
"Mau apa kau kesini?" tanya Fajar lagi sedikit meninggikan suaranya.
"Tenang santai, jangan marah seperti itu. Aku kesini bukan untuk menggodamu atau merayumu. Aku kesini hanya ingin mengajukan kerja sama. Aku akan mengiklankan produk kecantikan yang aku produksi, kata temanku perusahaan advertising yang paling bagus yah perusahaanmu. Jadi aku mengajukan kerjasama ini denganmu" jelas Dilla.
Fajar pun melunak dan mempersiapkan Dilla duduk. Dilla memberikan berkas yang di bawanya pada Fajar dan Fajarpun mulai membacanya dengan seksama.
"Maafkan aku sudah mencurigaimu. Aku sudah membaca semua isinya dan aku juga tertarik dengan kerjasama ini, tapi nanti aku hubungi lagi karena aku akan membahasnya dulu bersama team yang akan melaksanakan projek ini" jelas Fajar.
"Ok, ini kartu namaku. Aku tunggu kabar baiknya, yasudah aku permisi. Oh iya... Selamat atas pernikahanmu dan kelahiran putra pertama kalian" ucap Dilla beranjak pergi sambil tersenyum tipis ke arah Fajar.
Fajar membaca kartu nama yang ada di tangannya tertera nama Dilla Arsyilla, Direktur Eksekutif, DL beauty. 'Ternyata dia sudah sesukses ini' gumam Fajar.
Fajar kembali ke kamarnya dan melihat Fitri sedang menyusui putra mereka.
"Sepertinya tadi ada tamu yah, siapa?" tanya Fitri.
"Oh itu, itu klien yang mengajukan kontrak kerjasama dengan perusahaan kita. Ini produk kecantikan, DL beauty." jelas Fajar.
"DL beauty! wah itu merk kecantikan yang terkenal banget. Sebagian alat makeupku juga pakai DL beauty, bahannya ringan dan nyaman di kulit" ucap Fitri tersenyum.
"Wah, kayaknya mas harus mengambil projek ini dong. Biar dapat produk gratisnya dan bisa mas berikan padamu" ucap Fajar.
"Orang sukses seperti mas masih saja suka barang gratisan nih" ejek Fitri.
"Yah, mau gimana lagi. Yang gratis kan yang paling enak" ucap Fajar tertawa.
___________
Sekarang sudah 1 bulan baby Farrel lahir, Fitri semakin sibut dengan buah hatinya sampai perhatiannya ia curahkan seluruhnya pada Farrel. Sampai tak ia sadari bahwa perhatiannya berkurang untuk suaminya. Sebenarnya Fajar tak masalah dengan hal itu dan ia malah senang akan istrinya yang sekarang sedang senang-senangnya merawat buah hati mereka.
"Fit, tak terasa bayi kita kini sudah berumur satu bulan. Dia tambah gemuk dan mulai berisi badannya. Kau juga sangat perhatian padanya, tapi kau ingatkan aku juga butuh perhatian" ucap Fajar.
"Oh mas, maaf yah. Bukannya aku tak memperhatikan mas atau tak memperdulikan mas. Aku memang terlalu fokus mengurus Farrel, lagipula Farrel kan lebih perlu perhatian lebih di banding kamu mas" balas Fitri.
__ADS_1
"Bukan itu masalahnya sayang. Maksud mas, hal yang dulu biasa kita lakukan apa boleh di lakukan. Memangnya berapa lama lagi sampai nifas mu selesai?" tanya Fajar.
Fitri yang mengerti maksud suaminya itu tersenyum, "Oh maksud mas itu. Sabar dulu yah sayang, biasanya harus 40 hari dulu baru boleh. Memang sih, darahnya sekarang sudah tak ada tapi tunggu 10 hari lagi yah. Itu sudah hukumnya".
"Oh begitu yah, aku cuma bertanya saja sih. Biar aku bisa mengendalikan diri, tapi kalau cium aja boleh kan!" ucap Fajar mencoba mendekati istrinya.
Fitri pun hanya diam saja menerima ciuman dari suaminya, terasa Fajar sangat gencar mencium istrinya. Begitu lama mereka berciuman sampai terdengar suara tangisan dari putra mereka yang membuat mereka menghentikan aktifitasnya. Mereka saling pandang lalu tersenyum satu sama lain.
"Putra kita tahu saja kalau lagi di cuekin" ucap Fajar.
"Cup cup cup sayang, maafin mamah yah. Papahmu juga minta perhatian mamah." ucap Fitri menggendong Farrel.
"Putra papah yang pintar, gak mau yah kalau mamahnya di rebut. Tenang sayang, mamahmu itu hanya untukmu saja. Papah menyerah padamu" ucap Fajar mengelus kepala kecil putranya.
Farrel pun mulai tenang setelah ia menyusu pada mamahnya. Matanya mulai terpejam kembali, sudah kebiasaan bayi kalau haus/lapar pasti bangun.
"Kalau mas ikut minum itu apa boleh yah?" tanya Fajar menunjuk ke arah dada Fitri.
"Setahuku sih tak apa. Kalau bisa di bilang sodara persusuan itu kalau dalam masa pertumbuhan. Kalau suami minum punya istrinya yah pasti tak masalah kan" balas Fitri.
"Tapi mas gak boleh minta yah, nanti stoknya habis kalau mas yang minum. Ini cuma buat Farrel, agar dia tumbuh dengan sehat" ucap Fitri sambil menahan kepala suaminya yang hendak mendekat.
"Hehehe yah gak sayang. Mas cuma bercanda... heheh..." ucap Fajar
" Kamu minum yang banyak yah sayang, biar ceoat besar dan jadi anak yang sholeh" ucap Fajar mengecup kepala kecil putranya.
________
Irwan mengajar seperti biasanya, ia menatap bangku yang biasanya Farah tempati namun tak nampak Farah disana. Padahal tadi pagi Farah berangkat pagi karena ada jadwal kuliah pagi, tapi sekarang kenapa dia tak mengikuti mata kuliah Irwan!. Jam mengajar pun selesai, sebelum semua keluar. Irwan memanggil kedua teman istrinya tersebut.
"Maaf, kalian sahabatnya Farah kan! Kok Farah tak masuk mata kuliah saya, padahal tadi pagi ia berangkat ke kampus lebih dulu!." ujar Irwan.
"Oh Farah... Tadi sih saya lihat dia ke ruang kesehatan pak. Sepertinya ia tak enak badan, Apa Farah tak memberitahu bapak?" ucap teman Farah.
__ADS_1
"Apa? yasudah, terimakasih. Saya akan keruang kesehatan dulu" ucap Irwan tanpa menjawab balik pertanyaan itu dan segera berlari menuju tempat yang dituju.
Setelah sampai di ruang kesehatan, Irwan melihat Farah sedang berbaring di atas tempat tidur sambil memejamkan matanya. Irwab segera menghampiri istrinya tersebut dengan sangat khawatir. Di genggamnya erat tangan istrinya yang terasa dingin.
"Sayang, kamu kenapa? tanganmu dingin begini?" ucap Irwan khawatir.
Farah yang sayup-sayup mendengar suara Irwan langsung mencoba membuka matanya.
"Mas, kok ada disini? bukankah kamu harus mengajar?" ucap Farah pelan.
"Mas sudah selesai sayang, tapi mas tak melihatmu di kelas jadi mas tanya pada temanmu katanya kamu sakit." jelas Irwan.
"Aku gak apa-apa kok mas, tadi cuma pusing dan sedikit demam. Aku minta istirahat disini dan minum obat, sekarang sudah baikkan kok." jelas Farah.
"Tapi tanganmu dingin begini sayang!" ucap Irwan khawatir.
"Benar mas aku tak apa-apa, ini mungkin efek dari obat penurun panas aja" balas Farah menenangkan suaminya.
"Yah sudah, kita pulang saja yah sayang. Biar kamu bisa istirahat di rumah saja" Irwan memcoba membantu Farah untuk bengun dan memapahnya perlahan menuju ke mobil mereka. Akhirnya Farah dan Irwan pun pulang ke rumah mereka.
______
Malam hari ini Farrel sudah tidur nyenyak, akhirnya Fitri sudah bisa untuk tidur. Fitri menatap Fajar yang sudah terlelap. Ia membelakangi suaminya karena ia harus mengawasi putra mereia, Fitri pun mulai menutup matanya. Sebelum ia tertidur lelap tiba-tiba Fajar memeluknya dengan erat membuat Fitru tersentak.
"Mas belum tidur?" tanya Fitri.
"Mas tadi sudah tidur, tapi terbangun begitu saja. Biarkan mas memelukmu seperti ini agar mas bisa kembali tidur." ucap Fajar tetap memeluk tubuh istrinya.
"Yasudah, kita tidur saja. Aku sudah mengantuk juga" ucap Fitri dan mereka pun memasuki alam mimpinya masing-masing.
Bersambung.....
Jangan lupa dukung Author dengan cara Like, vite dan komen yah...
__ADS_1
Terimakasih 😊