
Dua hari di rumah sakit membuat badan Fitri dan Fajar terasa lengket dan tidak berganti pakaian. Fitri segera naik ke kamarnya yang sebelumnya mengantarkan orangtuanya ke kamar tamu. Fitri sedikit berlari ke arah kamar mandi.
"Duh bau apa sih ini kamar mandi, baunya tidak sedap" Fitri menutup hidungnya saat di kamar mandi.
"Mas, mas.. cepetan kesini, bau apa sih nih di kamar mandi, gak enak banget bikin mual" pinta Fitri dan Fajarpun segera kesana.
"Apa sayang? Gak bau apa-apa kok, malahan wangi pengharum kamar mandi" Fajar memasuki kamar mandi dan dia tidak mencium bau yang tidak sedap.
"Masa sih mas? yaudah tolong singkirin pengharumnya aja deh" pinta Fitri, Fajarpun mengambil pengharum kamar mandi tersebut membawanya ke luar, kebetulan bi Minah lewat dan memintanya membuang pengharum itu. Bi Minah hanya heran kenapa harus membuangnya padahal masih ada setengahnya.
"Gimana sayang? udah mas buang tuh sesuai keinginan mu" Fajar mendekati istrinya.
"Iya mas, udah gak ada bau menyengat lagi, mungkin emang karena bau pengharumnya yang aku tidak suka" Fitri kembali masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Fajar yang dari tadi heran melihat tingkah Fitri tidak seperti biasanya, dia merebahkan diri di tempat tidur karena memang tidak nyaman selama di rumah sakit tidur di Sofa.
Ketika selesai mandi, Fitri melihat suaminya terlelap di atas tempat tidur. Dia membiatkan suaminya tidur mungkin karena cukup lelah. Fitri menuju lemari pakaiannya mengambil pakaian santai (Kaos dan celana pendek) dan memakainya. Lalu ia segera turun menuju dapur ingin membantu bi Minah masak, namun dia melihat bu Elis sudah membantunya disana.
__ADS_1
"Mamah kok malah di sini, bukanya istrirahat?" kata Fitri agar mamahnya beristirahat saja.
"Gak apa-apa Fit, mamah udah biasa." jawab mamahnya.
"Bi ada ikan patin gak?" tanya Fitri pada bi Minah.
"Tidak ada non, apa bi Minah beli dulu aja di depan komplek mumpung masih pagi pasti tukang sayurnya masih ada" jawab Bi Minah.
"Yaudah bi, beli aja sekalian sama bahan sambal dan terasinya" Fitri memberikan uang untuk belanjanya. Bi minahpun beranjak dari tempatnya dan bu Elis melanjutkan masaknya sementara bi Minah keluar.
"Kamu mau bikin apa emangnya?" tanya bu Elis.
"Kamu tahu dari mana? mamah juga baru tahu" tanya bu Elis sedang menggorengendoan udang.
"Waktu itu aku pernah makan makanan bikinan Syifa, katanya kesuakaan Andi suaminya, Fitri ke inget jadi ingin coba makan lagi" jelas Fitri seakan sudah terasa rasanya di ujung lidahnya.
"Aneh-aneh aja kamu" bu Elis menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Tak lama bi Minah datang membawa belanjaannya, Fitri meminta bi Minah memasai ikannya cuma di bumbui garam dan penyedap rasa saja. Sedangkan Fitri menyiapkan bahan sambal, menggorengnya sebentar lalu menguleknya tapi tidak terlalu halus. Ikan Fatin selesai di goreng dan di letakan di cobek yang ada sambalnya lalu di geprek sedikit lalu di campurkan dengan sambalnya.
Fajar turun dari kamarnya sudah berganti pakaian dengan pakaian santainya.
"Masak apa nih? baunya enak" Fajar langsung duduk di meja makan.
"Biasa mas masakan kesukaan mas, kami bertiga yang masak" ucap Fitri...
"Ini apa! mas baru lihat" Fajar menunjuk masakan yang di atas cobek.
"Ini ikan patin goreng sambal terasi, enak loh mas cobain deh" ucap Fitri memberi sedikit untuk Fajar coba. Fajarpun mencobanya dan memang lumayan enak.
Bi Minah menaruh semuanya di atas meja lalu berlalu ke belakang.
Fitri menyendok nasi ke piring suaminya, Fajar menikmati ikan Fatin itu dengan lahap begitupun Fitri. Tadi bu Elis memanggil pak Heru untuk makan, mereka baru datang dan mereka langsung ikut menyantap makanan yang tersedia.
*
__ADS_1
Jangan lupa like dan Vote untuk mendukung Autor serta komen juga jika ada saran dan kritik nya ... Terimakasih 😊😊