Terpikat Pesona Janda Kembang

Terpikat Pesona Janda Kembang
Panik


__ADS_3

Fitri duduk di depan meja riasnya, dia menggunakan baju tidur terusan sampai lutut berbahan kain satin warna navy dengan bagian atas tanpa lengan yang tersanggah dengan seutas tali di bagian sisi kanan dan diki pundaknya serta bagian depan dan belakang yang cucup rendah, dengan motif berenda di bagian dadanya.


Fajar memandanginya dari jauh dengan kagum lalu dia mendekati istrinya, memegang kedua ujung pundaknya dengan kedua telapak tangannya. Dia sedikit menunduk mendekatkan bibirnya mulai menciumi dari pundak yang terbuka, ciumannya lembut terus menyusuri lehernya hingga sampai ke telinganya, Fajar menggigit kecil ujung telinganya pelan sedikit lama mempermainkannya di sana hingga membuat Fitri sedikit mendesah menikmati kegelian yang ia rasakan mulai menjalar ke tubuhnya.


Tangan sebelah kanan Fajar meraih tali baju di pundak Fitri dan menariknya ke bawah lengannya dengan bibirnya tetap menciumi liher hingga telinga Fitri. Wajah Fitri menoleh ke samping lalu mencium bibir suaminya dengan lembut lalu Fajar mulai ******* bibir istrinya dengan penuh gairah. Tangan Fajar beralih ke depan dada istrinya dari belakang, dia mer€masnya pelan hingga Fitri blingsatan.


Namun tiba-tiba pintu di ketuk beberapa kali sehingga mengganggu aktivitas mereka berdua. Fajar menghentikan kegiatannya dia melap bibirnya yang basah lalu membuka pintu kamarnya.


"Ada apa bi?" tanya Fajar ternyata bi Minah yang memanggil mereka.


"Itu den, ada telpon dari Nyonya Mira katanya Tuan masuk rumah sakit, Nyonya sudah nelpon aden berkali-kali tapi tidak di angkat" jelas Bi Minah panik.


"Oh iya bi, hp saya di silent. Di RS mana?" tanya Fajar dengan panik.


"Di RS xxxx" balas bi Minah.

__ADS_1


Fajar langsung menyuruh Fitri untuk berganti pakaian begitupun dirinya, Fajar memberitahu apa yang terjadi, Fitri pun terlihat khawatir dan panik. Akhirnya mereka segera berangkat ke RS xxxx dengan mobil yang di kendarai oleh pak Amin yang sekarang telah jadi supir pribadi mereka.


Butuh waktu kurang dari satu jam akhirnya mereka tiba di rumah sakit tersebut. Fajar dan Fitri sedikit berlari untuk segera ke ruangan tempat papahnya di rawat, tak berapa lama akhirnya mereka sampai ke depan ruang inap pak Wisnu, didepan ruangan telah ada Farhan dan Maya adik Fajar yang terlihat khawatir.


Fajar segera menghampiri mereka berdua.


"Gimana ke adaan Papah?" tanya Fajar dengan sangat khawatir.


"Papah di dalam kak, kata dokter keadaan sudah stabil tadi kena serangan jantung mendadak, sekarang mamah lagi menemaninya di dalam" jawab Maya.


Fajar dan Fitri pun masuk ke dalam ruangan VVIP dimana Papahnya di rawat, Maya dan Farhan pun mengikutinya dari belakang. Fajar memeluk mamahnya begitupun Fitri memeluknya bergantian, wajah mamahnya sembab karena menangis namun sekarang terlihat sudah tenang. Sementara papahnya berbaring dengan infus, alat pernafasan dan beberapa alat yang menempel di dadanya.


"Bagaimana keadaan papah, mah?" tanya Fajar pelan.


"Alhamdulillah udah stabil, sekarang dia sedang tertidur" lega mamahnya memegang tangan suaminya.

__ADS_1


"Alhamdulillah" Fitri bersyukur bahwa papah mertuanya baik-baik saja.


"Mamah sudah makan?" tanya Fajar.


"Belum, tadi gak sempat makan malam" jawab mamahnya.


Fajar menyuruh Farhan untuk membelikan makan untuk semuanya, karena mereka semua belum sempat makan malam karena terlalu panik. Farhan pun pergi untuk membeli makanan.


"Mas, kita menginap saja di sini, nungguin papah biar mamah bisa istirahat dulu" ucap Fitri khawatir bu Mira yang sedikit lesu.


"Iya sayang,, Mah, mamah tiduran saja di sana, aku sudah pesan extra bed untuk tidur. Biar kami tiduran di Sofa" ucap Fajar pada Fitri lalu menyuruh mamahnya untuk istirahat.


Tak berapa lama Farhan datag membawa beberapa makanan untuk mereka dan mereka pun memakannya walau tak sampai habis terutama bu Mira yang hanya makan sedikit saja.


Fajar menyuruh Maya dan Farhan untuk pulang istirahat, sementara malam ini Fajar dan Fitri yang menjaga papahnya. Agar besok bergantian Maya dan Farhan yang berjaga karena Fajar dan Fitri harus bekerja. Maya dan Farhan pun pamit pulang, bu Mira beristirahat di kasur tambahan samping ranjang suaminya. Sementara Fitri berbaring di Sofa dengan Fajar yang duduk di sebelahnya.

__ADS_1


__ADS_2