Terpikat Pesona Janda Kembang

Terpikat Pesona Janda Kembang
Kehamilan


__ADS_3

Fajar dan Fitri sedang berada di rumah sakit ibu dan anak, mereka ingin memeriksa kandungan Fitri untuk memastikan keadaannya dan usia tepat kandungnya. Tak berapa lama mereka pun masuk ruang dokter, lalu menyuruh Fitri untuk mengangkat bajunya untuk USG.


"Tunggu tunggu dok, emang perlu yah sampai bajunya di angkat begitu" Fajar menahan Fitri untuk menyibakan bajunya.


"Pak, kalau bajunya gak di sibakan bagaimana saya bisa melakukan USG!" ucap dokter tersenyum menggelengkan kepalanya.


Perawat dan Fitri pun ikut tersenyum melihat tingkah Fajar. Akhirnya Fajar mempersilahkan dokternya untuk melakukan pemeriksaan.


"Bagaimana dok, apa kandungan istri saya sehat? sudah berapa bulan?" tanya Hardi penasaran.


"Usia kehamilan bu Fitri sudah memasuki usia 9 minggu dan semuanya normal" balas dokter.


"Jenis kelaminnya laki-laki atau perempuan?" tanya Fajar antusias.


"Pak Fajar, kehamilan istri anda baru 9 minggu yah belum kelihatan pak. Masih berbentuk gumpalan darah, jika jenis kelamin biasanya sudah bisa di lihat jika sudah 5 bulan atau lebih" lagi-lagi dokter tersenyum akan pertanyaan Fajar.


"Dasar mas Fajar, masa gak tahu sih" Fitri menyenggol pundak suaminya.


"Oh iya, satu lagi yah pak. Karena kehamilan bu Fitri masih dalam tahap awal, saya meminta kurangi hubungan suami istri untuk keamanan kehamilan istri anda" jelas dokter.


"Tapi masih boleh kan dok, asal gak sering gitu" ucap Fajar meyakinkan


"Bisa-bisa tapi jangan sering dan jangan berlebihan, takut istri anda terlalu kelehan itu tidak baik untuk kehamilannya" jelas dokter kembali tersenyum.

__ADS_1


Fitri hanya bisa menahan malu dengan tingkah suaminya tersebut. Fajar merasa senang walau ia hatus mengurangi aktivitas nya dengan Fitri.


Mereka pun kembali kerumahnya, ternyata pak Wisnu dan bu Mira sudah berada di rumah mereka karena ingin bertemu dengan anak dan menantunya.


"Mamah, papah, kenapa kesini?" tanya Fajar lalu mencium kedua tangan orangtuanya begitupun Fitri.


"Mamah dan papah cuma ingin tahu kabar kalian dan calon cucu kami, kata dokter udah berapa bulan Fit?" tanya bu Mira.


"Udah 9 minggu mah, jadi masih harus banyak untuk istirahat" balas Sarah.


"Tuh, inget yah Fajar. Jangan buat Fitri capek demi anak kalian di dalam kandungan Fitri" ucap pak Wisnu mengingatkan Fajar.


"Siap pah? Fajar akan memperlakukan Fitri dengan lembut" ucap Fajar.


Bu Mira memberi beberapa nasihat untuk anak menantunya yaitu mengurangi aktivitas yang terlalu berat, makan makanan yang bergizi, minum vitamin yang di berikan dokter dan jangn lupa minum susu khusus ibu hamil.


"Mas, temani aku sebentar sampai aku tidur yah" rengek Fitri.


"Tapi di luar kan ada mamah dan papah" balas Fajar.


"Sebentar saja, aku mohon" wajah memelas Fitri membuat Fajar luluh.


Fajar memeluk istrinya yang tidur di lengannya, Fajar mengecup dahi istrinya dan menepuk-nepuk punggung istrinya seperti sedang menina bobokan nya.

__ADS_1


Tak berapa lama Fitri pun tertidur lelap, Fajar menyadarinya lalu ia secara perlahan menarik lengannya dari kepala Fitri dengan sangat hati-hati agar Fitri tidak terbangun.


Fajar pun kembali menemui kedua orang tuanya.


"Maaf mah, pah. Sedikit lama, Fitri lagi manja pengen di temenin segala" jelas Fajar.


"Iya tak masalah, jaga istrimu baik-baik, ini kan cucu pertama kami. Kamu harus banyak memberikan perhatian kepadanya" ucap bu Mira.


"Ngomong-ngomong kamu udah ngasih tahu ibunya fitri?" tanya pak Wisnu.


"Oh iya benar, Fajar lupa. Nanti Fajar telpon mamah Elis" balas Fajar.


"Sekarang anak papah sudah mau jadi seorang ayah nih, oh iya jangan ngerjain istrimu berlebihan yah. Jgn sampai menyakiti cucuku" bisik pak Wisnu saat memeluk anaknya.


"Siap pah, tenang saja" bisik Fajar tersenyum.


"Yaudah kami Pulang dulu" pamit bu Mira dan pergi unntuk pulang.


Fajar kembali ke kamarnya dan melihat Fitri telah bangun namun menekuk wajahnya. Fajar menghampirinya dan mendekatinya.


"Kamu kenapa sih sayang kok cemberut gitu?" tanya Fajar memeluk tubuh istrinya.


"Kamu kenapa tinggalin aku! aku tidak mau sendirian mas." manja Fitri.

__ADS_1


Fajar tersenyum karena Fitri begitu manja kepadanya, ia memeluk istrinya lebih erat lagi dan sesekali mengecup pucuk kepala istrinya.


Bersambung..


__ADS_2