Terpikat Pesona Janda Kembang

Terpikat Pesona Janda Kembang
Khilaf


__ADS_3

Fitri masih asyik jalan-jalan menyusuri pantai bersama suaminya, seakan ini baru honeymoon baginya. Karena waktu Honeymoon dulu mereka tidak bisa melakukan hubungan suami istri karena Fitri sedang berhalangan.


Setelah cukup lama menyusuri pantai mereka duduk di kursi untuk bersantai. Menikmati hembusan angin laut, menatap keindahan pemandangan yang ada di depannya dengan menikmati minuman segar yang tersedia.


*Ditempat lain


Bima mengajak Ria untuk pergi jalan-jalan kedaerah perkebunan teh, disana memang tidak terlalu ramai namun udara sejuknya membuat segar di badan.


Mereka menghampiri penjual jagung bakar dan memesan 2 buah jagung bakar. Merika menikmati hangatnya jagung bakar di cuaca yang lumayan dingin, dan mereka memesan 2 gelas teh manis hangat yang sangat cocok di nikmati bersama jagung bakarnya.


Setelah itu mereka mencoba berjalan-jalan di perkebunan teh, ada beberapa orang yang juga terlihat berjalan-jalan seperti mereka.


Tak berapa lama, udara semakin dingin karena hari menjelang sore. Bima dan Ria kembali kedalam mobil dan langsung pergi melajukan mobilnya, di jalanan yang cukup sepi tiba-tiba mobil Bima kehabisan bensin, terpaksa mobil itu berhenti di pinggir jalan sambil menunggu ada orang yang lewat untuk di mintai bantuan.

__ADS_1


Untuk beberapa lama, belum ada juga yang lewat, di dalam mobil Bima dan Ria semakin ke dinginan. Bima berinisiatif menggenggam tangan Ria mencoba menghangatkan suasana.


Mungkin karena terbawa suasana, Bima mendekatkan wajahnya lalu mencium Ria semakin lama semakin panas. Tak disangka tangan Bima bergerak menyentuh dada Ria dan Ria pun tidak menolaknya. Kelamaan tangan itu semakin aktif mempermainkan bukit kembar Ria dan menyusup ke balik kaos yang di pakai Ria.


Ciuman mereka hentikan namun tangan Bima masih memainkan dada Ria. Bima menuntun tangan Ria ke arah depan celananya, Ria hanya diam terpaku membiarkan tangannya berada di sana.


Tak tahan, Bima kemudian membuka resleting celananya dan mengeluarkan miliknya. Ria hanya melongo kaget melihatnya, tangan Ria kembali dituntunnya ke milik Bima. Dengan ragu tapi Ria membiarkan tangannya menyentuhnya.


Bima masih asik memepermainkan bukit kembar Ria dan Ria mulai mempermainkan milik Bima. Cukup lama kegiatan itu mereka lakukan, hingga Bima menegang sedikit mendesah dan sesuatu keluar membasahi tangan Ria.


Bima terdiam dengan nafas yang tersengal-sengal sambil bersandar di kursinya. Sementara Ria terlihat gugup dan merasa bingung kenapa dia bisa melakukan hal itu. Lalu Ria melap tangannya dengan tisu begitupun Bima melap miliknya dan membereskan celananya.


Dari jauh terlihat ada lampu menyorot ke arahnya, ternyata ada sebuah motor yang lewat. Kemudian Bima cepat keluar dan menghentikan motor tersebut. Akhirnya motor pun berhenti dan Bima minta di antar ke pom bensin terdekat, lalu Bima pergi sebentar dan kembali tak berapa lama membawa bensin satu dirigen ukuran 5 liter. Bima memberi uang tanda terimakasih pada pemotor itu.

__ADS_1


Akhirnya mobil pun menyala dan bisa melanjutkan perjalanan pulang. Suasana dalam mobil terasa hening, Ria tak bergeming sama sekali. Bima pun menyadari keadaan tersebut.


"Maaf yah sayang, aku gak bermaksud seperti itu" sesal Bima.


"Iya gak apa-apa, tapi itu tidak baik. Kita belum menikah Bim" sesal Ria.


"Sekali lagi aku minta maaf" sesal Bima.


"Untung saja kita tidak melakukan hal yang lebih parah dari ini, aku gak mau melakukan sebelum kita menikah" ucap Ria masih menyesal.


"Iya sayang, Aku janji. Gak akan sentuh kamu sebelum kita menikah. Tadi aku benar-benar Khilaf" ucap Bima menenangkan Ria.


Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan tidak banyak bicara, mereka merenung menyesali perbuatan mereka. Namun mereka juga sedikit bersyukur tidak melakukan hal yang lebih dari pada itu yang akan membuatnya tambah Fatal.

__ADS_1


***


ooowwww... ingat sebuah ungkapan, jika sedang berdua yang ketiganya itu setan... 😁😁


__ADS_2