
Fitri terbangun di tengah malam, ia merasakan ingin memakan sesuatu. Ia berusaha membangunkan Fajar yang tertidur lelap di sampingnya.
"Mas.... Mas.... Bangun mas.... Mas..." Fitri menggoyangkan tubuh Fajar namun Fajar tak bergeming.
Fitri melihat ada segelas air putih di sampingnya, lalu ia menyipratkan air itu ke wajah Fajar dengan tangannya.
"Bocor... Hujan... Bocor...." Fajar terkejut kelabakan langsung bangun. Fitri yang melihatnya malah tertawa karena reaksi Fajar.
"Fitri! kamu tuh yah bangunin suami pake air kayak gitu" Fajar cemberut.
"Mas juga sih, di bangunin susah banget." Fitri masih cengengesan.
Fajar menatap jam di dinding kamarnya waktu menunjukan pukul 2 pagi.
"Sayang, ini kan baru jam 2 pagi. Ngapain kamu membangunkan mas!" keluh Fajar dan kembali membaringkan tubuhnya.
"Maaasss.... Belikan aku bakso yah! yah!" manja Fitri menarik tangan Fajar agar bangun.
"Ah... jam segini mana ada yang jualan bakso sayang" jawab Fajar malas.
"Mas, ini demi anak kamu. Nanti kalau anakmu ileran kamu mau!" ancam Fitri membuat Fajar mau tidak mau bangun.
"Ok... Ok... Papih akan belikan kamu bakso sayang" Fajar mengelus perut istrinya.
Fajar mengambil kunci mobil dan jaketnya lalu mengecup pucuk kepala Fitri lalu pergi keluar mengendarai mobilnya untuk mencari bakso yang di inginkan Fitri.
Fajar berkeliling di sekitar kompleks rumahnya namun tak menemukannya, ia pun berkeliling ke jalanan siapa tahu ada yang masih berjualan. Satu jam sudah Fajar mencari namun tak menemukannya.
__ADS_1
Mukutnya menguap dan tangannya menggisik matanya karena mengantuk, lalu terlihat di depannya ada lapak bakso yang masih buka dan tertulis buka 24 jam. Tumben ada tukang bakso yang buka 24 jam, pikir Fajar.
Fajar pun berhenti di sana, "Alhamdulillah untung ada yang buka" batin Fajar.
"Bang, pesan bakso 2 bungkus tapi baksinya aja yah" ucap Fajar.
"Bang, beneran tiap hari buka 24 jam?" tanya Fajar penasaran.
"Benar pak, saya buka 24 jam. Kalau siang istri saya yang jualan kalau malam saya yg jualan. Kan jualannya sekalian sama nasi goreng kalo malam dan kalau siang nasi uduk." Jelas si abang.
"Oh.. Sekalian bang, 1 nasi goreng yang pedes yah" pesan Fajar.
Memang sih masih cukup ramai yang beli, memang lokasinya strategis untuk berjualan, karena banyak pabrik dan gedung perkantoran yang mungkin karyawannya pada lembur atau shift malam.
______
"Fit, Fitri... ini mas sudah bawa pesananmu" Fajar berjalan ke kamar dan melihat Fitri terlelap.
"Fit, bangun sayang. Ini baksonya" Fajar menggoyangkan tubuh Fitri.
Fitri pun terbangun, "Eh mas sudah pulang, ini jam berapa?" Fitri menggisik matanya.
"Iya sayang, sekarang hampir jam 4 subuh. ini baksonya mas udah siapkan di mangkuk, kita makan bareng" ucap Fajar.
"Mas beli nasi goreng?" tanya Fitri.
"Iya sayang" balas Fajar.
__ADS_1
"Mas, aku mau nasi gorengnya. Mas makan baksonya yah, kita tukeran" Fitri memelas.
Fajarpun akhirnya memberikan nasi gorengnya, lalu ia melahap baksonya yang sudah hangat. "Duh... baru sekarang aku makan bakso subuh-subuh, sedikit eneg sih tapi demi istri, aku rela" batin Fajar tersenyum menatap Fitri yang sangat lahap memakan nasi gorengnya.
Mereka pun selesai makan, terus Fitri mengajak Fajar untuk berjalan keluar keliling taman di rumahnya.
"Mas, makasih yah. Aku sanang banget punya suami kayak kamu" Fitri berjalan bergandengan dengan Fajar.
"Aku juga bahagia sekali karena menikahimu, apalagi sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah. Dunia ini seakan berpihak denganku" Fajar menatap langit yang penuh bintang.
Mereka duduk di bangku taman depan rumahnya.
"Mas, ingin anak laki-laki atau anak perempuan?" tanya Fitri.
"Mas sih, mau perempuan atau laki-laki, yang penting terlahir lehat dan sempurna tanpa kurang apapun" balas Fajar menatap istrinya.
Cupp... kecupan mendarat di kening Fitri, Fitri pun tersenyum lalu menyebderkan kepalanya di bahu lebar suaminya. Fajar mengelus lembut rambut istrinya yang terurai indah. "I love you"
Bersambung.....
Baca juga karya lain Author..
- Bunda untuk Cilla
- Kimita
terimakasih 😊
__ADS_1