Terpikat Pesona Janda Kembang

Terpikat Pesona Janda Kembang
Episode 19 : Camer


__ADS_3

Sore hari orangtua Fitri tiba di rumah Fitri. Dengan hati senang Fitri menyambut kedua orangtuanya, dia memeluk satu persatu orang tuanya saking dia sangat merindukan mereka. Orang tua Fitri duduk di Sofa begitu pin Fitri. Mereka berbincang akrab saling mengungkapkan rasa kerinduan satu sama lain.


"Gimana kabar kamu Fit, udah baikan kan?" tanya mamahnya.


"Udah lah mah, kan udah hampir setahun, Fitri juga udah Move on, Mamah dan papah juga baik kan, Papah terlihat kurusan nih" ucap Fitri tersenyum.


"Tau nih papah kamu, katanya lagi kurang enak makan, dia makan cuma sedikit setiap harinya" ucap Mamahnya.


"Gak, papah cuma lagi gak nafsu aja, nanti juga kalo udah nafsu makannya balik pasti makan banyak" seru papahnya sambil tertawa.


"Sebentar yah, Fitri ambilin minum dan cemilan" ucap Fitri beranjak dari duduknya menuju ke dapur.


"Sini mamah bantu" ucap Mamah mengikuti Fitri.


Papahnya menunggu sambil menonton acara kesukaannya di TV. Di dapur Fitri dan mamahnya menyiapkan beberapa toples cemilan dan minuman untuk mereka nikmati beraama.


"Oh iya, mah pah. Nanti malam ada yang ingin bertemu dengan kalian. Ingin cepat kenal sama kalian katanya" Ucap Fitri pada kedua orangtuanya.


"Emang siapa Fit?" tanya Papahnya sambil memakan cemilannya.


"Ada aja, nanti juga mamah dan papah tahu sendiri" ucap Fitri dengan senyuman.

__ADS_1


Merekapun asik mengobrol sambil sesekali bercanda layaknya keluarga yang bahagia, tak terasa waktu menunjukan pukul 7 malam.


ddiiingg ddooonnngg


Suara bel pintu berbunyi, Fitri beranjak dari duduknya menuju ke arah pintu lalu dia segera membukanya.


"Mas Fajar, ayo masuk" ucap Fitri. Fajar pun masuk mengikuti Fitri.


"Mah, pah, kenalin ini mas Fajar" ucap Fitri memperkenalkan Fajar.


"Malam om, tante, saya Fajar" ucap Fajar memperkenalkan dirinya sambil mencium punggung tangan kedua orangtuanya Fitri.


Kumudian Fitri duduk yang di ikuti oleh Fajar, mereka duduk bersebelahan.


"Saya pacarnya Fitri, tante" ucap Fajar canggung.


"Nak Fajar sudah tahu kan status Fitri yang sekarang!" ucap mamahnya Fitri.


"Tahu tante, saya sudah tahu tentang Fitri sebelum kami pacaran" jelas Fajar.


"Kamu benar menyukai fitri?" ucap papanya tegas.

__ADS_1


"iya om" jawab fajar sambil mengangguk gugup.


"Tolong jaga dia, lindungi dia, sayangi dia jangan sampai kamu menyakiti dia. Saya sudah muak dengan mantan suaminya yang berani meninggalkan nya untuk perempuan lain. Saya harap kamu jangan mempermainkan perasaan anak saya" jelas papahnya Fitri menegaskan.


"Baik om, saya berjanji akan selalu mencintainya seumur hidup saya" ucap Fajar yakin.


Setelah obrolan serius yang panjang lebar, akhirnya mereka mulai berbicara dengan santai, semaki lama semakin terlihat akrab. Banyak sekali permbicaraan yang mereka bahas. Dari tempat kerja, umur yang memang Fitri lebih muda dari Fajar dan lain sebagainya.


Tak terasa ternya sudah larut malam, akhirnya Fajar berpamitan untuk pulang. Dia menyalami tangan kedua orangtua Fitri dengan sangat sopan dan Fitri mengantar Fajar hingga kedepan pintu rumahnya. Kemudia Fajar masuk mobilnya dan melajukannya sambil melambaikan tangannya.


Fitri pun kembali masukbke dalam rumahnya.


"Fit, kamu serius dengan nak Fajar?" Tanya Papahnya.


"Serius pah, mas Fajar orangnya sangat baik dan menerima Fitri apa adanya" ucap Fitri meyakinkan.


"Kamu sudah bertemu orangtuanya?" tanya papahnya lagi


"Belum pah, mungkin sebentar lagi mas Fajar membawa Fitri bertemu orangtuanya" ucap Fitri ragu.


"Yaudah, papah dan mamah mendukung apapun keputusan kamu. Semoga Fajar adalah jodohmu untuk selamanya" ucap Papahnya.

__ADS_1


Fitri pun terharu dan mengucapkan banyak terimakasih sambil memeluk kedua orangtuanya.....


__ADS_2