuk.
"Farah kemana kok gak ikut?" tanya Fitri karena adiknya gak ikut.
"Tadi Farah cepat-cepat ke luar katanya mau mulai cari kerja, dia kan mau tinggal di rumahmu jadi kapan-kapan bisa ke sininya" jelas Bu Elis.
__ADS_1
Memang Farah ingin melanjutkan kuliahnya di jakarta, dia tidak ingin merepotkan orangtua dan kakanya jadi dia mencari kerja sambil kuliah untuk menambah uang jajan dan pengalaman kerja.
Tak berapa lama Fajarpun menghampiri mertuanya, menyalami keduanya dengan mencium punggung tangan mereka masing-masing. Dan Fajarpun ikut bergabung untuk berbincang.