Terpikat Pesona Janda Kembang

Terpikat Pesona Janda Kembang
Kebahagian


__ADS_3

Setahun sudah berlalu sekarang Farrel sudah dapat berjalan dengan lancar dan mulai belajar berbicara beberapa kata walau terkadang pengucapannya masih sedikit tidak jelas namun sudah dapat di mengerti maksud dari perkataannya.


Fitri sangat bahagia dengan perkembangan Farrel yang sangat pesat, tambah besar malah semakin menggemaskan. Fajar pun selalu mengajak Farrel bermain layaknya seorang ayah yang sangat menyayangi putra semata wayangnya. Permainan kesukaan Farrel adalah bermain bola, entah itu lempar tangkap bola ataupun bermain sepak bola.


Orangtua Fajar juga semakin sering berkunjung hanya sekedar untuk bertemu dengan cucu kesayangan mereka, begitu juga dengan orangtua Fitri yang hampir sebulan sekali datang ke Jakarta untuk bertemu dengan cucunya.


Farah yang tadinya sering malas-malasan untuk ke rumah Fitri sekarang jadi semakin rajin berkunjung untuk bermain dengan keponakannya. Farah merasa ingin sekali memiliki anak seperti Farrel, Farah jadi semakin menyukai anak kecil semenjak Farrel hadir.


" Kamu senang banget kalau main sama Farrel!" ujar Fitri.


" Habisnya Farrel sangat menggemaskan sih dan bikin kangen, jadi aku senang main dengan dia." balas Farah.


" Apa kamu gak kepikiran untuk segera memiliki anak?" tanya Sarah.


" Inginnya sih teh, tapi kan kuliahku belum kelar." jawab Farah.


" Kamu kan sudah semester akhir, apa tak seharusnya kamu segera program kehamilan. Jangan terlalu lama di halangi takutnya sudah kayak teteh dulu " ujar Fitri.


" Iya teh, nanti aku pikirkan lagi. Sebenarnya sih mas Irwan dari dulu ingin punya anak tapi akunya yang menolak." balas Farah.


" Tuh kan, mungkin suamimu itu sudah berharap namun ia menghargai keputusanmu hingga dia tak memaksamu untuk segera memiliki anak." ujar Fitri.


" Mungkin saja teh " ucap Farah sambil memikirkan ucapan tetehnya.


Lalu Irwan datang untuk menjemput pulang Farah, memang waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam.


" Sepertinya ada pembicaraan seru nih, memang membicarakan tentang apa?" tanya Irwan.


" Ada aja, nanti aku ceritakan padamu." balas Sarah.


" Ini si jagoan belum bobo, padahal sudah malam " ucap Irwan lalu menggendong Farrel.


" Belum, tadi sore dia tidur mungkin akan tidur lagi agak larut " jawab Fitri.


Fitri memperhatikan Irwan yang terlihat senang menggendong Farrel dan bermain dengan Farrel, Fitri menyenggol Farah sebagai isyarat bahwa Irwan sepertinya sudah siap untuk menjadi seorang ayah. Farah pun ikut memperhatikan suaminya, memang benar perkataan Fitri mungkin Farah harus membicarakan hal tersebut dengan Irwan.


_______


Farah ingin berkata sesuatu pada Irwan namun ia ragu dan tak berani mengatakannya, ia salah tinggah sampai membuat Irwan merasa heran.


" Kamu kenapa sayang?" tanya Irwan.


" Eh... gak apa-apa mas." jawab Farah namun tetap saja terlihat salah tingkah.


" Pasti ada yang ingin kamu bicarakan, soalnya daritadi kamu mondar-mandir terus " ujar Irwan.


Farah pun duduk di samping suaminya, " Begini mas, kuliahku kan sebentar lagi selesai tinggal menyusun skripsi, apa kamu tak kepikiran untuk memiliki momongan " ucap Farah ragu.


" Apa? tumben banget kamu membicarakan itu, tak seperti biasanya " ucap Irwan.

__ADS_1


" Aku serius mas " ucap Farah.


" Beneran sayang? sejujurnya dari awal menikah juga aku sudah ingin sekalikali memiliki anak, tapi aku juga menghargai pendapatmu soalnya kamu yang akan menjalaninya " ucap Irwan.


" Yah sekarang aku sudah siap memiliki anak bas " ucap Farah.


" Benarkah? kalau begitu ayo kita ke kamar." ajak Irwan.


" Mau apa mas?" tanya Farah.


Seketika Irwan langsung menggendong Farah, ia mengangkatnya dan membawanya langsung kedalam kamar dan pintupun langsung di kunci. Apa yang terjadi didalam hanya mereka yang mengetahuinya.


_________


Fitri sedang memasak di dapur karena bi Minah ijin untuk menjenguk anaknya yang sakit, lagipula hari ini memang hari libur sehingga Fajar pun berada di rumah menghabiskan waktu bersama keluarga. Tiba-tiba Fitri merasakan ada yang memeluknya dari belakang, ia mengetahui siapa yang memeluknya selain suaminya.


" Ada apa mas?" tanya Fitri yang masih sibuk dengan masaknya tanpa peduli Fajar yang memeluknya.


" Kamu lagi masak aja cantik " ucap Fajar.


" Sore-sore udah ngegombal " ujar Fitri.


" Benaran cantik tahu, beruntung banget aku dapetin kamu " ucap Fajar lalu melepaskan pelukannya.


" Farrel mana mas?" tanya Fitri.


" Farrel sudah tidur sayang, makanya mas bisa manja-manja ke kamu soalnya kalau ada Farrel, aku gak bisa kayak gini " ucap Fajar.


" Boleh dong minta di manja sama istri sendiri, Farrel sudah besar yah!" ucap Fajar.


" Memangnya kenapa mas?" tanya Fitri.


" Gak apa-apa, udah cocok aja jadi kakak " celetuk Fajar.


" Ih mas ini, baru juga mau 2 tahun masa mau punya adik lagi. Sakit pas lahiran waktu itu aja seakan masih aku rasain " ujar Fitri.


" Tapi sama mas kok gak teriak kesakitan malah teriak kenikmatan " ledek Fajar.


" Dasar kamu mas, nanti kalau ada yang dengar gimana!" Fitri mencubit perut Fajar.


" Aww.... lagian gak ada orang di rumah selain kita " Fajar sedikit merintih kesakitan.


" Belakangan ini omongan mas mesum terus ih, jadi buat aku risih " ujar Fitri sedikit tak suka.


" Yah gak apa kali sayang, kan aku hanya ngomong kayak gini sama kamu gak sama cewek lain " balas Fajar.


" Awas aja kalau mas ngomong seperti itu pada perempuan lain, nanti tak potong punyamu " ancam Fitri.


" Ampun nyonya, tak akan pernah mas bicara seperti itu selain sama kamu. Kamu itu sudah sempurna buat aku jadi ngapain juga cari yang lain " jelas Fajar.

__ADS_1


__________


2 bulan kemudian


Fitri berencana untuk pergi ke rumah orangtuanya di bandung namun Fajar tidak bisa ikut karena pekerjaannya sangat sibuk sehingga Fitri berangkat kesana dengan supir pribadi mereka. Fitri sangat merindukan orangtuanya karena sudah beberapa bulan ini ia tak bertemu dengan mereka. Fitri terus saja bermain dengan Farrel yang sangat ceria di dalam mobil karena akan bertemu dangan kakek neneknya.


Fitri tiba pada sore hari, orang tua Fitri sangat senang akan kedatangan anak dan cucunya. Farrel segera di pangku oleh kakeknya dan Farrel pun senang sampai memainkan jenggot kakeknya yang sudah memutih. Mereka segera masuk kedalam rumah, mereka saling berbincang dan bercanda gurau sampai memakan waktu hingga hari sudah mulai gelap dan Farrel sudah tertidur di pangkuan Fitri.


Ketika waktu menunjukan pukul 9 malam, terdengar suara mobil yang parkir di depan rumah, terlihat Fajar keluar dari dalam mobil bersama Irwan dan Farah. Mereka pun masuk kedalam rumah dan di sambut oleh orangtua Fitri, lalu bu Elis memanggil Fitri yang sedang di kamsr karena suaminya pulang. Fitri pun keluar dan dia tak menyangka jika suaminya akan menyusulnya ke bandung, apalagi Farah dan Irwan juga ikut ke sana. Mereka duduk di ruang keluarga untuk berbincang-bincang karena ada sesuatu yang ingin di sampaikan oleh Irwan dan Farah.


" Kami ingin mengabarkan kabar gembira pada kalian semua, makanya kami ikut ke bandung bersama mas Fajar." ucap Farah.


" Kabar gembira apa memangnya sampai tak bisa di kabarkan lewat telpon?" tanya bu Elis.


" Begini mah, mamah dan papah akan mwndapatkan seorang cucu lagi." ujar Farah yang membuat seisi rumah terkejut lalu mengembangkan senyum mereka karena kabar gembira dari Farah.


" Wah papah senang banget mendengarnya, papah akan dapat cucu lagi, tapi bagaimana dengan kuliahmu?" ucap pak Heru.


" Kuliah Farah udah selesai pah, tinggal nunggu wisuda saja." balas Irwan.


" Teteh senang banget Farah, teteh bakalan punya ponakan nih." ucap Fitri dengan wajah senangnya.


Beberapa hari berlalu, mereka menginap di bandung karena memang Irwan dan Fajar memilih cuti untuk seminggu kedepan. Hingga mereka bisa menghabiskan waktu dengan pasangan masing-masing.


Semuanya seperti biasa sedang berkumpul di halaman belakang, menikmati udara pagi dan mentari yang masih hangat seolah sedang piknik saja. Tiba-tiba Fitri merasakan mual yang teramat sangat hingga tak sadar seolah ingin muntah namun hanya muntahan kosong. Fajsr panik, Farah segera mengambil minyak kayu putih untuk meredakannya namun tetap saja Fitri terasa mual.


" Jangan-jangan teh Fitri ngisi lagi?" tebak Farah.


" Hah... apa benar sayang?" tanya Fajar terkejut.


" Aku gak tahu mas, huuueekkkk.... hhuueekkk..." ucap Fitri sambil memegang kepalanya yang pusing.


" Coba kau ingat-ingat lagi nak, kapan terakhir datang bulan." ucap bu Elis dan Fitri pun mengingat-ingat kapan terakhir ia datang bulan.


" Seingatku terakhir datang bulan itu bulan lalu dan bulan ini belum datang bulan padahal sudah mau habis tanggal dan aku biasanya haid di awal bulan." jelas Fitri.


" Jangan-jangan Farrel beneran akan punya adik dong." ujar Fajar yang terkejut.


" Belum pasti juga mas, nanti kita periksa." ucap Fitri tersenyum.


" Pasti itu hamil, aku senang banget Fit." ucap Fajar lalu memeluk Fitri dengan penuh kebahagiaan.


Semua orang yang melihatnya pun sangat bahagia, semoga Fitri memang hamil dan Farrel akan memiliki adik baru dan keluarga mereka akan semakin menjadi keluarga besar.


**TAMAT.........


TERIMAKASIH PADA PARA PEMBACA YANG SETIA MEMBACA NOVEL INI....


SILAHKAN BACA KARYA AUTHOR YANG LAINNYA...

__ADS_1


. TERIMAKASIH 😊**


__ADS_2