
Hari ini Fajar dan Fitri berpamitan kepada kedua orangtua Fitri, mereka mencium tangan keduanya. Fajar dan Fitri pulang ke Jakarta di dengan menggunakan mobil orang tua Fitri yang di kendarai oleh sopir pribadinya.
Setelah perjalanan lebih dari 3 jam akhirnya mereka sampai ke rumah, Fajar langsung duduk di sofa sementara Fitri ingin langsung ke kamar mandi. Bi Minah menyiapkan air minum dan meletakkan nya di meja dekat televisi dimana Fajar duduk di sofa sambil menonton televisi.
Fajar meminta bi Minah membuatkan makanan karena Fajar dan Fitri belum makan. Bi Minah pun mengangguk dan menuju ke dapur untuk memasak.
Fitri turun dari kamarnya sudah terlihat segar dan telah menggunakan pakaian santai. Fitri menghampiri suaminya yang tengah asik nonton acara televisi.
"Mas mandi gih" suruh Fitri pada suaminya.
"Ok sayang, tapi mandiin yah" manja Fajar dengan wajah memelas.
"Mas ini manja banget sih" Fitri menepuk pundak suaminya pelan.
"Mas pengen keramas, tangan mas yang sebelah kan masih di gif, jadi susah" ucap Fajar masih dengan tampang memelas.
__ADS_1
Akhirnya Fitri pun mengikuti permintaan suaminya, mereka menuju kekamar lalu ke kamar mandi. Fitri membantu membuka kemeja suaminya serta celananya, terpampanglah tubuh putih berotot milik suaminya. Wajah Fitri merona merah melihat tubuh polos suaminya, lalu Fitri menyalakan shower dengan air hangat, mengucurkan shower yang di pegangnya ke seluruh tubuh suaminya. Tangannya membersihkan rambut suaminya yang telah diberi shampoo hingga merata.
Tiba-tiba Fajar menjahili istrinya dengan mengarahkan shower ke arah istrinya, reflek Fitri melompat menjauh. "Iiiiihhhh... mas ngapain sih? jadi basah kan bajuku" gerutu Fitri pada suaminya.
"Yaudah sekalian aja di buka bajunya, kita mandi bareng" ucap Fajar dengan senyuman genitnya.
"Gak ah, tadi kan aku udah mandi mas" tolak Fitri mengambil shower yang ada di tangan suaminya lalu mengucurkan ke seluruh tubuh suaminya hingga bersih. Fitri mengambil handuk dan melap seluruh tubuh suaminya hingga terlihat kering dan membantu melilitkan handuknya di pinggang suaminya.
Fitri juga membantu suaminya untuk berpakaian dengan pakaian santai. Dia mengganti plester yang ada di dahi suaminya, mengobati lukanya yang mulai mengering. Satu minggu lagi dia baru bisa membuka gif nya.
Bi Minah mengetuk pintu kamar majikannya karena ada tamu yang telah menunggu. Fitri dan Fajar turun, mereka melihat ternyata teman-temannya yang datang.
"Gimana kamar kamu? jagoan kok kecelakaan" tanya Bima bercanda.
"Alhamdulillah sehat wal'afiat, lo lihat sendiri kan" balas Fajar.
__ADS_1
"Yang penting lo sekarang udah baikan, kami juga sebenarnya langsung khawatir pas denger berita lo kecelakaan" irwan memeluk Fajar sekilas. "Makasih udah pada datang" balas Fajar.
"Syukur deh Fit, pak Fajar gak kenapa-kenapa." lega syifa.
"Iya, lain kali jangan kabur-kaburan lagi, jangan bikin suami kamu nyariin jadi kaya gini kan" Ucap Ria mengingatkan Fitri. "Ia siap bu" balas Fitri tersenyum.
Para laki-laki dan perempuan ngobrol terpisah, karena mereka membahas hal yang berbeda. Bima, Irwan, Andi dan Fajar mengobrol di depan televisi sementara Fitri, Ria dan Syifa mengobrol di taman belakang.
"Aku ada pengumuman yang mau aku kasih tahu pada kalian!" Syifa dengan tersenyum cerah.
"Apaan?" Ria penasaran
"Iya apaan" Fitri pun penasaran
"Aku... Aku... Hamil" jawab Syifa dengan wajah berbinar.
__ADS_1
Fitri dan Ria teriak kaget dan langsung kegirangan mendengar kabar itu, mereka saling berpelukan satu sama lain. Kabar yang sangat mengembirakan untuk mereka bertiga. Dalam hati Fitri pun berharap bisa menyusul Syifa yang tengah mengandung buah hatinya bersama Andi.