Terpikat Pesona Janda Kembang

Terpikat Pesona Janda Kembang
Rumah sakit 1


__ADS_3

Setelah mendengar kabar dari Fitri bahwa besannya masuk rumah sakit, orangtuanya segera ke jakarta. Pagi-pagi sekali mereka berangkat dari bandung langsung menuju rumah sakit tempat pak Wisnu di rawat.


Setelah lebih dari tiga jam perjalanan tibalah mereka di Rumah sakit, Pak Heru dan Bu Elis segera berjalan ke ruangan tersebut. Fitri menyambut kedatangan kedua orangtuanya, memeluk mereka melepas rindu.


"Bagaimana keadaan papah mertuamu ?" bu Elis melepaskan pekukan anaknya.


"Alhamdulillah baik mah, sekarang papah juga sudah sadar" Fitri mengajak masuk kedua orangtuanya ke dalam.


Fajar yang sedang duduk di sofa langsung berdiri menghampiri kedua mertuanya lalu mencium tangan keduanya.


"Mamah dan papah datang?" Fajar tidak tahu jika mertuanya akan datang.


"Iya, Fitri mengabari kami jadi kami segera datang ingin melihat kondisi langsung dari pak Wisnu" balas pak Heru.


Pak Heru dan Bu Elis menghampiri bu Mira yang masih duduk di dekat ranjang suaminya.

__ADS_1


Bu Elis memeluk bu Mira dan pak Heru bersalaman dengan bu Mira.


"Apa kabar bu? pak Wisnu bagaimana?" tanya Bu Elis melirik ke arah pak Wisnu yang sedang berbaring memejamkan mata.


"Udah tambah membaik, ini baru di kasih obat sama dokter jadinya dia tertidur" bu Mira yang tak pernah melepas genggaman di tangan suaminya.


Farhan datang membawa sarapan bubur untuj mereka berempat, karena dia tidak tahu jika pak Heru dan bu Elis akan datang. Farhan menyapa dan menghampiri pak Heru dan bu Elis lalu menyalami tangan keduanya.


Fajar keluar ruangan untuk membeli makanan kembali untuk dirinya dan Fitri, sementara bubur yang Farhan beli, untuk di makan Bu Mira dan Farhan serta Bu Elis dan pak Heru. Farham membuka bungkusannya membawa satu kotak ke mamahnya, dan membawa 2 kotak ke bu Elis dan pak Heru.


"Terus kamu mau beli apa sayang?" Fajar tidak mengerti biasanya pagi-pagi Fitri juga suka makan bubur.


"Aku ikut saja yah, nanti biar cari-cari buat sarapannya" Fitri merangkul lengan suaminya lalu mereka berjalan keluar.


Pak Amin sudah menunggu di depan rumah sakit karena sebelumnya sudah Fajar hubungi. Mobilpun melaju, Fitri melihat ke pinggir jalan, siapa tahu ada makanan yang ingin dia makan.

__ADS_1


Dia membayangkan ingin sekali memakan rujak cingur, membayangkan kuah kacangnya yang enak membuat dia sedikit ngeces.


"Mas, mas... Aku mau rujak cingur, kita cari yah mas" pinta Fitri memelas pada suaminya.


"Tumben kamu Fit, kamu kan paling anti sama makanan itu, kata kamu kan jijik apalagi mau makan kayak gini" heran Fajar pada istrinya.


"Gak mas, aku ingin sekali. Seakan sudah di ujung lidah, cepetan mas cariin yah" Fitri menggelayut manja di lengan suaminya.


"iya iya sayang" Fajar menuruti permintaan istrinya walaupun terasa tak seperti biasanya.


Cukup lama mereka mencari kesana kemari, memang tak begitu banyak tempat makan yang menjual makanan tersebut. Setelah memakan waktu satu jam akhirnya mereka menemukan tempat makan yang menjual rujak cingur tersebut.


Mereka memesannya dan memakannya di tempat, Fitri sampai memakan dua porsi, sementara Fajar tersenyum ke arah istrinya yang makan dengan lahap.


"Alhamdulillah akhirnya kenyang juga" Fitri mengelus perutnya yang dirasa sudah penuh.

__ADS_1


"Yaudah kita kembali ke rumah sakit" ajak Fajar, mereka pun beranjak dan kembali ke rumah sakit.


__ADS_2