
Sepulang kerja seperti biasa setelah membersihkan diri, Fitri langsung memasak di dapur untuk hidangan makan malam mereka.
Fitri menyiapkan berbagai masakan istimewa untuk suaminya, karena hari ini adalah hari pertama ia menjabat sebagai direktur perusahaan.
Fitri terlihat mempersiapkannya dengan tulus, semua masakan kesukaan suaminya, setelah 1 jam akhirnya semuanya beres.
Sementara Fajar yang masih sibuk dengan kerjaan barunya masih bergelut dengan laptopnya di ruang kerja.
ttookk ttookk ttookk
Fitri mengetuk ruang kerja Fajar dan menyuruh Fajar turun untuk makan.
Fajarpun membuka pintunya lalu mereka turun berdua.
Di meja makan sudah tersedia berbagai hidangan spesial untuk Fajar, karena Fajar suka seefood maka Fitri menyiapkan hidangan tersebut. Fajar memakannya dengan lahap karena masakan istrinya begitu enak, sampai tak terasa dia hampir menghabiskan semuanya.
"Alhamdulillah kenyang banget" ucap Fajar sambil menepuk perutnya.
"Mas suka yah" ucap Fitri
__ADS_1
"suka banget sayang, masakan kamu enak banget. Masakan restoran kalah enaknya" ucap Fajar memuji masakan istrinya.
Fajar pun beranjak dari duduknya menuju ruang tv lalu menyalakan nya dan menikmati tayangan acaranya karena ada pertandingan sepak bola.
Sementara Fitri di kamar sedang menyiapkan sesuatu untuk suaminya, dia memasukan suatu benda kedalam kotak lalu membungkusnya dengan sangat cantik. Fitri pun membuka kotak yang isinya adalah kue tart berwarna putih yang di hiasi aneka buah di atasnya dan menaruh satu buah lilin di atas kue tersebut.
Lalu Fitri turun membawa kuenya dan hadiah yang di sembunyikan di belakang bajunya. Selangkah demi selangkah Fitri menuruni tangga menuju ke hadapan suaminya.
"Ini sayang hadiah spesial dariku" ucap Fitri sambil meletakkan kuenya di meja depan Fajar.
"Makasih sayang, tapi hadiah spesial nya cuma ini doank" ucap Fajar tak sesuai harapan.
"Gak kok, masih ada lagi. Ini..." ucap Fitri sambil memberikan Kado yang ada di balik kaosnya. Kemudian Fajar membuka kotak tersebut dan isinya sebuah jam tangan yang sangat bagus berwarna silver.
"Mas, kayaknya mas gak suka yah sama hadiahnya" ucap Fitri.
"Gak kok sayang, cuma mas kira Hadiah spesialnya yang lain gitu" ucap Fajar tersenyum.
"Maksud mas apa gitu?" tanya Fitri bingung.
__ADS_1
Fajar langsung menarik tubuh istrinya untuk duduk di pangkuan nya. Majah mereka begitu dekat saling berhadapan.
"Maksudnya mas, sesuatu yang kayak gini sayang" ucap Fajar sambil mencoba mendekatkan wajahnya secara perlahan, Fitri hanya terdiam membeku hanya mencoba menutup matanya, semakin dekat dan demakin dekat, namun tiba-tiba.
Dingdong ddiinngg ddoonnggg.... Suara bell pintu berbunyi.
Mendengar itu Mereka menghentikan aktivitas nya, dan Fitri beranjak dari pangkuan Fajar menuju pintu. Fajar yang masih duduk terlihat jengkel, selalu saja ada tamu di momen yang gak tepat.
Masuklah bu Mira dan seorang wanita berumur sekitar 45 tahunan. Bu Mira duduk di sofa sementara ibu-ibu itu cuma berdiri di sampingnya.
"Fajar, Fitri, maaf nih mamah datang gak bilang-bilang, mamah ke sini membawa Bi Minah untuk menjadi asisten rumah tangga di rumah kalian, kamu pasti semakin sibuk dan Fitri juga kan kerja, mamah cuma mencoba untuk meringankan kalian aja. Kasihan kalau semuanya Fitri yang tangani pasti capek" jelas bu Mira dengan kedatangannya.
"Makasih banyak mah" ucap Fitri senang.
"Salam kenal Bi Minah" lanjut Fitri.
"Aku juga makasih banyak banget sama mamah, jadi Fitri nanti kan makin banyak waktu buat Fajar, Fitri juga kan masih ada pekerjaan yang harus dikerjakan sama Fajar, bener gak Fit?" ucap Fajar pada mamahnya
Bu Mira dan Bi Minah hanya tersenyum karena mereka tahu maksud dari Fajar. Fitri yang mendengarnya pun tersipu malu, tanpa menjawab pertanyaan suaminya.
__ADS_1
"Yaudah, mamah pamit dulu yah" ucap Bu Mira kemudian keluar dari rumah anak menantunya, Fajar mengantar mamahnya hingga masuk ke dalam mobilnya.
"Ayo, Bi saya antarkan ke kamar Bi minah" ajak Fitri ke bi Minah menujubkamar yang akan ditempati bi minah selama menjadi asisten rumahtangga di rumahnya.