Terpikat Pesona Janda Kembang

Terpikat Pesona Janda Kembang
Episode 24 : Memanas


__ADS_3

Sore itu Fitri mendapat pesan dari Fajar, bahwa dia akan memperkenalkan Fitri pada kedua orangtuanya. Mendapat pesan tersebut Fitri terlihat senang dan gugup sekaligus. Dipikirannya begitu banyak pertanyaan yang berkecamuk.( apa yang harus aku lakukan? apakah mereka menyukaiku? apakah mereka akan menerima keadaan ku? apa mereka orang yang baik? ) Begitu banyak yang dia pikirkan yang malah membuatnya bertambah gugup.


Untuk mengusir rasa gugupnya dia mencoba menyibukan diri dengan berbenah dan membersihkan seluruh rumahnya mulai dari menyapu dan mengepel, mengelap perabotan, mencuci piring sampai membersihkan kaca, terakhir menyiram tanaman di depan rumah.


Fitri terduduk di kursi depan rumahnya, melap cucuran keringat yang ada di kening, wajah dan lehernya. Hari ini begitu melelahkan baginya, tapi pikirannya tetap saja masih belum merasa tenang. Husssh... dia menghembuskan nafasnya dengan keras mencoba menenangkan perasaannya.


Malam minggu pun tiba, terlihat Fajar telah berada di rumah Fitri. Duduk di sofa sambil sesekali memainkan HP nya menunggu Fitri yang masih sibuk berdandan di kamarnya.


30 menit menunggu akhirnya Fitri turun juga dari kamarnya, memakai dress motif bunga-bunga halus dengan warna dominan putih yang sangat sopan dan sepatu high heel dengan warna senada.


Sejenak Fajar tertegun melihat Fitri yang menuruni anak tangga satu persatu, Fajar menyambutnya dari bawah, setelah dekat dia mwngulurkan tangan kanannya ke arah Fitri dan Fitri pun meraih tangannya. Merekapun menuju mobil dengan bergandengan tangan.


Tak berapa lama, sampailah mereka di sebuah rumah mewah dengan halaman yang begitu luas. Turunlah Fitri dab Fajar di depan rumah tersebut, beberapa pelayan menyambut mereka. Fitri hanya tertegun heran dan berkata dalam hatinya "Benarkah ini rumah orangtua pak Fajar? sangat mewah. Aku penasaran pekerjaan apa yang dilakukan keluarganya" sambil melihat kanan kiri mengagumi setiap sudut rumahnya.


Sampailah di ruangan yang terdapat sebuah meja yang di atasnya telah tersedia berbagai masakan yang menggugah selera.

__ADS_1


Fajar dan Fitri pun segera duduk bersampingan, menunggu orangtua Fajar datang. Tak berapa lama kedua orangtua Fajar datang dan Langsung duduk di kursinya masing masing.


Fitri tersentak kaget, bahwa ayahnya Fajar adalah pak Wisnutama pimpinan sekaligus pemilik perusahaan Tama Advertising. Dengan rasa gugup Fitri pun tersenyum ke arah mereka.


"Kamu sudah datang? apakah wanita di sampingmu ini adalah wanita yang sering kamu ceritakan pada papah?" tanya Pak Wisnu pada Fajar.


"Iya pah, namanya Fitri pacarku" jawab Fajar.


"Saya Fitri, saya bekerja sebagai Ketua Team di Divisi perencanaan, di bawah pimpinan manager mas Fajar" ucap Fitri dengan gugup.


"Saya dengar, kamu sudah pernah menikah!" tanya bu Mira.


"Iya bu, saya bercerai setahun yang lalu" ucap Fitri bertambah gugup.


"Kalau boleh tahu, kenapa kamu bisa bercerai?" tanya bu Mira lagi.

__ADS_1


"Saya bercerai karena suami saya menikah lagi dengan perempuan lain" jawab Fitri dengan nada sedikit pelan.


"Kenapa kamu berpacaran dengan anak saya? Apa karena kamu tahu dia anak dari perusahaan tempatmu bekerja?" tanya bu Mira dengan wajah datar.


"Bukan bu, saya malah tidak tahu jika maa Fajar adalah anak pemilik perusahaan yang saya tahu dia hanya atasan saya" sanggah Fitri.


"Mamah, kenapa mamah tanya seperti itu, seperti menuduh kalo Fitri wanita yang haus harta" ucap Fajar dengan meninggikan suaranya.


"Yaahh siapa tahu kan, jaman sekarang banyak perempuan yang hanya mengejar harta saja tanpa mencintai dengan tulus" ucap Bu Mira datar.


"Tidak bu, saya benar-benar mencintai mas Fajar tanpa peduli apakah mas Fajar anak orang kaya atau bukan, saya mencintai mas Fajar dengan tulus" ucap Fitri tegas dengan mata yang berkaca-kaca.


Fajar menggenggam tangan Fitri untuk menenangkan.


"Aku juga mencintai Fitri mah, tak peduli keadaan ataupun sratusnya" ucap Fajar tegas.

__ADS_1


Suasana menjadi terasa panas walaupun di luar sedang turun hujan.


__ADS_2