
Hari ini di rumah Fajar sangat ramai, karena teman-teman mereka datang untuk melihat baby Farrel. Fitri yang sekarang sudah sehat pun menyambut mereka dengan membawa bayinya kesana.
"Wah, baby nya semakin gemuk nih sekarang. Sehat banget dan ganteng banget" ucap Ria.
"Tuh lihat de, ada baby cowok ganteng." ucap Syifa dengan menggendong putrinya yang sekarang sudah berusia 5 bulan.
"Untung saja mirip Fitri yah, produk unggul" ucap Bima.
"Produk segala emangnya anakku barang apa" ucap Fajar.
Mereka pun saling berbincang dan bercanda tawa bersama. Memang sudah cukup lama mereka tidak kumpul-kumpul setelah terakhir bertemu pas menengok kelahiran anak Syifa.
"Ini baby cantik banget, namanya siapa?" tanya Fitri mengelus lembut babynya Syifa.
"Namaku Asha tante" balas Syifa seolah Asha yang menjawab.
"Baby Asha, cantik perpatuan ayah ibunya" ucap Fajar.
"Kamu bagaimana Ria, sudah ada tanda-tanda?" tanya Fitri.
"Masih belum, padahal aku juga sudah gak pakai KB selama 5 bulan" balas Ria.
"Sabar saja, berdoa dan berusaha agar cepat dapat momongan" ucap Fitri.
"Kalau berdoa sudah pasti dan berusaha sudah sangat maksimal, tahu sendiri kan Bima kayak apa. Main serang dan main tubruk aja" ucap Ria sambil cengengesan.
"Ya iya dong harus, kan ingin cepat punya momongan yah harus giat kan" balas Bima tak tahu malu.
"Kalian ini suami istri sama banget pantesan kalian jodoh" canda Fajar lalu semua orang yang hadir pada tertawa.
2 jam sudah mereka disana dan akhirnya pada pamit karena ada urusan masing-masing. Setelah 30 menit berlalu terdengar kembali suara bell pintu berbunyi, bi Lilis lalu membuka pintunya dan terlihat seorang wanita yang berpakaian sangat elegan dan cantik. Sementara itu Fajar dan Fitri sudah berada di kamar mereka kembali dan baby Farrel sudah terlelap di ranjangnya.
"Mau cari siapa non?" tanya bi Lilis.
"Fajar nya ada bi?" gadis itu balik bertanya.
__ADS_1
"Ada non, sebentar saya ambilkan. Non duduk saja dulu" ucap bi Lilis lalu beranjak pergi menuju ke kamarnya Fajar.
Took took took ... Terdengar suara ketukan diluar pintu kamar, lalu Fajar membuka pintunya.
"Ada apa bi?" tanya Fajar.
"Ada seorang perempuan cantik di depan tuan, mencari tuan" balas Bi Lilis.
"Oh, yasudah saya kesana. Bi Lilis buatkan minum saja buat dia" ucap Fajar.
Fajar tadinya hendak pamit sebentar kepada Fitri namun ternyata Fitri sudah terlelap di tempat tidur. 'Siapa sih sore-sore datang? Seorang perempuan cantik?' pikir Fajar lalu berjalan menuju ruang tamu.
_________
Memang terlihat perempuan dengan body yang bak gitar spanyol, apalagi dengan memakai gaun ketat di atas lutut yang melekat di tubuhnya.
"Siapa yah?" tanya Fajar lalu ia terkejut setelah wanita tersebut membalikan wajahnya kearahnya.
"Dilla!" ucap Fajar masih dengan wajah terkejut.
"Apa kabar kak Fajar? sudah lama yah kita tak bertemu" ucap Dilla lalu berdiri dan tangannya hendak merangkul namun di tepis oleh Fajar tapi Dilla tetap memperlihatkan senyumnya walau memang ada gurat kekecewaan di matanya.
"Sudah sekitar seminggu yang lalu, aku tadinya mengira kak Fajar sudah pindah rumah tapi ternyata tidak yah. Dekorasi rumahnya juga masih sama seperti 4 tahun yang lalu" ucap Dilla sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumah.
"Kamu ngapain ke sini?" tanya Fajar datar.
"Lah emangnya kenapa? emang ada larangannya datang ke rumah mantan?" ucap Dilla.
"Iya, aku tak suka kamu datang kesini. Aku sekarang sudah punya istri dan anak" tegas Fajar.
"Terus kenapa kalau kamu sudah punya anak istri? lagipula aku hanya ingin bertemu kamu bukan untuk menggoda kamu" ucap Dilla dengan senyuman genitnya.
"Lagipula... pria punya istri dua kan tak ada larangan ataupun ilegal" tambah Dilla.
"Ingat yah, aku ini bukan cowok ******** seperti yang kamu pikirkan" balas Fajar sedikit kesal.
__ADS_1
"Bukan cowok ********? Terus dulu, kita belum menikah tapi kau sudah menyentuhku" ucap Dilla sinis.
"Yah, itu kesalahan yang pernah aku lakukan dulu dan ingin sekali aku lupakan. Lagipula aku hanya menyentuhmu tak sampai menidurimu. Untung waktu itu aku masih di berikan kesadaran dan tak melakukan kesalahan yang lebih Fatal" balas Fajar mengingat kejadian terdahulu.
*Flashback on
4 tahun yang lalu Fajar sempat bertengkar hebat dengan papahnya, ia sangat frustasi dan ingin sekali menghilangkan amarahnya yang memuncak. Lalu ia menelpon Dilla yang waktu itu adalah pacarnya Fajar untuk bertemu di sebuah club malam.
Tepat pukul 22.00 WIB mereka bertemu di sebuah club malam yang lumayan ramai karena memang malam ini adalah malam minggu. Fajar menggandeng Dilla untuk duduk di kursi meja bar dan memesan sebotol minuman.
"Kamu kenapa kak? sepertinya ada masalah" tanya Dilla.
"Aku sedang bertengkar dengan papah. Katanya aku berbuat kesalahan tapi aku sama sekali tak tahu kesalahanku jadi kami bertengkar hebat" ucap Fajar sambil meneguk minuman yang ada di gelas yang di pegangnya.
"Harusnya kamu bisa menahan diri kak, tanyakan baik-baik pada papahmu. Apa salahmu sehingga ia menjadi sangat marah padamu. Jika dilakukan dengan emosi, ujung-ujungnya yah seperti ini" ucap Dilla yang meneguk perlahan minuman di tangannya.
Sementara Fajar terus saja meminum minumannya sampai beberapa gelas hingga membuatnya mulai mabuk. Dilla hanya menatap Fajar dengan biasa saja walau Fajar sudah cukup tak sadar dan terus mengoceh tak karuan.
Dilla punya rencana, ia memesan ruang istrirahat yang di sediakan club malam di sana. Dilla meminta seorang pegawai disana untuk membawa Fajar ke kamar tersebut lalu membaringkan Fajar di sana. Dilla memberikan tips kepada pegawai tersebut lalu Dilla mengunci pintu kamar tersebut lalu menghampiri Fajar.
Dilla ikut berbaring di samping Fajar lalu ia menopang kepalanya dengan tangannya dan tangan yang sebelah lagi terus menggoda Fajsr dengan terus membelai wajah Fajar, menjalar menyusuri tubuh Fajar sampai perutnya. Fajar yang setengah sadar, merasakan sentuhan yang menggoda di tubuhnya, ia lalu membuka matanya dan menatap Dilla yang wajahnya berada dekat dengan wajah Fajar. Dengan kondisi seperti itu Fajar langsung mencium bibir Dilla dengan sangat ganas lalu ia membalikan tubuhnya hingga Dilla sekarang berada di bawah tubuhnya. Fajar melakukan itu dalam kondisi setengah sadar. Tangan Fajar mulai menyusuri setiap inci tubuh Dilla dan membuat Dilla memejamkan matanya.
Setelah Cukup lama Fajar menyerang lalu ia menghentikan kegiatannya. Ia menatap Dilla, lalu mulai melepaskan tangannya dari tubuh Dilla dan menarik tubuhnya untuk menjauhi tubuh Dilla.
"Kak, kamu mau kemana?" tanya Dilla ketika melihat Fajar yang berjalan pergi dengan masih sempoyongan dan mencoba membuka pintu kamar tersebut.
"Aku harus pulang, aku tak mau melakukan hal aneh. Aku gak mau melakukan itu sebelum kita menikah" ucap Fajar yang berhasil membuka pintu kamarnya lalu beranjak keluar dan menuju ke toilet yang ada di sana.
Dilla hanya menatapnya dengan kesal, rencananya gagal. Ternyata Fajar masih bisa sadar padahal sudah sangat mabuk. Dilla terus saja memaki Fajar yang meninggalkan dirinya sendirian di kamar tersebut.
Sementara Fajar di dalam toilet, ia mencuci wajahnya untuk menyadarkan dirinya berkali-kali sehingga wajah dan rambutnya basah. Ia menatap cermin dan bersyukur bahwa ia masih bisa mengendalikan dirinya sehingga tak melakukan hal yang tidak senonoh pada Dilla.
Setelah cukup Sadar akhirnya Fajar pergi dari club malam tersebut tanpa memperdulikan Dilla yang masih berada di kamar istirahat sendirian.
***Flashback Off
__ADS_1
Bersambung**.....
Jangan lupa tinggalkan jejak 😊