Terpikat Pesona Janda Kembang

Terpikat Pesona Janda Kembang
Persiapan


__ADS_3

Fajar baru saja pulang dari kantor pukul 5 sore, ia sengaja pulang cepat agar bisa terus bersama istrinya. Ia harus lebih siaga dengan kehamilan Fitri yang sudah sangat besar.


"Aslammlaikum, aku pulang." Ucap Fajar.


"Waalaikum salam, mas sudah pulang. Padahal masih sore loh" ucap Fitri menyambut suaminya.


"Mulai sekarang, mas akan pulang lebih awal dari kantor karena mas harus jadi suami siaga dengan kehamilanmu yang sewaktu-waktu bisa saja melahirkan" jelas Fajar mengecup kening istrinya.


"Sore nak Fajar!" ucap bu Elis.


"Mamah sudah sampai! Saya kira besok beru datang." ucap Fajar sambil mencium punggung tangan ibu mertuanya.


"Iya, mamah ingin segera datang. Makanya mamah segera ke sini" balas bu Elis.


"Kalian di sini juga?" tanya Fajar ketika melihat Farah dan Irwan.


"Iya mas, kami ingin melihat teh Fitri, sudah lama juga kan gak ketemu" balas Farah.


"Yaudah sekalian saja kalian menginap disini. Jika banyak orang kan aku juga sedikit tenang, banyak yang jagain Fitri" ujar Fajar tersenyum.


Fajar segera ke kamarnya untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Tak berapa lama ia keluar, lalu melihat Irwan yang tengah asik nonton bola akhirnya Fajar ikut duduk di dekat sahabat sekaligus iparnya tersebut.


"Wah ini tim paforit gue, seru nih kayaknya" ujar Fajar.


"Lah berarti kita lawan nih bang" balas Irwan.


"Apaan sih lo bilang bang! panggil gue seperti biasa aja kali!" ujar Fajar.


"Gak lah, lo kan kakak ipar gue jadi sewajarnya gue panggil lo bang" balas Irwan cengengesan.


"Ngomong-ngomong, istri-istri kita pada kemana?" tanya Fajar.


"Tuh, mereka sedang masak buat makan malam. Ribut gitu masa gak kedengeran!" balas Irwan dan Fajarpun menoleh ke arah sumber suara dan memang Farah, Fitri dan bu Elis sedang memasak sambil saling berbincang di bantu dengan bi Minah yang hanya tersenyum mendengar percakapan majikannya.


_______


Beberapa hati berlalu, Farah, Irwan dan bu Elis masih menemani Fitri karena sudah mendekati waktu perkiraan kelahiran. Fajar mulai merasa khawatir dan cemas, takut tiba-tiba Fitri kontraksi. Ia bingung harus berbuat apa! ia sampai tak bisa fokus bekerja, banyak pekerjaan yang di handle oleh Andi.

__ADS_1


Melihat Fajar yang gelisah dan salah tingkah, Andi pun mencoba bertanya pada Fajar. " Bos, kenapa? sepertinya gelisah begitu?"


"Fitri kan bulan ini sudah mendekati waktu perkiraan kelahiran, aku cemas dan bingung harus berbuat apa." balas Fajar masih dengan tampang gelisah.


"Perasaan bos sama banget dengan perasaanku ketika Syifa melahirkan, aku sampai tak bisa tidur di buatnya. Saran aku sih, jangan terlalu panik bos nanti malah jadi berabe" balas Andi yang merasakan hal yang sama.


"Ok makasih banyak atas satannya, oh iya nanti kamu handle semua pekerjaan yah. Aku akan jarang ke kantor, soalnya mau menyiapkan segala sesuatunya jika suatu saat Fitri melahirkan." pinta Fajar.


"Iya, serahin saja padaku bos." ucap Andi lalu meninggalkan ruangan Fajar.


"Betul kata Andi, jangan terlalu panik. Berpikir positif saja agar tak ada kendala apapun nantinya" batin Fajar.


________


Fajar menyiapkan beberapa keperluan untuk kelahiran Fitri nanti, memasukannya ke dalam tas. Ia mengambil dua tas, yang pertama untuk bayi mereka nanti dan yang ke dua untuk Fitri dan dirinya jika harus menginap di rumah sakit.


Fitri terus menyaksikan kegiatan Fajar yang menyiapkan semuanya dengan senyuman di bibirnya, karena menurutnya Fajar sangat menggemaskan saat fokus dan terlihat serius saat membereskan beberapa barang untuk nanti.


"Mas, ini mau kerumah sakit apa mau pindahan sih? banyak banget bawa barangnya." Ucap Fitri tersenyum melihat barang keperluan yang di siapkan suaminya begitu banyak.


"Tapi kan, nanti susah bawanya" ucap Fitri.


"Tak susah, kita kan ada 2 mobil. Biar barang-barang ini masuk mobil Irwan dan kamu bersamaku" balas Fajar duduk di kursi dekat tempat tidur karena lelah.


"Ok lah terserah mas, sekarang kita tidur saja" ujar Fitri ketika melihat jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.


_________


Terlihat Fajar bolak-balik jalan kesana-kemari dengan wajah bingung bercampur cemas. Fitri yang duduk bersama Fatah dan bu Elis hanya tertawa kecil melihat ulah suaminya.


"Kamu kenapa sih mas, gak mau diam?" tanya Fitri.


"Mas bingung harus berbuat apa jika kamu aoan melahirkan nanti" balas Fajar masih tak henti berjalan bolak-balik.


"Lah kenapa bingung mas? Aku saja santai tak terlalu memikirkannya" balas Fitri.


"Kamu masih belum merasakan apa-apa?" tanya Fajar cemas.

__ADS_1


"Belum mas, buktinya aku masih lihatin mas yang bolak-balik terus bikin pusing aja" balas Fitri cengengesan.


Terlihat Fajar pergi ke kamarnya lalu mengambil beberapa barang dan kembali ke hadapan Fitri dengan membawa beberapa barang di tangannya. Ia meletakkannya di atas meja barang yang di bawanya tersebut, ada ponsel, kunci mobil dan dompet.


"Kenapa mas bawa itu semua?" tanya Fitri heran.


"Persiapan sayang, jika kamu mau melahirkan nanti kan pada panik jadi benda yang di perlukan harus berada di tampat yang gampang di lihat agar tak lama mencari-cari" balas Fajar yang sibuk sendiri.


Bu Elis, Farah dan Fitri hanya tersenyum dengan ulah Fajar. Namun mereka hanya bisa melihat Fajar yang sibuk menyiapkan beberapa dan mengumpulkannya di atas meja tersebut.


"Yasudah, mamah mau masak untuk makan siang, yuk Farah." ujar bu Elis lalu beranjak dari dusuknya menuju ke dapur di ikuti Farah.


"Aku ikut mah!" ucap Fitri lalu mulai berjalan mengikuti Farah dan mamahnya.


Fajar pun akhirnya duduk juga di atas sofa, ia melihat barang yang di perlukan sudah berada di depannya akhirnya ia bisa santai sejenak di sana. Ketika matanya hendak terpejam tiba-tiba terdengar teriakan dari dapur sehingga membuat Fajar membuka matanya kembali.


"Fit, kenapa kamu nak? apa kamu sudah merasakan kontraksi?" tanya bu Elis.


"Farah cepat panggilkan nak Fajar, sepertinya Fitri akan melahirkan" ujar bu Elis, sebelum Farah pergi untuk memanggil Fajar, Fajar sudah berada di depan mereka dengan wajah cemas.


"Kenapa mah?" tanya Fajar.


"Cepat bawa Fitri ke mobil, kita pergi ke rumah sakit. Sepertinya Fitri mau melahirkan" ujar bu Elis dan Fajarpun segera menggendong Fitri dan sedikit berlari ke arah mobil.


Fajar tidak lupa telah membawa kunci mobil, ponsel dan dompet sesuai persiapannya. Ia pun segera berangkat menuju rumah sakit terdekat. Terlihat Fitri merasa kesakitan, keringatnya bercucuran, ia mencoba menarik nafas dan membuangnya berkali-kali agar bisa sedikit meredakan sakitnya.


"Iya Fit, lakukan seperti itu. Tarik nafas dan buang nafas" ujar bu Elis.


"Adduuhhh... mah sakit banget" Fitri sedikit berteriak menggenggam tangan bu Elis.


"Sabar sayang, tahan saja dulu sebentar lagi kita akan segera sampai. Nak Fajar bisa agak cepat, kasihan Fitri" ujar bu Elis yang terus mengusap kepala Fitri yang mungkin bisa memenangkan nya.


Fajar yang menyetir sesekali melihat ke belakang dan ia sangat cemas dengan keadaan istrinya. Fajar pun sedikit mempercepat laju kendaraan nya agar cepat sampai ke rumah sakit.


Bersambung........


Jangan lupa tinggalkan jejak yah 😊

__ADS_1


__ADS_2