
Weekend pun tiba, Fitri telah janjian untuk joging bersama dengan Fajar. Mereka berjalan menuju taman komplek rumah Fitri, seperti biasanya dia muter-muter beberapa kali di sana, selama 1 jam di taman akhirnya mereka pulang ke rumah Fitri.
Fajar pun ikut masuk ke rumah Fitri dan duduk di Sofa, sementara Fitri membuatkan es jeruk untuk mereka berdua. Fitri membawakan minumnya kemudian meletakannya di meja.
" Silahkan pak di minum" ucap Fitri sambil duduk di samping Fajar, kemudian Fajar langsung meminumnya karena haus sampai habis sekali tenggak. Fitri pun meminum juga walaupun tak sampai habis.
"Fit, kita kan sudah hampir sebulan pacaran tapi kamu masih tetap memanggil ku dengan sebuta pak sih" ucap Fajar.
"Terus saya harus bilang apa pak" ucap Fitri bingung.
"Mas atau sayang" goda Fajar.
"Emhz iya deh mas" ucap Fitri pelan.
"Apa gak bilang sayang aja?" goda Fajar lagi, kemudian Fitri mencubit perut Fajar sambil tersenyum malu.
__ADS_1
Kemudian Fajar membalas menggelitik perut Fitri sampai ia tertawa lepas saking gelinya tanpa sadar Fitri jatuh terlentang di atas Sofa dengan Fajar berada di atasnya. Mereka tertegun saling pandang beberapa lama, sedetik kemudian Fajar mendaratkan kecupan ke Bibir Fitri "ccuuppp", hanya sekilas dia melakukannya dan melihat Fitri ternyata tidak menolak. Lalu dia kembali mendaratkan bibirnya ke bibir Fitri, sekarang bukan hanya sekedar kecupan tapi sudah menjadi ciuman, Fajar ******* bibir Fitri dengan rakus bahkan mencoba membuka bibir Fitri dengan lidahnya karena diserang begitu akhirnya Fitri terpaksa membuka bibirnya hingga lidah mereka saling bergelut satu sama lain, bahkan sekarang Fitri sudah berani menggigit bibir bawah Fajar dan tangan Fitri melingkar di tengkuk Fajar.
Ketika mereka sedang asik menikmati ciuman panas mereka, tiba-tiba terdengat suara dering di HP milik Fitri. Sehingga dengan terpaksa mereka menghentikan kegiatannya.
Fitri dan Fajar beranjak untuk duduk dengan perasaan malu mereka saling tatap sebentar sebelum Fitri beralih mengangkat telponnya.
"Halo mah, ada apa?" ucap Fitri sambil melap bibirnya yang sedikit basah.
"mamah besok mau ke rumah kamu, sama papah juga. Udah lama juga kan kita ka kesana, semenjak terakhir kali kami ke sana pas perceraian kamu kan" ucap mamahnya Fitri di sebrang telpon.
"Ada apa Fit? orangtua kamu mau kesini?" tanya Fajar.
"Iya mas, mamah papah mau kesini, katanya mereka kangen sama aku" jawab Fitri.
"Bagaimana kalau aku nanti kesini untuk menemui orangtuamu?" tanya Fajar.
__ADS_1
"Apa gak kecepetan? mas udah siap ketemu orangtuaku?" ucap Fitri balik bertanya.
"Aku sudah siap kok, aku kan serius padamu bukan untuk main-main. Apa mungkin kamu yang belum siap mengenalkan aku pada orangtuamu?" ucap Fajar sedikit menekuk mukanya.
"Bukan begitu mas, jika mas sudah siap, aku juga siap memperkenalkan mas pada orangtuaku" ucap Fitri sambil tersenyum.
"Terimakasih Fit, aku senang banget" ucap Fajar dengan senyum yang mengembang.
Tak terasa waktu sudah siang, Fajar beranjak untuk pulang. Dia berpamitan pada Fitri dan Fitri mengantarkan nya hingga pintu depan kemudian melambaikan tangannya.
Fitri terus teringat kejadian tadi, dia memegang bibirnya dengan jarinya. Lalu dia tersenyum sendiri mengingat ciuman panasnya, untung ada telpon dari mamahnya kalau tidak mungkin bisa lebih jauh lagi. Fitri pun berlalu menuju kamarnya....
***
Ingat yah Fajar dan Fitri, kalian belum menikah. Jangan lakukan hal-hal aneh yah. 😌😌
__ADS_1