
Syifa meminta saran pada Fitri karena memang hampir 10 hari tak ada perkembangan dalam rumah tangganya. Dia dan suaminya hanya tidur biasa tanpa ada kontak Fisik yang lebih.
"Fit, sekarang aku mulai gak enak yang di biasain sama suami, memang sih pak Andi baik. Tapi kalau aku cuma jadi teman tidurnya saja itu kayak aku di abaikan begitu saja" terang Syifa pada Fitri.
"Apa sikapmu pada pak Andi masih sama kaya pas hari pertama nikah?" tanya Fitri.
"Memang sih aku masih seperti itu, masih takut dan gugup kalau dia deketin" jawab Syifa jujur.
"Harusnya kamu coba tenangin diri kamu deh, dan bersikap layak sama dia. Atau kamu bisa berinisiatif memintanya terlebih dahulu" saran Fitri.
"Ok deh aku coba saran dari kamu" ucap Syifa.
Sebenarnya Syifa sudah merasa terbiasa akan kehadiran Andi di sisinya tapi entah kenapa dia masih saja gugup dan takut untuk melakukan hal 'itu' dengan suaminya.
"Dirumah Syifa
__ADS_1
Memang setelah menikah, Syifa di ajak Andi tingal di rumahnya walau tidak terlalu mewah namun nyaman untuk di tempati mereka berdua.
Seperti biasa Syifa selalu mandi terlebih dahulu lalu setelah itu berpakaian, selanjutnya Andi punembersihkan dirinya. Syifa duduk di tampat tidur sambil mencoba menenangkan hatinya sesuai saran Fitri.
Andi keluar dari kamar mandi dengan telah berpakaian santai. Seperti biasanya Andi tersenyum pada istrinya dan menghampirinya. Andi melihat Syifa sekarang tak lagi gemetar dan gugup seperti biasanya sehingga andi mencoba memegang tangan istrinya lalu mengecup kening istrinya, sekarang Syifa tidak menolak.
Melihat itu Andi mulai berani mencium bibir istrinya, Syifa hanya diam saja sambil menutup matanya. Memang hatinya masih sangat gugup namun dia mencoba menahannya agar suaminya tidak terganggu.
Andi terus saja mencium istrinya dan tangannya mulai menjamah tubuh istrinya. Mereka melakukan pemanasan yang cukup lama hingga hasrat mereka terus memuncak.
Semua pakaian sudah terlepas dari tubuh mereka dan milik Syifa pun sudah basah. Syifa berbaring sedangkan andi berada di atasnya. Perlahan Andi mencoba menekan sambil melihat ekspresi istrinya, mencoba memberi isyarat apakah bisa di lanjutkan dan Syifa pun memberi isyarat lanjutkan saja.
Andi kembali menekannya, syifa hanya meringis menahan sakit di bawah sana. Melihat ekspresi istrinya, Andi hendak menghentikan aksinya. Namun Syifa menahannya dan mengisyaratkan untuk mendapatkan nya.
Lagi Andi melanjutkan nya, dan akhirnya berhasil menembus gerbang milik istrinya. Syifa sesikit memekik sakit namun berubah jadi desahan ketika suaminya mulai melakukan permainanya.
__ADS_1
Cukup lama mereka melakukan permainan itu, sampai terlihat Andi mempercepat gerakannya, lalu menekannya dalam-dalam seakan tidak mau lepas dari istrinya. Mereka mendesah bersama tanda permainan telah selesai.
"Terimakasih Syifa" ucap Andi sambil mencium kening istrinya.
"Iya pak, maaf sudah menunggu lama" jawab Syifa.
"Sekarang kamu panggil mas saja jangan bapak yah" Pinta Andi.
"Iya mas" ucap Syifa memeluk suaminya.
Mereka pun terlelap karena merasa kelelahan.
*Pagi hari
Syifa meminta ijin tidak masuk kerja kepada Fitri dengan alasan sakit. Sebenarnya Syifa tidak berbohong kalau dia memang sakit tapi bukan Flu atau demam, yang sakit area bawahnya hingga dia sedikit kesulitan berjalan karena permainannya semalam.
__ADS_1
Andi menyuruh istrinya untuk istrirahat sementara dia harus berangkat bekerja dan langsung pamit kepada Syifa yang sedang duduk berselonjur di atas tempat tidurnya.