
"Sebenarnya mamah dan papah mu kesini ingin sekalian menginap semalam di sini, soalnya mamah kamu masih kangen katanya" ucap Pak Heru.
"Iya Fit, mamah masih kangen sama kamu. Boleh kan?" ucap bu Elis.
"Tentu saja boleh banget mah, Fitri juga masih kangen mamah" ucap Fitri memeluk mamahnya manja.
"anak mamah, udah dua kali menikah tapi manjanya masih kayak anak kecil aja" gemas bu Elis pada anaknya yang manja.
"Mamah dan papah sarapan dulu yah, Fitri kebetulan udah masak. Hayu" ucap Fitri.
Pak Heru dan Bu Elis menuju meja makan dan mulai memakan hidangan yang tersedia.
Fitri dan mamahnya sibuk di dapur mencuci peralatan makan yang kotor sambil terus berbincang.
"Fit, mamah harap ini pernikahan terakhirmu. Mamah gak mau lihat lagi adanya perceraian seperti dulu" harap bu Elis.
"Iya mah, Fitri janji gak akan pernah cerai lagi. Mas Fajar juga baik banget, insya Allah dia gak akan selingkuh kayak mas Hary" ucap Fitri meyakinkan mamahnya.
__ADS_1
"Iya, mamah lihat pun begitu. Nak Fajar kelihatan sayang banget sama kamu. Mamah hanya bisa mendoakan semoga pernikahan kamu selalu diliputi kebahagiaan dan semoga cepat dapat momongan, mamah udah gak sabar pengen gendong cucu" ucap mamahnya antusias.
"Terimakasih mah, Fitri juga berharap segera punya anak, yang penting Fitri minta doa dari mamah" ucap Fitri.
"Tanpa di minta pun mamah selalu doa kan semua anak mamah" ucap bu Elis tersenyum.
Sementara Fajar menemani papah mertuanya di ruang TV kebetulan siang ini ada acara Bola. Di sana sedang ditayangkan pertandingan Persib vs Persija yang jelas mertua sama menantu itu dukung jagoannya masing-masing (Fajar dukung Persija dan Pak Heru dukung Persib). Walaupun dukungan mereka berbeda tapi mereka tetap asyik menonton pertandingan tersebut.
Babak kedua, waktu pertandingan tinggal beberapa menit lagi dan Skor gol masih 0:0. Pertandingan semakin seru dan semakin membuat Fajar dan pak Heru bersorak melihat permainan para pemain dukungan mereka masing masih.
"Ggoooolllll" teriak pak Heru sambil berdiri dan sedikit jingkrak-jingkrak sambil tersenyum bahagia.
Sementara Fajar memasang tampang kecewa sambil menepuk keningnya, namun malah tersenyum ketika melihat bapak mertuanya yang jingkrak-jingkrak senang.
Fitri dan bu Elsa menghampiri para suami yang masih asyik menonton. Tak lama pertandingan bolanya pun selesai dengan skor akhir 1:0 yang di menangkan Persib.
"Rame banget sih teriak-teriak sampe kedengaran ke dapur segala" ucap Bu Elis.
__ADS_1
"Iya nih seru tadi nonton bola dan Persib menang, jadi papah senang" ucap pak Heru antusias.
"Mas katanya kamu dukung persija tapi kamu kok ikut senang juga" ucap Fitri heran suaminya juga ketawa-ketawa.
"Gak, mas bukan senang dengan hasil pertandingan nya tapi mas ketawa karna lihat papah kegirangan" ucap Fajar pada Fitri.
"Menantu yang baik" ucap Pak heru sambil menepuk bahu belakang Fajar.
"Oh iya, malam ini mamah boleh kan tidur sama kamu? lagian nanti kita jarang ketemu juga kan. Cuma malam ini saja" pinta bu Elis.
Fitri bingung mau jawab apa, kemudian dia melirik suaminya dan Fajar mengisyaratkan Fitri untuk menolak. Fajar dan Fitri saling berkomunikasi dengan kode-kode.
"Ok mah, kita tidur berdua biar mas Fajar dan Papah tidur di kamar sebelah" ucap Fitri menyetujui permintaan mamahnya.
Fajar melotot karena Fitri malah menyetujui permintaan bu Elis, Fitri yang melihat suaminya yang cemberut malah tersenyum, gemas melihat tingkah suaminya.
"Huft gagal deh mau berduaan sama istri" batin Fajar, jengkel.
__ADS_1