Terpikat Pesona Janda Kembang

Terpikat Pesona Janda Kembang
Kisah Syifa


__ADS_3

Pagi itu seperti biasa Syifa sampai di kantor tepat waktu, Syifa bertemu kedua sahabatnya di Lobi kantor dan menuju ruangan mereka bersama-sama.


Setelah sampai ke ruangan, di sudut lain terlihat seorang pria yang terus memperhatikan Syifa dari jauh. Tak lama pria itu mendekati meja Syifa. Ternyata itu pak andi sekertaris direktur yang terkenal dengan sifat alim nya.


"Syifa, bisa bicara sebentar" ajak pak andi.


"Bisa pak" jawab Syifa heran, karena selama ini mereka jarang bertegur sapa secara pribadi.


"Maaf yah, saya pinjam Syifa nya sebentat" ucap pak Andi pada Fitri dan Ria. Kemudian Syifa dan pak andi pergi keluar ruangan.


Fitri dan Ria bereaksi sama dengan Syifa, mereka pun gak nyangka pak Andi meminta bicara secara pribadi dengan Syifa.


Pak Andi mengajak Syifa ke tempat yang tidak terlalu ramai masih di dalam perusahaan.


"Maaf Syifa, saya tiba-tiba meminta bicara dengan kamu. Malam ini bolehkah saya datang kerumahmu?" tanya Andi tanpa basa-basi.


"Bo...Boleh pak, dalam rangka apa yah?" jawab Sifa gugup sambil kembali bertanya.

__ADS_1


"Ada perlu, nanti kamu juga tahu" ucap Andi tersenyum lalu permisi kepada Syifa.


Syifa pun kembali ke ruangannya disana Fitri dan Ria menatap kedatangannya dengan penuh tanda tanya.


"Kalian membicarakan apa sampai menjauh dari kita?" tanya Fitri penasaran.


"Gak tahu aku juga bingung, nanti deh kalo ada yang perlu aku ceritain nanti aku ceritain kebkalian" ucap Syifa yang bingung mau jawab apa.


*Malam hari di rumah Syifa


Tak berapa lama bell pintu berbunyi, Syifa membuka pintu, benar dugaan Syifa. Andi beneran datang ke rumahnya sekaligus membawa kedua orangtuanya. Syifa yang terkejut pun hanya mempersilahkan mereka masuk.


Di sofa udah ada orangnya Syifa, mereka menyambut kedatangan Andi dan kedua orangtuanya dengan ramah.


"Perkenalkan, nama saya Andi teman sekantornya Syifa dan ini kedua orang tua saya" ucap Andi memperkenalkan dirinya dan orangtuanya.


"Maksud kami datang kesini, karena anak kami Andi berniat melamar putri bapak dan ibu sebagai istrinya" ucap Ayahnya Andi.

__ADS_1


Syifa dan keluarganya sangat terkejut dengan apa yang di ucapkan ayahnya Andi.


"Benar pak, saya berniat melamar putri bapak untuk menjadi istri saya. Mungkin Syifa pun pasti terkejut dengan niat saya, namun saya memang memiliki prinsip pacaran setelah menikah, saya juga sudah tahu Syifa dengan cukup baik. Maka dari itu saya ingin mempersunting putri bapak dan ibu." Jelas Andi pada Syifa dan Kedua orangtuanya.


"Baik, saya juga sedikit terkejut tapi saya serahkan semuanya pada putri saya, apakah dia menerima atau menolaknya" ucap Ayahnya Syifa. "Bagaimana Syifa?" lanjut ayahnya.


Syifa yang masih syok namun berpikir apa yang harus dia jawab. Dia memikirkan memang pak Andi selama yang dia tahu itu Orangnya baik, sopan dan gak pernah pacaran, Dia pun alim, rajin beribadah. Setelah memikirkan cukup lama akhirnya Syifa mempunyai jawaban.


"Begini pak, yang saya tahu dari bapak itu orangnya baik, saya akan coba bersama bapak. Maka dari itu saya menerima lamaran bapak" jawab Syifa meyakinkan dirinya.


"Alhamdulillah, terimakasih banyak Syifa" ucap Andi penuh syukur dan kedua orangtuanya pun ikut tersenyum bahagia.


"Karena Syifa menerima lamarannya, dan disegerakan saja melaksanakan pernikahan. Nak Andi, siap nya kapan?" tanya ayahnya Syifa.


"Satu bulan, saya siap. iya satu bulan pak" jawab Andi yakin.


Syifa yang mendengarnya kembali terkejut dengan jawaban Andi. "Secepat itu pak Andi akan nikahin aku, ya ampun apa aku gak salah menerimanya, tapi semua sudah terlanjur. Memang sih lebih cepat lebih baik" batin Syifa pasrah.

__ADS_1


__ADS_2