Terpikat Pesona Janda Kembang

Terpikat Pesona Janda Kembang
Pengantin baru


__ADS_3

Subuh-subuh Fajar mendengar suara di kamar mandi. Ia pun terbangun dan tak mendapati istrinya di sampingnya. Ia beranjak ke kamar mandi dan terlihat Fitri yang sedang muntah-muntah namun tak ada muntahan yang keluar.


"Uuwweekkkk.... uuuweeeekkkk... uuuwwweeekkk"


Fajar menghampirinya lalu mencoba membantu dengan memijat tengkuknya agar mungkin membuat Fitri agak nyaman. Tak berapa lama Fitri pun sudah merasa nyaman, ia di bantu Fajar menuju tempat tidur.


"Mas, bantu oleskan minyak angin di punggung agar kamu enakan" ujar Fajar.


Fitri pun menengkurapkan dirinya lalu Fajar mulai mengoleskan minyak angin di punggung istrinya secara merata.


"Gimana sudah enakkan sayang?" tanya Fajar.


"Iya mas" balas Fitri.


"Yasudah kamu tidur lagi saja" ucap Fajar lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh Fitri.


Fajar keluar dari kamar menuju dapur untuk mengambil air hangat untuk Fitri. Di sana ia bertemu dengan Irwan yang sedang mengambilkan air minum juga untuk Farah.


"Eh pengantin baru, baru jam segini sudah bangun" ledek Fajar.


"Eh... lo, jar. Sori maksud gue kakak ipar" balas Irwan.


"Ngapain lo pagi-pagi di dapur?" tanya Fajar.


"Ngambil minum, haus. Sekalian bawain buat Farah" balasnya.


"Cie.. sampe dehidrasi yah mainnya. Oh iya jangan kasar-kasar lah sama Farah. Sampai suaranya terdengar keluar gitu" Fajar terus saja asik meledek Irwan.


"Apaan sih lo" Irwan malu-malu.


"Lo bawa air hangat buat kakak ipar?" tanya Irwan mengalihkan pembicaraan.


"Iya nih, dari tadi Fitri mual-mual terus. Masih hamil muda juga sih" balas Fajar.


"Wajar juga sih, yah bagus juga lihat lo perhatian sama dia. Biar bisa mengurangi beban kakak ipar" ucap Irwan.


"Yaudah, aku mau ke kamar lagi kasihan Fitri" Fajar pun kembali beranjak ke kamarnya.


Irwan pun ikut beranjak untuk kekamarnya pula. Dilihatnya Farah sudah terbangun, karena memang setelah semalam berganti pakaian mereka langsung tertidur karena kelelahan.

__ADS_1


"Sayang, sudah bangun" ucap Irwan.


"Iya mas, mas sendiri habis dari mana?" tanya Farah.


"Mas habis dari dapur bawain kamu air minum, mungkin kamu haus" Irwan memberikan segelas air yang dibawanya pada Farah.


Farah langsung meminumnya karena memang sudah menjadi kebiasaannya jika bangun tidur selalu meminum segelas air putih sampai habis.


"Mas wangi banget, sudah mandi?" tanya Farah.


"Belum mandi, cuma habis cuci muka dan gosok gigi saja. Yaudah kita tidur lagi saja, lagian masih gelap" balas Irwan mengajak untuk tidur kembali.


Beberapa menit Farah dan Irwan masih melum bisa tidur, posisi mereka berhadapan. Irwan membuka matanya lalu secara bersamaan Farah pun membuka matanya, maka dari itu mata mereka bertemu sehingga mereka tersenyum malu.


Mereka saling pandang cukup lama hingga Irwan berinisiatif mendekatkan wajahnya pada wajah istrinya, perlahan sampai bibir mereka bertemu. Irwan lalu mencium bibir istrinya yang lembut secara perlahan membuat Farah memejamkan matanya. Ini adalah ciuman pertama mereka, karena memang mereka ini belum pernah pacaran atau memang mereka menahan untuk pacaran agar tak melakukan dosa.


Darah mereka seakan mendidih, jantung mereka berdetak sangat kencang dan merasakan aliran aneh namun nikmat dalam dirinya. Tapi Irwan menghentikan ciumannya walau hasratnya sudah tinggi terlihat dari benda miliknya yang sudah mengeras.


"Ayo kita tidur" ucap Irwan seraya memeluk istrinya.


"Iya mas" Farah memang terlihat kecewa namun ia mencoba untuk tidur dalam pelukkan suaminya.


_______


"Sayang, bangun. Sudah siang" bisik Fajar lembut di tenginga istrinya. Fitri pun menggeliat laku ia mulai membuka matanya.


"Eh mas, sudah jam berapa sekarang?" tanya Fitri yang masih mencoba menyadarkan dirinya.


"Sudah jam 8 pagi sayang. Yang lainnya sudah berada di meja makan menunggu kita" balas Fajar.


Fitri pun segera beranjak untuk membersihkan dirinya tak lama mereka pun keluar kamar menuju meja makan.


"Ini yang pengantin baru siapa yang kesiangan siapa." celetuk Farah.


"Apaan sih kamu, Far. Teteh ini semalaman mual muntah jadi baru bisa tidur menjelang subuh. Kamu tuh, malam ngapain teriak-teriak kan kami jadi tahu" balas Fitri cengengesan.


"Apaan sih teh! orang gak ngapa-ngapain!" jawab Farah malu.


"Masa gak ngapa-ngapain sampe kedengeran keluar teriakaannya" goda Fitri.

__ADS_1


"Itu kami kan sedang........" perkataan Farah terpotong karena ucapan mamahnya.


"Udah... udah... Sarapan aja jangan saling ejek terus" lerai bu Elis.


"Irwan, pelan-pelan saja yah. Nanti juga bisa kok, jangan kasar-kasar. Kasihan istrimu" ucap Fajar tersenyum.


Irwan terlihat malu dan tersenyum canggung ke arah mertuanya. Farah pun merona menatap ke arah kakak iparnya.


Selesai makan mereka tak beranjak dari duduknya karena ada yang ingin di bicarakan terlebih dahulu.


"Farah dan Irwan, kalian tinggal saja di rumah ini. Karena kan rumah ini tidak ada yang meninggali, sayang kalau di biarkan begitu saja. Jadi teteh minta kalian jangan pindah dari rumah ini yah" pinta Fitri.


"Iya, lagian kalian juga bakalan tinggal verdua saja. Karena orangtua kita juga akan kembali ke bandung dan teteh juga hari ini pulang kerumah" lanjut Fitri.


"Gimana mas?" tanya Farah pada Irwan.


"Kalau mas sih terserah kamu saja, mas ikuti. Lagi pula mas belum dapat rumah yang cocok untuk kita tinggali" balas Irwan.


"Yasudah teh, Farah mau tinggal di sini. Terimakasih teh." ucap Farah.


Fitri dan Fajar pun senang karena memang sayang sekali jika rumah di kosongkan begitu saja. Siang hari Bu Elis dan pak Heru pulang ke Bandung dengan mobilnya sendiri.


Baru pada sore hari Fajar dan Fitri baru pulang kembali kerumah mereka setelah terlihat rumah yang sudah bersih dari dekorasinya.


______________


Waktu menunjukkan pukul 8 malam, Irwan dan Farah sedang asik menonton televisi dengan kepala Farah berada di pangkuan suaminya. Farah menatap lekat ke arah suaminya membuat Irwan yang sedang menonton terasa risih.


"Ada apa sayang?" tanya Irwan.


"Gak apa-apa" Farah mengalihkan pandangannya ke arah televisi.


Irwan sudah tak bisa konsentrasi lagi menonton televisi, ia melihat belahan dada istrinya yang menyembul karena posisi Farah yang menyamping dan menggunakan kaos tanpa lengan.


Seketika Irwan langusng menggendong istrinya membuat Farah tersentak karena ulah suaminya. Irwan segera beranjak dari duduknya menuju ke kamarnya karena hasratnya sudah tidak bisa di tahan lagi. Farah hanya tersenyum di gendongan suaminya karena ia mengerti apa yang akan terjadi selanjutnya.


Tak mereka sadari bi Dedeh melihat mereka dari dapur dan tersenyum pada pasangan pengantin baru itu.


Farah membuka pintu kamarnya lalu Irwan menutupnya dengan kakinya. Pintu tak mereka kunci lagian tak ada orang lain selain bi Dedeh di rumahnya jadi tak akan ada yang membuka pintunya tiba-tiba.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2